Cobalah 3 Langkah Menghadapi Anak Di Masa Puber Berikut IniLangkah menghadapi anak di masa puber – Rasanya, belum lama ketika orangtua menggendong buah hati, menyanyikan sebuah lagu, membacakan cerita tentang hewan-hewan di hutan pada buah hati, dan rasanya baru saja kemarin melihat mereka menangis merengek meminta dibelikan boneka atau mobil-mobilan baru. Namun, tiba-tiba kini mereka sudah beranjak menjadi gadis yang cantik dan jagoan yang tampan yang mulai beranjak dewasa.

Melihat mereka bertumbuh dan perkembang menjadi dewasa pasti akan sedikit membuat orangtua kebingungan karena biasanya mereka akan bertanya hal apapun yang mereka rasa berubah dari dalam diri mereka.

Masa beralihnya mereka dari anak-anak menjadi remaja disebut pubertas. Kini lebih dikenal dengan masa puber. Puber adalah masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Sebagai seorang orangtua, Anda harus siap menyiapkan anak untuk menghadapi masa tersebut. Lalu, apa yang harus dilakukan? Berikut ada tiga hal yang bisa dilakukan.

  1. Sumber Informasi

Langkah menghadapi anak di masa puber yang pertama adalah mencari berbagai sumber informasi. Dalam masa pubertas, orangtua adalah sumber informasi yang paling mudah diakses oleh seorang anak. Anak menganggap bahwa orangtua adalah buku ensiklopedi yang dapat menjawab segala bentuk pertanyaan. Jika hal tersebut terjadi, inilah saatnya Anda memberikan perhatian, bimbingan, dan arahan yang tepat bagi buah hati. Berikan jawaban atau informasi positif dan membangun pribadi positif mereka. Hal ini akan membuat kondisi psikologi anak menjadi lebih tenang dan percaya bahwa mereka memiliki sosok yang akan menjaga dan mengerti diri mereka.

  1. Komunikasi Efektif

Langkah menghadapi anak di masa puber yang kedua adalah melakukann komunikasi efektif. Lakukan komunikasi efektif sesering mungkin dengan anak. Komunikasi efektif yang dimaksudkan adalah Anda lebih banyak mendengar daripada berbicara dan lebih banyak berikan bimbingan bukan larangan. Atur komunikasi efektif tersebut dengan sangat baik. Dengan komunikasi yang efektif, orangtua dapat mengetahui kondisi anak-anak mereka dengan baik dan cermat.

  1. Privasi

Langkah menghadapi anak di masa puber yang terakhir adalah jaga privasinya. Sadari kembali bahwa anak Anda sudah mulai beranjak dewasa. Mereka sudah memahami apa yang mereka inginkan dan rasakan. Oleh karena itu, berikan mereka privasi. Biarkan mereka untuk sendiri dan biarkan mereka belajar tentang dirinya sendiri melalui cara-cara positif yang mereka kehendaki.

Jangan memaksa anak-anak untuk terus bersama Anda sepanjang hari. Biarkan mereka menikmati dunianya sendiri seorang diri dengan menyediakan waktu dan ruang privasi bagi mereka. Dengan begitu, Anda telah menghargai keberadaan mereka sebagai seorang dewasa, bukan lagi anak-anak dan anak akan merasa percaya diri untuk melewati masa pubernya.

Terkadang, kita melihat para orangtua melarang anak-anak yang mulai dewasa untuk pergi bersama teman sebaya, melarang mereka untuk sekadar pergi sendirian, bahkan memaksa anak untuk terus bersama orangtua kapanpun dan di manapun.

Hal tersebut akan membuat kondisi psikologi anak terganggu karena merasa tertekan namun cobalah untuk membiarkan mereka menciptakan privasi sendiri. Sebagai orangtua, Anda wajib menghargai dan menghormati hal terebut agar mereka mampu mengenali, mencintai, dan memahami dirinya sendiri dengan baik. By:  Tri Indarti