Inilah 6 Fakta Penting dari Gangguan Kepribadian Antisosial

Antisocial. Apa yang ada di dalam pikiran anda ketika mendengar istilah ini? simpan dulu pemikiran dan juga pemahaman anda mengenai istilah ini, dan simak beberapa fakta yang tersaji di bawah ini mengenai perilaku antisosial dan juga gangguan kepribadian antisosial :

  1. Gangguan kepribadian antisosial bukan berarti menjauh dari lingkungan sosial

Banyak yang menganggap bahwa yang disebut sebagai antisosial / antisocial merupakan sebuah perilaku dimana mereka yang memilikinya, menarik diri dari lingkungan sosial, dan tidak mau bersosialisasi. Ini adalah sebuah kesalahan besar. Antisosial merupakan sebuah perilaku, yang kemudian dapat menjadi gangguan kepribadian, dimana penderitanya merupakan individu yang secara persisten melakukan atau menunjukkan perilaku yang melawan norma – norma sosial, adat, hukum, dan juga nilai – nilai yang berlaku di dalam masyarakat atau lingkungan sosial.

Jadi, perilaku dan juga gangguan kepribadian antisosial ini berhubungan dengan kepribadian yang sering melakukan pelanggaran terhadap hukum, dan bukan perilaku menghindar dari lingkungan sosial yah.

  1. Gangguan kepribadian antisosial biasanya diawali oleh perilaku antisosial dan perilaku konduksi / conduct disorder yang muncul sejak usia remaja

Gangguan kepribadian antisosial bisa didiagnosis kepada individu, ketika mereka sudah berusia minimal 18 tahun. Meskipun demikian, pola perilaku antisosial ataupun konduksi dan kenakalan remaja sudah bisa terlihat dan didiagnosa sejak individu tersebut menginjak usia remaja.

  1. Gangguan kepribadian antisosial dapat terlihat secara jelas melalui perilaku individu

Beberapa gangguan kepribadian mungkin akan sulit untuk terlihat jelas. Namun demikian, pada mereka yang memiliki gangguan kepribadian antisosial, perilakunya sangat jelas terlihat, seperti misalnya :

  • Tawuran dan sering berkelahi
  • Membunuh
  • Memalak
  • Sering keluar masuk penjara
  • Kabur dari rumah dalam waktu yang lama
  • Sering berbohong
  • Menggunakan nama samara
  • Menghasut dan juga menipu
  • Narkoba dan psikotropika
  • Sering bolos sekolah
  • Melawan otoritas
  • Dan sebagainya

Mereka yang memiliki gangguan kepribadian antisosial menunjukkan perilaku yang tampak atau overt behavior secara jelas dan sangat mudah untuk diidentifikasi oleh siapapun.

  1. Terdapat 7 kriteria diagnostic dari gangguan kepribadian antisosial

Untuk dapat mendiagnosa seseorang dengan gangguan kepribadian antisosial ini, selain melihat perilaku yang tampak ataupun tidak tampak, harus pula disesuaikan dengan 7 kategori atau kriteria dari gangguan kepribadan antisosial, yaitu :

  • Gagal mematuhi norma sosial dengan menghormati perilaku sesuai dengan hukum. Hal ini berhubungan dengan penahanan atau seringnya berhubungan dengan pihak keamanan, seperti polisi
  • Ketidakjujuran, berulangkali berbohong, menggunakan nama samara, dan menipu orang lain untk keuntungan pribadi
  • Impulsive, dan tidak mampu merencanakan masa depan
  • Iritabilitas, mudah tersinggung, dan agresif. Banyak ditunjukkan oleh perkelahian fisik dan juga penyerangan yang berulang kali
  • Secara sembrono mengabaikan keselamatan diri sendiri atau orang lain
  • Terus menerus tidak bertanggung jawab dan gagal mempertahankan perilaku kerja ataupun tanggung jawab lainnya secara berulang kali
  • Tidak menunjukkan adanya penyesalan, acuh tak acuh, serta mencari – cari alasan akan perbuatannya.

Paling tidak, seseorang yang berusia 18 tahun dan menunjukkan 3 atau lebih dari 7 kriteria tersebut bisa dikatakan memiliki gangguan kepribadian antisosial. Selain itu, harus juga terdapat tanda – tanda dari conduct disorder atau gangguan konduksi yang muncul pada usia remaja, sekitar 15 tahun.

  1. Mereka yang memiliki gangguan kepribadian antisosial cenderung manipulative

Yang dimaksudkan dengan manipulative adalah, mereka yang memiliki gangguan kepribadaian antisosial ini cenderung mudah untuk menutup – nutupi kesalahan mereka. sering mebohongi orang lain dalam memberikan cerita, dan menyatakan seolah – olah kesalahan bukan ada pada dirinya. Selain itu, mereka juga cenderung tenang ketika diajak berbicara dan mengobrol, namun di dalam dirinya, terdapat impulsivitas yang bisa saja keluar ketika merasa terancam.

  1. Terapi perilaku cocok untuk membantu menangani mreka yagn memiliki gangguan kepribadian antisosial

Inilah 6 Fakta Penting dari Gangguan Kepribadian AntisosialUntuk memabantu menangani masalah gangguan kepribadaian antisosial, terapi perilaku atau modifikasi perilaku cocok untuk digunakan. Modifikasi perilaku digunakan untuk membantu mereka agar mampu mengurangi perilaku – perilaku yang sifatnya menentang hukum dan merugikan diri sendiri dan orang lain, misalnya kekerasan, tawuran, dan juga perilaku menipu.

Selain itu, untuk menekan impulsivitas, dapat digunakan terapi farmakologi, yaitu menggunakan obat – obatan untuk mengurangi kadar impuls dari dalam tubuh mereka yang mengalami gangguan kepribadaian antisosial.

Itulah 6 fakta – fakta penting mengenai mereka yang memilikigangguan kepribadian antisosial, Semoga kita semua tidak salah kaprah lagi yah dengan definisi antisosial.

Psikologi Mania