Kenali Separation Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berpisah pada AnakSeparation Anxiety Disorder – Anak yang takut berpisah dengan orangtuanya mungkin wajar-wajar saja, karena orangtua adalah salah satu “pegangan” dari si anak. Namun demikian, ternyata masalah anak takut berpisah ini bisa menjadi masalah yang pelik, bahkan mengarah kepada perilaku abnormalitas ketika ia telah mencapai pada titik yang dikenal dengan nama SAD (Separation Anxiety Disorder) atau gangguan kecemasan berpisah pada anak.

Gangguan kecemasan berpisah atau SAD (Separation Anxiety Disorder) ini biasa muncul pada anak-anak, dengan onset atau awal mula munculnya gejala sebelum ia berusia 18 tahun. Secara garis besar, gangguan kecemasan berpisah ini berfokus pada masalah kecemasan anak yang berlebihan dalam hal berpisah dengan figur penting dalam hidupnya, dalam hal ini bisa jadi adalah orangtua, atau pengasuhnya. Sekilas, anak akan terlihat sangat rewel, mengganggu, atau merasa sedih secara berlebihan ketika harus berpisah dengan figur penting dalam hidupnya.

Menurut DSM IV-TR, terdapat beberapa kriteria yang bisa menjadi indikator atau ciri-ciri dari munculnya gangguan SAD (Separation Anxiety Disorder) atau gangguan kecemasan berpisah pada anak. Berikut ini adalah beberapa indikator atau ciri-ciri dari gangguan kecemasan berpisah pada anak :

  1. Munculnya stress berlebihan ketika harus berpisah / pergi dari rumah dan atau figur penting dalam hidup si anak

Pada saat ini anak akan mengalami stress yang mengarah pada perilaku sang anak seperti menangis dan berontak pada saat figure dari orang yang menurut anak penting pergi menginggalkannya. Bahkan jika telah sampai pada tahap lanjut, anak dapat menjadi sulit sekali ditinggalkan sang figure orang tua walaupun hanya sebentar saja.

  1. Kekhawatiran yang berlebihan dan terjadi terus menerus akan kehilangan figur penting di dalam hidup si anak

Hal ini adalah sebuah kondisi dimana, kekhawatiran yang dirasakan anak adalah ketakutan dirinya jika pada saatnya nanti di tinggal oleh orang tuanya. Bagi orang tua maka guna menghindari hal ini adalah agar memberikan gaya pengasuhan yang membuat sang anak, mampu belajar bahwa segala sesuatu yang dimiliki, suatu saat ia akan pergi dan hilang. Berilah sang anak berupa rasionalisasi tentang arti kasih sayang.

  1. Kekhawatiran yang berlebihan dan terjadi terus menerus akan terjadinya suatu peristiwa yang dapat memisahkan si anak dengan figur penting

Kekhawatiran ini sifatnya berlebihan yang mana sang anak merasa khawatir jika kondisi nantinya ia akan terpisahkan dengan sang orang tua. Misalnya kecelakaan, perceraian, pemisahan, dan lain sebagainya.

  1. Menolak untuk sekolah, atau pergi ke tempat lain karena tidak mau mengalami perpisahan, walau hanya sebentar
  2. Takut dan khawatir berada sendirian tanpa ditemani, atau tanpa ada figur penting
  3. Munculnya mimpi buruk yang berkaitan dengan masalah perpisahan
  4. Menolak atau tidak mau tidur tanpa ditemani oleh sosok atau figur yang dianggap pentong
  5. Munculnya masalah fisik, seperti pusing, sakit kepala, mual dan sebagainya, ketika berpisah dengan figur utama.

Masalah kecemasan berpisah pada anak ini mungkin saja terjadi pada anak-anak normal. Namun demikian, apabila ciri-ciri tersebut menetap dan terasa sudah tidak wajar, maka hal ini harus segera dikonsultasikan lebih lanjut dengan psikolog atau psikiater anak.

Yang dimaksud dengan berlebihan dan tidak wajar adalah, gejala atau ciri-ciri tersebut muncul hingga si anak menginjak usia remaja, atau kecemasan berpisah membuat si anak menjadi tidak dapat konsentrasi di sekolah, dan keberfungsian si anak menjadi terhambat, seperti :

  • Tidak memiliki teman, karena selalu ingin bersama dengan orangtua / figur penting
  • Tidak mau sekolah, dan akhirnya tidak mau belajar
  • Mengompol atau enuresis, sebagai kompensasi agar diperhatikan dan tidak ditinggal

Dalam mengatasi gangguan SAD (Seperation Anxiety Disorder) perlu sekiranya bagi para orang tua untuk mengantisipasinya semenjak dini. Agar dikemudian hari tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ketika anak mengalami kecemasan berpisah, anda sebagai orang tua atau pengasuh pun harus pandai-pandai melihat, apakah masalah ini masih dalam batas wajar atau tidak. Apabila sudah masuk ke dalam batas tidak wajar, dan mengganggu keberfungsian si anak di berbagai bidang, maka hal ini perlu dikonsultasikan kepada para profesional lebih lanjut. Selalu hidup sehat dan jaga kesehatan mental selalu. By: Eduardus Pambudi


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia