Interaksi Sosial, Salah Satu Tanda Anda Memiliki Kesehatan Mental yang BaikKesehatan mental yang baik – Kesehatan mental saat ini merupakan salah satu hal yang cukup diperhatikan oleh banyak orang. Mungkin anda juga termasuk salah satu orang yang sangat peduli dengan kesehatan mental diri anda sendiri. Ya, kesehatan mental memang sudah menjadi salah satu bagian penting dari kesehatan jiwa dan raga, yang saling melengkapi.

Salah satu indikator dari kesehatan mental yang baik adalah rendahnya stress. Stress memang seringkali dikaitkan dengan kesehatan mental. Hal ini tentu saja sangatlah wajar, karena stress dapat menyebabkan seseorang mengalami situasi yang berat, bahkan bisa berujung pada depresi dan gangguan mental lainnya. Karena itulah, stress dapat menjadi salah satu indikator baik atau tidaknya kesehatan mental seseorang.

Stress, Kesehatan Mental, dan Interaksi Sosial

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Ono, Nozawa, Ogata, dkk (2011) berjudul Relationship between Social Interaction and Mental Health yang membahas mengenai bagaimana hubungan antara interaksi sosial seseorang dengan kesehatan mental yang baik, terutama yang berkaitan dengan stress.

Penelitian ini dilakukan di Jepang, dengan menggunakan sebuah sistem teknologi yang mampu mengukur kapasitas interaksi sosial seseorang, saat mengobrol, berbicara, ataupun melakukan kontak dengan orang lain. Sedangkan untuk kesehatan mental, digunakan pengukuran mengenai stress dan juga kepuasan hidup.

Penelitian ini menjabarkan hasil yang cukup menarik, yaitu terdapat suatu hubungan positif antara interaksi sosial, dengan kesehatan mental seseorang. Hal ini diperoleh dengan cara melihat korelasi antar kedua variabel tersebut. Dengan begitu, penelitian ini berhasil menyimpulkan bahwa semakin baik interaksi sosial seseorang, maka semakin baik pula kesehatan mental seseorang. Lebih detail lagi, semakin baik interaksi sosial yang dimiliki oleh seseorang, maka hal ini akan membuat seseorang lebih mudah tahan terhadap stress, dan tentu saja akan lebih sulit mengalami stress.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa interaksi sosial yang diukur dan menjadi variabel dalam penelitian ini adalah interaksi sosial yang berkaitan dengan face to face interaction, alias interaksi sosial saling bertatap mata. Jangan samakan antara interaksi sosial ini  dengan interaksi sosial yang dilakukan tanpa adanya face to face interaction, seperti misalnya interaksi sosial menggunakan telepon, ataupun sosial media. Meskipun telepon dan sosial media juga termasuk ke dalam interaksi sosial, namun belum tentu akan memiliki hasil yang sama seperti hasil penelitian ini.

Nah, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mereka yang sehat secara mental, dan tahan terhadap stress adalah mereka yang rajin / sering melakukan interaksi sosial secara face to face, alias secara langsung, Ini bisa menjadi salah satu strategi/tips bagi anda yang mungkin sering merasakan stress, penat, atau bahkan merasa depresi. Ketika anda merasakan hal tersebut, maka cobalah untuk lebih banyak melakukan proses interaksi sosial secara langsung, dengan orang lain. Selamat mencoba dan dapatkan Kesehatan mental yang baik! By: Eduardus Pambudi


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia