Malas Jaga Penampilan ? Hati-hati dengan HALLO EFFECTHallo Effect – Ketika ingin pergi ke pasar, enaknya memang mengenakan pakaian santai. Celana training dan jaket agar tidak dingin. Ketika pergi ke warung samping rumah, enaknya memang pakaian rumah. Celana pendek, kaos pendek, pake sandal buluk. Kalau mau beli siomay di pojok gang, enaknya juga Cuma pake baju seadanya biar si tukang bakso tidak lari.

Beberapa konteks penampilan di atas masih bisa di pertahankan. Mengenakan pakaian santai, pakaian rumah saat di wilayah kampung boleh – boleh saja. Eits, namun hati – hati pada suatu hal. Jangan sampai anda tetap mengenakan pakaian yang serupa saat anda berada di wilayah radius jauh. Pergi ke toko yang cukup besar, membeli barang bagus, ke sekolah, ke kampus, dan ke tempat – tempat lain yang penting. Apalagi sampai bertemu dengan orang penting.

Penampilan memang bukanlah segalanya. Namun penampilan adalah kata yang menjelaskan siapa anda sebenarnya, tanpa harus berbicara. Maksudnya adalah mereka yang berpenampilan rapih, memang biasanya hidup rapi. Tatanan dan pola hidup yang tertata. Jika anda biasa mengenakan pakaian sederhana, berati dalam kehidupan keseharian anda juga sederhana.

Pentingnya menjaga penampilan

Pernahkan anda mendengar istilah hallo effect ? Seperti apakah hallo effect itu ? Sebenarnya kita sering menyebut istilah hallo effect dengan ‘kesan pertama’. Seseorang yang memiliki hallo effect baik, maka selamanya akan tampak baik. Sama halnya dengan seseorang yang memiliki kesan pertama buruk. Sampai nantinya ia akan tampak buruk.

Misal ketika anda di sekolah mengenakan pakaian yang necis. Dandanan yang sangat fashionable, mengenakan sepatu merk, jam branded, serta tas yang mewah. Lantas bagaimana orang akan menilai diri anda ? Benar, orang akan menyangka bahwa anda adalah anak orang kaya. Bisa di lihat dari kesan pertama yang mewah.

Benar sekali jika hallo effect itu bisa menipu. Orang yang kelihatan kaya, namun sebenarnya tidak. Dan orang yang kelihatan sederhana, ternyata ia punya segalanya. Hanya saja, hallo effect ini bisa menciptakan sugesti pada orang – orang yang di temui pertama kali. Itulah mengapa, jangan sampai menciptakan hallo effect yang buruk pada orang lain. Agar anda tidak di pandang jelek dan sebelah mata.

Apakah penampilan itu hanya seputar ‘apa yang dipakai’ saja ?

Tentu saja tidak. Hallo effect ini membahas semuanya. Baik itu penampilan anda, gesture anda, bagaimana anda berbicara, dan semuanya. Penampilan yang tampak kaya, namun anda meninggalkan gesture tubuh menghina, tetap di nilai buruk. Akan lebih baik jika anda menampilkan penampilan sederhana dan rapih, namun juga gesture yang menyenangkan. Tentu saja lebih terhormat.

Kebanyakan orang tidak menyukai orang – orang yang berpenampilan berlebihan. Seperti menggunakan pakaian yang mencolok, memperlihatkan semua kekayaannya. Hal ini akan mengindikasikan bahwa anda adalah orang yang sombong. Tentu saja orang – orang yang seperti ini cenderung di jauhi. Malah teman – teman anda akan minder jika berteman dengan anda. Sebab mereka tahu diri dan derajat sosial.

Berbeda jika anda berpenampilan sederhana, namun tetap matching. Bisa memadu padankan warna, sehingga yang melihat bisa tampak serasi. Mengenakan pakaian yang sederhana, tidak memamerkan kekayaan. Biasa saja. Namun tetap terlihat rapih. Lantas menampilkan gesture yang menyenangkan. Tidak merendahkan orang lain, justru malah rendah hati. Tidak menampilkan kekayaan, namun tetap dermawan dan sederhana. Tetap santun dan baik hati.

Biasanya orang – orang yang sederhana cenderung memiliki teman. Sebab orang lain akan menganggap anda sederajat dengan mereka. Apalagi jika anda santun, maka orang lain akan semakin segan dengan anda. Kesan pertama yang membekas di ingatannya tentang sosok anda yang sederhana akan di ingat. By: Izzatur Rosyida