Inilah Jenis – Jenis Gangguan Yang Masuk Ke Dalam Spektrum AutismeAutisme merupakan salah satu gangguan psikologis yang masuk ke dalam kategori Pervasive Developmental Disorder, alias gangguan perkembangan pervasive. Meskipun lebih banyak dikenal sebagai autisme saja, namun demikian PDD ini memiliki beberapa macam jenis gangguan yang bisa diklasifikasikan berdasarkan ciri – ciri khusus. Hal ini membuat PDD seringkali disebut dengan istilah ASD atau Autism Spectrum Disorder atau Spektrum Gangguan Autisme. Terdapat beberapa jenis gangguan yang masuk ke dalam kategori ASD ini. Berikut ini adalah gangguan yang masuk ke dalam gangguan ASD.

  1. Autisme

Gangguan pertama dari spektrum autisme adalah autis itu sendiri. Autisme merupakan gangguan perkembangan pervasive yang ditandai oleh masalah perkembangan pada penderitanya. Mereka yang mengalami autisme, akan mengalami hambatan yang sangat luar biasa dan mengganggu, terutama pada fungsi komunikasi. Hal ini akan membuat mereka yang mengalami autisme ini cenderung tidak dapat berkomunikasi secara normal dengan orang biasa, dan cenderung terlalu fokus pada satu benda atau situasi tertentu, sehingga hal ini terlihat sangat aneh dan juga tentu saja tidak normal.

Biasanya, mereka yang mengalami gejala Autisme memiliki daya imajinasi yang tinggi, dan pola interaksi yang aneh, yang sudah muncul sebelum usia 3 tahun.

  1. Asperger Syndrome

Gangguan berikutnya yang masuk ke dalam jenis – jenis gangguan spektrum autisme adalah Asperger Syndrome. Asperger Syndrome sebenarnya merupakan jenis spektrum autisme yang terlihat normal dan biasa – biasa saja, bahkan banyak yang mengatakan bahwa Asperger Syndrome adalah autisme yang High Functioning. Mereka yang mengalami Asperger Syndrome ini memiliki inteligensi yang baik (dimana kebanyakan mereka yang mengalami autisme memiliki skor IQ yang rendah meskipun tidak mengalami retardasi mental),  dan tidak menunjukkan adanya hambatan dalam perkembangan bahasa.

Namun demikian, mereka yang mengalami Asperger Syndrome ini tetap memiliki gangguan interaksi sosial, yang membuat mereka sulit berkomunikasi dan berinteraksi secara normal, serta memiliki keterbatasan aktifitas dan perilaku. Selain itu, mereka juga seringkali mengalami gangguan dalam penggunaan komunikasi non verbal, misalnya kontak mata yang tidak normal, ekspresi wajah yang tidak sesuai atau datar, serta jarang sekali bisa bermain dan berbaur dengan teman sebayanya.

  1. Childhood Disintegrative Disorder

CDD atau Childhood Disintegrative Disorder ini merupakan masalah autisme yang seringkali dikenal dengan istilah infantile autisme, yaitu bentuk autisme yang sudah muncul sejak usia sebelum 2.5 tahun. Biasanya, gejala gangguan autisme pada anak hanya akan terdeteksi pada usia 2 tahun, namun gejalanya baru sebatas ciri – ciri atau karakteristik saja. Sedangkan pada CDD, si anak mengalami masalah perkembangan yang cukup rumit, yaitu kehilangan kemampuan yang sudah dimiliki selama usia 2.5 tahun tersebut.

Mereka yang mengalami CDD biasanya terlihat normal perkembangannya pada 1 hingga 2 tahun pertama. Namun, setelah itu, kemampuan yang sudah dimiliki si anak akan hilang. Misalnya si anak sudah bisa merangkak, mereka yang mengalami CDD ini menjadi tidak bisa dan tidak tahu lagi bagaimana cara untuk merangkak lagi setelah usia 2 tahun / 2.5 tahun.

  1. Rett’s Syndrome

Rett’s Syndrome mirip dengan CDD, yaitu anak yang mengalami gejala ini akan mengalami penurunan fungsi yang sudah pernah dipelajari, dan kemudian mengalami penurunan secara bertahap, sehingga mereka kehilangan kemampuan yang sudah diperoleh. Perbedaannya, Rett’s Syndrome banyak berhubungan dengan kehilangan kemampuan untuk menggunakan tangan, disertai dengan munculnya gejala autisme, dan pertumbuhan atau perkembangan yang melambat dan cenderung degeneratif. Rett’s Syndrome lebih banyak terjadi pada anak perempuan, dan jarang muncul pada anak laki – laki.

Itulah beberapa jenis  dari gangguan autis, yang masuk ke dalam PDD atau Pervasive Developmental Disorder, yang juga seringkali dikenal dengan nama ASD atau Autisme Spectrum Disorder.

By: Eduardus Pambudi

Baca Juga Yuk, Kenali Dan Pahami Autisme Secara lebih Mendalam