Konsultasi Psikologi Tentang Cinta, "Mengambil Sebuah Keputusan"Nama : Sus
E-mail : pmariaxxx@gmail.com
Judul : Konsultasi Psikologi (Sayang yang masih labil)
Isi Konsultasi : Saya usia 24thn, pasangan usia 20thn… Memang beda yg mnrt saya angka yg bagus 4thn, sy menyukai krna memang dia berusaha untuk serius dg sy tidak mau menyakiti lagi, krna sy sudah trauma dg cinta ms lalu slm 6thn… Setelah sy pindah ke pulau seberang, berselang wktu dua mnggu.. Dia memutuskan saya krna tidak bsa menjalani hubungan LDR dn meminta maaf atas sikapnya yg membuat saya kecewa… Dan memutuskan kontak sm skli dg saya, pdhal sy berniat putus dg baik2 dn msih berniat untuk berhubungan baik tp tidak d tnggapi.. Mnurut adik sppu saya, krna sy kurang perhatian coba untuk d perjuangkan dan d tlpon… Tp sy sudah brusaha untuk perjuangankan tp tidak kunjung d balas pesan saya, apakah dg menelpon dn meminta nya kembali dn bcara baik2 itu perlu?? Krna sy merasa, dia lah yg shrusnya memperjuangkan krna dia pria..

Jawaban

Konsultasi psikologi tentang cinta – Cinta adalah perasaan yang membutuhkan pengorbanan dan komitmen. Hubungan yang di bangun membutuhkan trust agar ia dapat langgeng hingga maut memisahkan. Untuk anda, khususnya Anda sebagai wanita, saya memahami bahwa, posisi wanita adalah posisi yang seharusnya menentukan dan diperjuangkan. Namun saat ini anda merasakan sebuah dilemma, apakah Anda yang seharusnya menghubungi dan meminta balik, ataukah sang pria yang harus memulainya.

Disini ada satu hal yang bertolak belakang berdasarkan penuturan anda. Yakni, anda ingin memperjuangkan sang pria yang meminta putus, namun anda memilih untuk menunggu karena anda mengharapkan bahwa seharusnya sang pria-lah yang memiliki kewajiban memperjuangkan hati seorang wanita.

Sebenarnya dalam cinta, tidak ada yang salah apakah itu wanita atau pria yang memperjuangkan cinta tersebut. Hanya saja, stigma yang terbentuk adalah seharusnya sang pria yang memperjuangkan hati wanita. Pun saat hendak “balikan”.

Namun saat ini, cobalah untuk mempertimbangkan ulang, apakah sudah tepat langkah yang akan anda lakukan. Baik itu memilih untuk bertahan dan menunggu, menghubungi dan mengajaknya kembali menjalin cinta, atau stop dan mencoba memantaskan diri agar mendapatkan pasangan idaman kelak. Tentunya pasangan yang tidak sebatas mengajak anda menjalin kasih saja, namun juga memberikan kepastian untuk membawa anda menuju pelaminan.

Karena saat kepastian tersebut di berikan dan action yang di wujudkan, maka saat itulah cinta yang sesungguhnya dari seorang pria terhadap wanita.

Lakukanlah apa yang terbaik, jangan lelah untuk selalu belajar dari pengalaman. Dan jangan sungkan untuk mendiskusikan hal tersebut dengan orang-orang yang memang berpengalaman. Yakinlah bahwa anda adalah wanita yang pantas untuk siapa saja yang anda cintai nantinya.

Semoga apa konsultasi psikologi online ini dapat memberikan pandangan, atau insight baru bagaimana harus mempertimbangkan keputusan atas hubungan kedepan.  Psikologi Mania

 


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia