Membantah Anggapan Kepribadian berdasarkan Golongan Darah Itu Benar
Sumber: Saintif

Jika kita sering melihat di twitter, facebook, path, instagram maupun di jejaring social lainnya yang gencar untuk menjadikan viral tipe kepribadian berdasarkan golongan darah, ternyata tidaklah tepat. Tinggalkan semua informasi tersebut, karena menurut psikologi hal tersebut tidakla benar adanya.

Membantah Kepribadian berdasarkan Golongan Darah

Golongan darah misalkan saja tipe golongan darah tipe A merupakann orang yang pengertian dan bla… blaa… tersebut ternyata adalah sekedar pseudosains atau bisa juga dikatakan sebagai ilmu semu. Menurut pengertian sederhananya ilmu pseudosains merupakan sebuah pengetahuan, maupun metodologi, keyakinan, dan juga praktik yang diklaim sebagai sebuah ilmu yang ilmiah tapi tidak mengikuti metodologi keilmiahan yang baku.

Ilmu semu ini kemungkinan terlihat seperti ilmiah, akan tetapi ia tak memenuhi beberapa persyaratan dari metode ilmiah seperti yang telah di uji dan seringkali berbenturan dengan kesepakatan ataupun consensus ilmiah secara umum.

Sementara itu banyak yang menganggap bahwasanya psedosains sama dengan ilmu psikologi. Contohnya saja seperti pada ramalan paranormal, perdukunan, tarot, hingga kepercayaan yang sampai saat ini jumlahnya tak sedikit di yakini yaitu Golongan darah mempengaruhi kepribadian manusia.

Berikut adalah beberapa penelitian yang dilakukann oleh para peneliti dan di terbitkan di jurnal dan artikel yang valid dan terakreditasi secara internasional

  1. Beberapa survey yang telah dilakukan oleh salah satu peneliti Kunher Wu dan kawan kawan pada tahun 2005 terhadap para siswa SMA di Taiwan dengan mengambil sampel 2.681 menunjukkan bahwa tak ada hubungan yang signifikan antara golongan darah tersebut dengan kepribadian Seseorang (dalam jurnal yang diterbitkan Elsevier berjudul Blood type and the five factor of personality in Asia)
  2. Penelitian yang telah dilakukan oleh Kengo Nawata pada tahun 2014. Nawata yang juga merupakan psikolog social asal negeri Sakura jepang tersebut melakukan peneitian dengan analisis secara statistic pada 10 ribu sampel orang jepang dan juga Amerika Serikat. Dan hasil yang di dapatkan dapat disimpulkan bahwa, tidak ada relevansi antara golongan darah dan tipe kepribadian seseorang (bukti penelitian ini telah di terbitkan dalam jurnal The Japanese Journal Of Psychology yang diterbitkan pada 1 Juni 2014 dengan judul No Relationship Between Blood Type and Personality: Evidence From Large-Scale survey in Japan and The US)
  3. Penelitian selanjutnya adalah penelitian yang telah dilakukan peneliti Asal negeri Kanguru oleh Mary Rogers dan Ian Glendon pada tahun 2002. Dalam penelitian tersebut ia melakukan studi golongan darah, dan ia mengambil kesimpulan bahwa: mengaitkan kepribadian dengan golongan darah tidaklah memiliki dasar yang valid ( Penelitian ini ada dalam jurnal yang berjudul Blood type and personality yang diterbitkan pada tahun 2002 dalam jurnal Elsevier Science)

Dari beberapa penelitian di atas telah jelas bahwasanya, kepribadian berdasarkan golongan darah sebenarnya tak memiliki relevansi dengan jenis kepribadian seseorang. Namun memang masih banyak di antara kita, bahkan seorang mahasiswa maupun mereka yang berkecimpung di dunia psikologi pun masih banyak yang salah kaprah tentang hal ini.

Masih banyak hal-hal tentang ilmu psikologi yang di sejajarkan dengan keilmuan model pseudosains saat ini. Pseudosains mungkin bisa kita pelajari sebagai bahan wawasan semata, namun ada baiknya fungsi dari keilmiahan tetap di junjung tinggi, terlebih bagi para akademisi dan para mahasiswa psikologi saat ini. Agar nantinya keilmuan yang kita miliki memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggung jawabkan kedepannya. By: Muhamad Fadhol Tamimy