Konseling Tidak Harus Selalu dilakukan Di dalam Ruangan: Pengenalan terhadap Outdoor CounselingKetika kita mendengar kata-kata konseling, maka yang terlintas di dalam benak dan pikiran kita adalah saling curhat antara klien dan juga terapis/psikolog/psikiater di dalam sebuah ruangan tertutup, seperti di dalam klinik, bilik, ataupun di dalam kantor. Namun demikian, fakta mengatakan bahwa tidak semua orang senang berkomunikasi dan berinteraksi di dalam ruangan saja. Dan kemudian munculah sebuah ide dan pengembangan konseling di ruang terbuka.

Konseling di Ruang Terbuka: Memaksimalkan Koneksi Manusia dengan Alam

Jordan (2015) dalam bukunya yang berjudul Nature and Therapy: Understanding Counseling and Psychotherapy in Outdoor Space mengatakan bahwa hal penting yang digarisbawahi mengenai konseling di ruang terbuka (alam) adalah untuk memaksimalkan hubungan manusia dengan alam. Manusia dan juga alam memiliki semacam koneksi yang kuat, dan inilah yang akan dimanfaatkan terapis atau konselor untuk membantu mencari solusi pemecahan masalah yang dialami oleh kliennya.

Alam merupakan sesuatu yang sifatnya dinamis, tidak statis. Alam selalu berubah dan beradaptasi mengikuti perkembangan. Begitu pula dengan emosi manusia. Emosi manusia juga merupakan sesuatu yang sifatnya dinamis dan bisa berubah seiring dengan berkembangnya situasi. Tidak hanya emosi, kesadaran (consciousness) pun juga merupakan suatu hal yang sifatnya dinamis. Jadi, mengapa tidak menggabungkan kedua hal yang dinamis ini untuk masuk ke dalam satu proses yang terjadi secara bersama-sama? Ketika kita telah melihat alam sebagai suatu struktur yang dinamis, maka proses konseling dan psikoterapi di luar ruangan pun akan lebih mudah untuk dilakukan.

Kekuatan alam akan membantu baik konselor dan klien dalam membentuk suatu pemahaman lain yang berbeda, dan tidak akan diperoleh ketika mereka melakukan proses counseling di dalam sebuah ruangan biasa. Kaya nya keadaan alam akan membentuk berbagai macam pemikiran baru, fresh, dan bisa menjadi solusi efektif bagi permasalahan seseorang.

Contoh yang lebih mudah mungkin bisa anda rasakan sendiri. Misalnya, ketika anda sedang duduk di ruangan konseling, dan diminta konselor untuk membayangkan sebuah aliran sungai dan air terjun supaya anda menjadi lebih rileks. Bandingkanlah apa yang akan terjadi apabila anda benar-benar berada di dalam situasi yang nyata dan real. Manakah yang akan membuat anda menjadi lebih rileks, hanya membayangkan, atau benar-benar berada di dekat sungai dan air terjun yang membuat anda bisa merasakan secara lebih real? Hal ini akan membentuk semacam koneksi yang kuat antara diri anda dengan alam, yang akan membantu proses konseling dan psikoterapi menjadi lebih efektif.

Konseling di Luar Ruangan Cocok dilakukan Di Indonesia

Indonesia adalah suatu negara tropis dengan kekayaan alam yang luar biasa. Banyak hutan, gunung, sungai, air terjun, pantai, hingga spot-spot outdoor buatan yang juga tidak kalah indah. Taman, tempat rekreasi, hutan kota, taman hiburan, dan banyak lagi. Inilah yang harus dimanfaatkan oleh konselor, atau siapapun itu yang ingin membantu klien dan temannya untuk melakukan konseling. Mengapa hanya melakukan konseling di dalam ruangan kalau secara alami, Negara dan kota tempat kita tinggal sudah menyajikan “kantor” sendiri untuk melakukan proses konseling di luar ruangan? Manfaatkanlah hal tersebut untuk membantu proses konseling menjadi lebih baik dan juga efektif. By: Eduardus Pambudi


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia