Ini Dia Peran Tes Kepribadian dan Psikotes Dalam Proses RekrutmenTes Kepribadian dan Psikotes – Anda pasti sudah sering sekali mendengar adanya tes kepribadian dan psikotes ketika anda sedang mengikuti proses rekrutmen alias seleksi karyawan. Sebenarnya, apa sih peran dan fungsi sebenarnya dari tes kepribadian dan psikotes ini dalam proses seleksi karyawan baru, rekrutmen, ataupun proses asesmen karyawan? Mengapa sepertinya tes kepribadian dan juga psikotes menjadi salah satu hal yang penting, dan bahkan bisa membuat seseorang gagal mendapatkan pekerjaan yang diinginkan?

Tak jarang pula, mereka (calon karyawan) yang memperlihatkan nilai briliyan dengan background yang mapan pun gagal saat mereka mengikuti tes kepribadian. Berikut ini adalah beberapa penjelasan singkat tentang serba-serbi menarik tersebut.

Sebelum beralih ke lebih jauh, yuk mari kita mengetahui terlebih dahulu, apa sih tes kepribadian itu dan apa sajakah yang di gunakan dalam tes kepribadian

Alat Tes Kepribadian dan Psikotes

Alat tes kepribadian biasanya menggunakan sepereangkat alat tes inventori. Tes inventori itu sendiri adalah tes – tes terutama tes yang menggunakan kertas dan juga pensil. Tes inventori merupakan sebuah self report Questionnare, guna menentukan karakteristik – karakteristik dari kepribadian, sikap (attitude), minat (interested), dan juga nilai – nilai (value).

Tes inventori ini sendiri sangatah berguna guna mengetahui beberapa karakteristik kepribadian seperti penyesuaian diri, minat, motivasi, dan juga prasangka. Namun perlu untuk di ingat bahwa alat – alat tes yang digunakan ini umumnya taka da yang memiliki kesempurnaan dan masing – masing dari tes hanyalah menjelaskan beberapa aspek dari aspek kepribadian yang dimiliki seseorang.

Beberapa masalah di dalam tes inventori kepribadian adalah;

  1. Definisi kepribadian yang sedemikian banyak, hingga seleksi yang tepat daripada bermacam – macam definisi kepribadian memerlukan pendasaran yang kuat dalam penggunaan alat tes inventori.
  2. Tes inventori kepribadian tak dapat bersifat culture free. Oleh sebab itulah aspek kultural juga harus dipertimbangkan, dimana padahal nilai – nilai kultur inilah yang selalu berubah. Sedangkan di sisi lain tes ini diharapkan dapat memberikan profil kepribadian stabil
  3. Apabila tes inventori kepribadian ini terlalu sensitive pada perubahan, maka sangat sulit untuk memperoleh realibilitas yang sangat tinggi.

Secara umum tes inventori kepribadian ini memiliki beberapa kelemahan seperti; aitemnya ambigu dan juga perintah tak jelas, subjek ingin menunjukkan sebuah kesan – kesan tertentu pada penguji, kesukaran semantic, dan juga penafsiran yang berbeda atau multitafsir, sikap subjek yang mana tidak kooperatif atau defensive, fakinggood atau tak jujur, acquiescence; apabila aitem yang telah di buat tersebut telah mengarah pada lebih dari satu jawaban – jawaban tertentu.

Meskipun begitu namun penggunaan alat ini memang dirasa masih sangat penting dalam melakukan pengukuran dan melihat kepribadian dari calon karyawan baru.

Sulit Untuk Memahami Kepribadian Seseorang Dalam Waktu Singkat

Harus diakui memang siapa saja untuk Membutuhkan pengalaman dan waktu yang cukup banyak untuk langsung memahami kepribadian seseorang. Bahkan untuk sekelas lulusan sarjana psikologi ataupun profesi psikolog pun menilai kepribadian seseorang tanpa menggunakan alat tes, banyak yang terpengaruh oleh subjektivitas, daripada objektifitas. Terlebih calon karyawan yang di hadapi merupakan calon karyawan yang memiliki hubungan masa lalu. Mantan niyee.

