Kekecewaan Terhadap Diri Sendiri Ternyata Mempengaruhi KepribadianNama : rio
E-mail : iklapxx@gmail.com
Judul : Kekecewaan pada Diri sendiri (Mengatasi kekecewaan terhadap diri sendiri)
Isi Konsultasi : DH Bapak/Ibu Konsultan psikologi Psikoma, saya berumur 30 tahun, pekerjaan pegawai Bank, saya orangnya merasa rendah diri, kurang dapat bersosialisasi dan tidak dapat berpendapat dan mudah terprovokasi, tolong beri tahu saya bagaimana saya harus bersikap terhadapa lingkungan, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Jawaban

(Mengatasi kekecewaan terhadap diri sendiri) Sebelumnya untuk mas rio, anda dapat membaca artikel-artikel ataupun pembahasan sebelumnya mengenai kesulitan dalam bersosialisasi dan tidak mampu untuk menyampaikan pendapat hingga mudah untuk terprovokasi.

Sebelumnya ada dua makna daripada apa yang ada dari isi konsultasi anda dengan judul. Di isi konsultasi anda menyatakan bahwa anda adalah orang yang kurang mampu untuk bersosialisasi, kesulitan untuk mengeluarkan pendapat, hingga mudah terprovokasi. Disertai dengan kegelisahan anda dalam menyikapi kehidupan lingkungan anda.

Namun dari judul anda menuliskan kekecewaan pada diri sendiri. Sebenarnya hal tersebut sedikit banyaknya telah menggambarkan penyebab daripada apa yang anda alami selama ini. Kesulitan-kesulitan yang anda miliki tersebut secara tidak langsung anda memberitahukan saya bahwa , sebenarnya di alam bahwa sadar, Anda memiliki rasa kecewa terhadap diri sendiri.

Sumber ini pun dapat menjadi “salah satu” pembuka jalan untuk mengurai hingga membantu anda dalam menyelesaikan permasalahan saat ini.

Kekecewaan anda terhadap diri sendiri itulah yang menjadi penyebabnya. Saya belum tau secara mendalam, karena anda pun belum memberitahukan masa lalu anda dan latar belakang anda. Biasanya mereka yang merasa kecewa terhadap diri sendiri dikarenakan oleh 1. Pengalaman traumatis masa lalu, 2. Kesalahan yang di perbuat dan tidak dapat memperbaikinya, dan yang ketiga adalah akibat dari dikecewakan oleh orang lain. Akibat dari dikecewakan orang lain itulah, yang membuat anda mengasosiasikan diri sebagai orang yang patut di persalahkan atas apa yang terjadi selama ini.

Untuk itu, mas rio sebaiknya memaafkan diri sendiri dahulu. Sampai kapan? Sampai anda dapat menerima semua hal yang terjadi pada diri anda. Lalu bagaimanakah cara yang dapat saya lakukan untuk mengatasi kekecewaan terhadap diri sendiri tersebut? Lakukanlah dengan cara anda sendiri. Mulailah dengan niat yang kuat dan disertai dengan tekad yang hebat.

Lengkapilah dengan membaca beberapa motivasi, dan sharing pengalaman dengan orang lain. Aktifitas anda sharing pengalaman dengan orang lain juga bermanfaat untuk melatih kemampuan anda dalam berpendapat. Asah terus menerus, dan jangan cepat menyerah hanya dikarenakan oleh satu kegagalan.

Yakinilah anda adalah orang yang tidak pantas minder di hadapan orang lain, karena pada dasarnya setiap orang memiliki keistimewaan sendiri-sendiri. Tetapkanlah target dalam kehidan anda. dengan taraget yang telah di tetapkan tersebut, langkah untuk memperjuangkannya pun akan lebih terarah dan terukur. Jika anda telah mengetahui target dalam kehidupan anda tersebut, maka rasa dan gairah pun akan memayungi diri anda. Hingga pada akhrinya dan menjadi orang yang bahagia dan memancarkan aura positif bagi lingkungan dan sekitar anda. Semoga berhasil mengaplikasikan dan Anda di beri kemudahan dalam mengatasi kekecewaan terhadap diri sendiri. Psikologi mania.


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia