Ini Dia Tanda-Tanda Munculnya Depresi Pada Diri Anda

Depresi merupakan suatu kondisi yang muncul diakibatkan oleh kesedihan yang tinggi dan juga seringkali mereka yang merasa depresi merasa bahwa dirinya tidak berharga, tidak berguna, ataupun seringkali kehilangan minat sosial. Tanda Munculnya Depresi banyak hal, mulai karena masalah psikologis, seperti misalnya stress, ataupun faktor lainnya. Baca juga artikel sebelumnya tentang depresi dan masalah gangguan yang menyertainya

Depresi sendiri, apabila tidak mampu ditangani atau dideteksi dengan baik, akan menyebabkan masalah yang lebih buruk lagi, salah satunya adalah suicide idea, alias keinginan untuk melakukan bunuh diri. sudah banyak sekali orang yang mengalami depresi yang seringkali mengalami percobaan bunuh diri.

Depresi juga seringkali mengganggu kesehatan fisik dari mereka yang mengalaminya, karena ketika depresi, bisa jadi selera makan menjadi hilang, dan tidak memiliki waktu untuk makan, karena terlalu sering mengurung diri di dalam kamar misalnya. Jadi, dampak–dampak dari depresi ini banyak sekali, dan bisa dibilang semua dampak dari depresi adalah buruk dan negatif.

Bagaimana Mengetahui Tanda Munculnya Depresi?

Nah, untuk menghindari munculnya masalah yang bertambah parah dan sulit dikendalikan, depresi harus bisa dideteksi sedini mungkin, dan secepat mungkin. Ada beberapa tanda munculnya depresi yang bisa anda amati, atau mungkin anda rasakan sendiri. Berikut ini adalah tanda munculnya depresi :

  1. Adanya disforia atau mengalami disforia

Disforia merupakan kebalikan dari istilah euforia. Apabila euforia berarti senang dan bahagia, maka disforia berarti sedih, suram, tidak berharga, sedih, cemas dan semua emosi negatif lainnya yang berhubungan dengan hal tersebut. Ketika mengalami disforia, biasanya seseorang akan cenderung murung dan juga seringkali mudah merasa putus asa dan juga pesimis dalam menghadapi berbagai macam situasi yang dihadapi olehnya

  1. Aktivitas yang menurun

Sebagai manusia normal. Aktivitas sehari – hari seperti makan, minum, berjalan  jalan, dan aktivitas lainnya adalah hal yang harus dilakukan. Namun bagi orang yang depresi, maka seolah tidak ada minat untuk melakukan aktivitas tersebut. hal ini membuat mereka yang mengalami depresi cenderung “menganggur” karena tidak mau beraktivitas seperti biasa. Ciri ini merupakan ciri yang mudah untuk dikenali, apalagi di lingkungan pekerjaan anda.

  1. Seringkali merasa tidak berharga

Sebagai manusia, maka rasa saling menghargai, dan juga bersyukur akan segala sesuatu adalah hal yang banyak dilakukan. Namun demikian, mereka yang mengalami depresi lebih sering merasa tidak berharga, dan merasa bahwa dirinya sangatlah tidak berguna. Hal ini yang seringkali dirasakan oleh mereka yang mengalami depresi, dan sulit untuk terlihat, kecuali anda bisa berkomunikasi dengan baik dengan mereka yang mengalami hal ini.

  1. Sering merasa bersalah

Sedikit – sedikit merasa bersalah, dan menganggap bahwa dirinya adalah satu – satunya orang yang paling bersalah di dunia ini merupakan tanda munculnya depresi yang bisa anda waspadai. Kebanyakan mereka yang mengalami depresi memang cenderung menyalahkan dirinya sendiri, dan juga merasa bahwa dirinya adalah orang paling bersalah di dunia.

  1. Muncul masalah–masalah fisik

Tidak hanya masalah pikiran, emosi, jiwa dan juga mental saja, mereka yang mengalami depresi seringkali juga mengalami masalah–masalah fisik yang cukup signifikan terlihat. Penurunan berat badan, sering sakit – sakitan, wajah yang pucat, tubuh terlihat kurus dan tirus adalah beberapa tanda–tanda masalah fisik yang biasa muncul pada orang yang mengalami depresi. Namun demikian, anda juga harus membedakan antara orang yang mengalami masalah fisik karena depresi, dengan orang yang mengalami gangguan psikologis lain, seperti gangguan makan misalnya.

Nah, itu adalah beberapa tanda munculnya depresi yang bisa anda amati dan anda rasakan. Apabila anda bisa merasakan salah satunya di dalam diri anda, mungkin anda harus buru – buru mengubah mindset dan juga pola pikir anda supaya tidak benar – benar menjadi depresi.

By: Eduardus Pambudi