Ini Dia Sumber Utama Yang Berpengaruh Dalam Pembentukan Kepribadian Anak Pembentuk kepribadian anak – Dalam membentuk kepribadian, masa kanak-kanak adalah hal yang sangat penting. Meskipun secara psikologi kepribadian, kepribadian seseorang baru akan menetap dan menjadi identitas diri seseorang pada usia remaja akhir hingga dewasa, namun sedikit banyak, kepribadian tersebut sudah mulai terbentuk dan berkembang pada usia anak-anak.

Skinner, salah satu tokoh psikologi kepribadian dan seorang behaviorist mengatakan, “Berikan saya bayi yang sehat dan memiliki perkembangan fisik yang baik, maka Saya akan membuat mereka menjadi seperti apa yang Saya inginkan, mulai dari doktor, pengacara, artis, bahkan menjadi seorang penjahat sekalipun”. Pernyataan Skinner ini secara kuat mengindikasikan bahwa kepribadian anak adalah salah satu hal penting yang dapat membantu atau membentuk kepribadian individu secara utuh di masa remaja hingga dewasa nanti, dan bertahan hingga akhir hidupnya.

Perkembangan pada masa kanak-kanak terdiri dari berbagai macam tahap, dan ada banyak sekali teori perkembangan yang menjelaskan perkembangan seorang anak. Beberapa teori perkembangan tersebut tentu saja akan mempengaruhi kepribadian si anak, dan pastinya akan membentuk kepribadiannya di masa depan. Sebagai contoh, perkembangan psikososial pada Batita (bawah tiga tahun) menurut Papalia, Olds, dan Fieldman (2009) adalah memunculkan kelekatan dengan orangtua, dan rasa percaya (trust) dengan lingkungan baru. Ketika pada masa ini, perkembangan psikosialnya berjalan dengan baik, dengan kata lain seorang Batita mampu mendapatkan kelekatan fisik dan emosional dengan orangtuanya, dan berada di lingkungan yang membuatnya merasa aman, maka sang anak bisa memiliki kepribadian yang lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan baru. Sebaliknya, apabila kelekatan dan trust tidak mampu ter-develop dengan baik, maka si anak di masa depannya kemungkinan bisa mengalami krisis kepercayaan, atau sulit beradaptasi dengan lingkungan baru.

Faktor Pembentuk Kepribadian Anak

Tidak hanya itu, kita juga perlu ingat bahwa faktor lingkungan juga mampu membentuk kepribadian seseorang. Tidak hanya berasal dari keluarga inti (ayah, ibu, saudara), namun juga dari lingkungan tempat tinggal. Ketika seorang anak lahir di lingkungan yang menerapkan pola asuh yang tepat, dan sesuai dengan rentang usia, maka akan terbentuklah kepribadian yang “baik”, dalam artian kepribadian si anak akan berkembang sesuai dengan rentang usia. Berbeda ketika seorang anak lahir di lingkungan kumuh yang kasar dan keras. Hal ini akan membentuk kepribadian anak yang juga kasar dan keras, bahkan kemungkinan untuk menjadi seorang yang “jahat” dan berperilaku antisosial adalah hal yang sangat mungkin terjadi.

Jadi, secara umum kepribadian seseorang menurut pandangan behavior dapat kita bentuk sesuai dengan keinginan kita. Apabila anda ingin anak anda memiliki kepribadian yang baik, mudah beradaptasi, atau ingin memiliki anak yang memiliki kepribadian antisosial, melawan hukum, maka itu semua ada pada diri anda sebagai orang tua dan pengasuh, dan bagaimana anda membantu sang anda mengembangkan kepribadiannya. Bisa dibilang, kepribadian anak anda, berada di tangan anda sebagai orangtua atau pengasuh mereka. By: Eduardus Pambudi

Refrence:

Martin, G & Pear, J. 2015. Modifikasi Perilaku Makna dan Penerapannya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Santrock. 2011. Masa Perkembangan Anak Edisi 11. Jakarta: Salemba Humanika.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. 2009 Human Development Perkembangan Manusia Edisi 10. Jakarta: Salemba Humanika.