Oleh sebab itulah maka tes kepribadian sebaiknya dilakukan, karena tes kepribadian secara administrasi sudah dianggap reliabel dan bisa diandalkan dalam melihat dinamika kepribadian seseorang. Meskipun memang penggunaan alat tes ini di anjurkan untuk menlakukan komparasi dengan wawancara dan alat tes lainnya.

Paling tidak, tes kepribadian dan psikotes dapat mengungkapkan kepribadian seseorang secara garis besar, dan juga lebih cepat. Dengan menggunakan tes kepribadian dan psikotes, pihak personalia akan lebih mudah untuk menganalisa, dari hasil tes kepribadian dan juga hasil wawancara, apakah orang yang akan menjadi calon karyawan memiliki kepribadian yang tepat untuk posisi tersebut.

Meningkatkan Objektivitas

Se-senior dan se-profesionalnya seorang dalam melihat kepribadian seseorang, tetaplah akan muncul suatu subjektivitas, dimana mereka akan menilai orang lain secara subjektif. Karena itu dibutuhkanlah tes kepribadian dan juga psikotes untuk membantu menjaga objektivitas. Test kepribadian dan psikotes biasanya memiliki prosedur administrasi sendiri, yang memiliki objektivitas tinggi, dibandingkan dengan observasi dan wawancara saja. Karena itulah, untuk menjaga objektivitas pengukuran atau asesmen, terutama dalam proses rekrutmen, tes kepribadian dan juga psikotes sangat dibutuhkan, dan bisa diandalkan.

Mempersingkat Waktu

Meskipun kelihatannya tes kepribadian dan psikotes dalam proses seleksi calon karyawan memakan waktu cukup lama dan melelahkan, namun sebenarnya pemberian psikotes tersebut sangatlah mempersingkat waktu. Paling tidak, proses rekrutmen dan seleksi nantinya akan berjalan lebih cepat dan mudah, dimana pihak personalia akan lebih mudah membuat keputusan dari hasil psikotes tersebut. Tentu saja hal ini akan lebih menghemat waktu, dibandingkan harus melakukan observasi menyeluruh terhadap si calon karyawan tersebut.

Sebagai Bahan Pertimbangan Dalam Proses Rekrutmen

Psikotes dan tes kepribadian juga bisa menjadi suatu bahan pertimbangan dalam proses rekrutmen. Beberapa alat test mampu mengukur hal-hal yang penting di dalam diri seseorang. Misalnya saja seperti MSDT yang mampu mengukur kemampuan manajerial seseorang, atau Pauli yang dapat mengukur kinerja seseorang. Hal-hal seperti ini tentu saja akan menjadi suatu pertimbangan tersendiri dalam proses rekrutmen, sehingga analis nantinya akan lebih mudah menentukan apakah seseorang cocok dengan posisi yang dibutuhkan saat ini.

Dari uraian di atas harapannya kita dapat memahami betapa pentingny peran dari tes kepribadian di dunia industry kerja dan lain sebagainya sebagai perangkat dalam proses rekrutment kerja.

Untuk para calon, sebaiknya dalam mengisi seperangkat alat tes kepribadian tersebut untuk se-sepontan mungkin. Karena hal tersebut akan membuat anda dapat mengeluarkan potensi maksimal dan dapat di nilai secara relevan. Bagi para recruiter, intonasi dalam mengarahkan dan juga penjelasan sebelum memberikan psikotes ataupun tes kepribadian dapat lebih mudah di mengerti oleh para tester.

Nah, itu adalah beberapa peran dari tes kepribadian dan juga psikotes yang biasa digunakan dalam proses rekrutmen atau seleksi karyawan baru. Penggunaan tes kepribadian dan psikotes memang masih efektif, namun penting untuk di ketahui bahwa penggunaan alat tes tersebut haruslah di kolaborasikan dengan proses wawancara dan observasi yang lebih mendalam. Semoga informasi ini bermanfaat bagi anda semua. By : Eduardus Pambudi