Memahami Konsep Nerimo Dalam Pekerjaan Dan Kehidupan

Konsep Nerimo – Kita tentu pernah mengalami sebuah hal dimana hal tersebut mengharuskan kita mengerjakan atau menerima sebuah kenyataan. Baik itu dalam dinamika pekerjaan ataupun tugas yang di bebankan. Tak cukup sampai di situ beban pekerjaan maupun tugas tersebut terkadang mampu untuk di selesaikan dengan baik, namun terkadang hal tersebut membuat kita frustasi, stress, bahkan hingga depresi.

Untuk itu perlu adanya pemahaman mengenai sebuah konsep nerimo yang akan membuat kita lebih menerima dan memperbaiki segala sesuatu yang di berikan/dibebankan terhadap kita.

Dalam sebuah konsepnya sendiri, nerimo di asosiasikan dengan penerimaan secara menyeluruh. Nerimo umumnya dilakukan seseorang dalam menghadapi beragam tantangan, dimanapun, khususnya di tempat kerja.

Dalam konteks lingkungan pekerjaan, sikap nerimo biasanya berkaitan dengan perubahan tantangan-tantangan, seperti omzet atau kegagalan dalam pencapaian target pekerjaan, penggusuran lokasi usaha, perubahan sebuah aturan kerja, kegagalan untuk promosi atau kenaikan jabatan, dan pemberian tugas dari atasan yang tak sesuai dengan bidang keahliannya selama ini.

Apabila di perhatikan lebih lanjut, maka akan nampak bahwa tantangan kerja tersebut tak membuat sebuah tantangan dapat diabaikan begitu saja. Pengabaian juga tidak membuat tantangan kerja tersebut hilang. Tindakan pengabaian justru akan menghambat proses beradaptasi dengan tantangan kerja yang akan muncul. Oleh sebab itu akhirnya sikap nerimo ini adalah hal yang akan di lakukan.

Konsep Munculnya Sikap Nerimo

Nerimo bagi sebagian orang yaitu sebuah sikap menerima segala hal yang telah terjadi setelah ia berusaha secara maksimal. Nerimo pun harus didahului dengan ikhtiar yang sungguh-sunggu terlebih dahulu. Hasil usaha itu sendiri nantinya adalah hak yang di berikan oleh Alllah, karena Dialah yang menentukan. Setiap pemberian dari Nya adalah pemberian yang terbaik bagi setiap insan yang di pilihnya, sehingga orang tersebut perlu untuk mengucapkan syukur. Selanjutnya jika kita bersabar maka aka nada hikma di balik tantangan kerja yang muncul.

Pemahaman nerimo merupakan keyakinann yang dimiliki dan berasal dari pemahaman keagamaan yang dianut setiap manusia. Pemahaman tersebut juga di dapat dari pola asuh keluarga, hingga pasangan yang ia cinta. Sumber lain daripada pemahaman nerimo yang dimiliki adalah berasal dari rekan kerja. Pemahman yang didapat dari rekan kerja berasal dari sharing mengenai beragam tantangan pekerjaan yang di hadapi selama bekerja. Dan pada akhirnya pengalaman hidup dari seseorang yang memperkuat pemahaman tentang nerimo tersebut.

Pemahaman nerimo membuat seseorang tidak akan mudah untuk terjebak terus-menerus dalam memikirkan ataupun menyesali setiap tantangan kerja yang muncul. Nerimo juga membuat hari menjadi tentram, lega, atau plong. Nerimo juga membuat kita tidak tegang tidak iri, dan juga mengeluh. Dengan memiliki sikap nerimo dalam bekerja, saat tantangan berat muncul kita tidak kehilangan semangat dalam bekerja.

Manfaat Sikap Nerimo

Manfaat dari sikap nerimo adalah tumbuhnya semangat untuk maju dan menggapai rezeki lebih baik daripada hari kemarin. Dengan sikap nerimo yang tumbuh dalam hati, kita mampu menghadapi beragam tantangan dengan kepala dingin, sehingga kita mampu untuk melakukan evaluasi, mencari kekurangan, ataupun penyebab dari munculnya masalah.

Manfaat sikap nerimo yang dimiliki juga berpegaruh pada kemampuan kita untuk belajar dari kesulitan yang dihadapi, hingga kemudian menemukan alternative penyelesaian yang lain.

Pemahaman Khusus Nerimo

Dalam konsep nerimo, tidak seharusnya dipahami sebagai sebuah sikap pasrah dalam menrima segala hal tanpa adanya usaha untuk memperbaiki. Karena pada hakikatnya sendiri, nerimo bukanlah sikap berdiam diri dan juga tak peduli atas beragam tantangan kerja yang muncul.

Pemahaman nerimo seperti ini justru akan membuat kita tidak berdaya, kehilangan semangat dalam bekerja, dan menjadi macet dalam bekerja. Nerimo dalam hal ini justru akan menjadi demotivator dalam bekerja.

Akibat jika kita tidak memiliki sikap nerimo dalam bekerja, justru membuat gelisah, hati tidak tenang, dan hilangnya rasa tentram. Seringkali para pekerja yang mengalami sesak, pusing, stress, iri, dengki dan tidak betah saat bekerja ditengarai adalah karena tidak adanya sikap nerimo dalam diri mereka. Tidak nerimo juga berkorelasi terhadap menghalalkan segala cara untuk mendapatkan hasil yang lebih, termasuk korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Dinamika secara psikologis dari nerimo sebagai sebuah motivator atau demotivator di dalam bekerja ternyata dipengaruhi pula oleh sebuah pemahaman seseorang pada konsep nerimo ini.

Sebagai bagian dari penutup artikel ini, penulis mengajak dan menyarankan untuk memandang sikap nerimo ini sebagai motivator, yang mana dengan memandangnya sebagai sebuah motivator dalam hidup dapat meningkatkan produktifitas, membuat hati lega dan tentram. By: Muhamad Fadhol Tamimy

Artikel dari Referensi Jurnal: Saptoto, Ridwan. 2009. Dinamika Psikologis Nerimo Dalam Bekerja: Nerimo Sebagai Motivator Atau Demotivator? (The Psychological Dynamic Of Nerimo At Work: Nerimo As Motivator Or Demotivator?). Jurnal Psikologi Indonesia. Vol. VI, No. 2, 131-137.