Kognisi Sosial Dalam PsikologiKognisi Sosial. Hay sobat, pernahkah anda mendengar tentang makna dari kognisi? Atau sedikit banyaknya pernah menyebut-nyebut apa itu kognisi? Di satu sisi tentu kita juga tak asing kan, dengan istilah sosial. Istilah sosial ini merupakan representasi dari sebuah pola hubungan yang diciptakan oleh manusia. Kita pun sebagai manusia termasuk ke dalam jenis makhluk sosial tersebut loh.

Jika kita belum mengetahuinya ataupun kita ingin lebih menambah ilmu dan juga wawasan yuk mari disimak artikel berikut ini mengenai kognisi sosial dalam psikologi. Kognisi sosial ini merupakan sebuah proses berfikir yang sedang atau akan dilakukan oleh seseorang dengan tujuan untuk memahami diri sendiri ataupun orang lain.

Kita tentunya sangat membutuhkan adanya proses fungsi-fungsi kognisi sosial yang baik, untuk melakukan interaksi di dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh-contoh dari aplikasi kognisi sosial ini tercermin pada penilaian kita terhadap seseorang, kelompok, ataupun simbol-simbol tertentu. Mungkin anda pernah merasakan perasaan “kejengkelan” terhadap seseorang ketika sedang bertemunya, namun hal tesebut berbeda ketika sedang berhadapan dengan orang yang lainnya kita merasakan “kebahagiaan”. Perbedaan di kedua hal tersebut merupakan salah satu bentuk pengaruh dari kognisi sosial yang kita lakukan.

Proses kognisi ini muncul dalam proses kita berfikir yang mencakup bagaimana seorang individu tersebut melakukan suatu interpretasi atau penafsiran, menganalisa, hingga mengingat dan juga menggunakan segala informasi tentang dunia sosial yang ada di dalamnya. Begitu anda merasakan adanya kehadiran dari seseorang, maka semenjak itu pulalah proses kognisi sosial ini berjalan.

Kognisi sosial yang kita alami ini berjalan melalui mekanisme, mengidentifikasi seseorang seperti jenis kelamin, usia, bentuk fisik, cantik, ganteng, cakep, hingga melakukan identifikasi status sosial yang disandang oleh seseorang. Begitu seterusnya. Hingga anda pun mampu untuk memahami orang lain secara otomatis, bahkan hanya dengan melihat penampilan luarnya saja. Meskipun melakukan interpetasi seseorang hanya dengan melihat penampilan luarnya ini, sebaiknya dihindari karena rawan untuk terdistorsi secara kognitif.

Distorsi tersebut disebabkan oleh beragam faktor diantaranya adalah pengalaman ataupun informasi yang masuk di memori kita hingga pada akhirnya membentuk sebuah keyakinan pada diri kita.

Itulah beberapa hal tentang kognisi sosial dalam psikologi, semoga bermanfaat untuk anda semua. Muhamad Fadhol Tamimy


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia