Ini Dia Bukti Bahwa Budaya Belajar di Perusahaan Bisa Meningkatkan Kinerja Karyawan

Ini Dia Bukti Bahwa Budaya Belajar di Perusahaan Bisa Meningkatkan Kinerja Karyawan

December 31, 2016 Off By admin

Ini Dia Bukti Bahwa Budaya Belajar di Perusahaan Bisa Meningkatkan Kinerja KaryawanMeningkatkan Kinerja Karyawan – Apabila membicarakan mengenai kinerja karyawan, maka banyak sekali indikator yang mengukur kinerja karyawan itu sendiri, begitu juga dengan apa saja yang bisa membantu meningkatkan kinerja karyawan. Beberapa hal yang umum dan banyak diketahui mengenai hal yang mampu meningkatkan kinerja karyawan, misalnya saja seperti:

  1. Gaji dan bonus karyawan

Gaji dan bonus merupakan salah satu hal utama dalam meningkatkn kinerja karyawan. Bahkan beberapa calon karyawan baru yang hendak masuk ke sebuah perusahaan tertentu, salah satu motif utama ia rela berjibaku dan besaing hingga resign dari perusahaan tempat bekerja sebelumnya adalah gaji dan juga bonus yang akan diterimanya.

Misalkan saja, anda sebenarnya telah diterima di perusahaan a dengan gaji 2 juta rupiah per bulannya ditambah dengan bonus dan tunjangan anda akan mendapatkan pendapatan per bulannya sebesar 5 juta rupiah. Di satu sisi perusahaan lain yang juga menerima anda untuk menjadi karyawannya menawarkan gaji sebesar 3 juta rupiah dengan di tambah beberapa tunjangan dan bonus, sehingga anda mendapatkan pendapatan perbulan sebesar 7 juta rupiah.

Tentu perbandingan gaji dan bonus yang maknyuss tersebut akan membawa anda untuk menilik sistem kerja di perusahaan B dan mengesampingkan sejenak perusahaan A bukan?

  1. Suasana kerja

Setelah anda mengetahui beberpa gaji dan bonus dari perusahaan, langkah selanjutnya yang meningkatkan kinerja karyawan adalah suasan kerja. Suasana kerja menjadi hal yang penting dikarenakan, tak semua orang menyukai suasana kerja tertentu, misalny asaja suasana kerja yang penuh tekanan,atau suasana kerja yang santai.

  1. Beban kerja

Setelah mengetahui suasana kerja yang akan di alami, selanjutnya informasi yang di cari adalah beban kerja dalam perusahaan tersebut. Apakah beban kerja yang anda dapatkan sesuai dengan apa yang anda dapatkan, atau sesuai dengan kemampuan ataukah melebihi kemampuan yang anda miliki.

  1. Job Description yang jelas

Hal mengenai job description yang jelas pun dapat meningkatkan kinerja karyawan di sebuah perusahaan. Hal ini disebabkan oleh karena karyawan tak akan mengalami kebingungan dalam bekerja, yang juga akan semakin meningkatkan produktifitasnya dalam bekerja. Mereka yang tidak memahami jobdesc yang jelas, tak jarang akan mengalami stress dalam pekerjaannya, sehingga produktifitas yang dimilikinya pun tidak maksimal.

  1. Faktor rekan kerja, baik atasan, bawahan, maupun partner kerja

Faktor rekan kerja dan juga atasan merupakan salah satu yang penting, sebagai unsur yang membuat kinerja karyawan menjadi meningkat. Hal ini sebanding dengan para atasan yang selalu mendukung dan rekan karyawan yang dapat diajak kerjasama dengan prestasi yang didapatkan seorang karyawan dalam melakukan pekerjaannya. Tentu hal ini akan terlihat mencolok (prestasi) dengan mereka yang memiliki atasan yang selalu menuntut dan rekan kerja yang tidak kooperatif dalam bekerjasama.

  1. Kepuasan kerja

Kepuasan kerja merupakan sebuah efktifitas ataupun respon emosional terhadap beberapa aspek dari pekerjaan. Perasaan kerja ini dapat dideskripsikan sebagai sebuah perasaan pegawai tentang menyenangkannya atau tidak pekerjaan yang mereka lakukan saat ini.

  1. Dan masih banyak lagi

Ternyata, selain banyaknya faktor yang mampu mempengaruhi dan menjadi prediktor dari meningkatnya kinerja karyawan, ada satu faktor lainnya yang juga tidak kalah penting menjadi hal yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan.

Organizational Learning Culture (OLC)

Organizational Learning Culture (OLC) merupakan suatu sistem yang mendukung proses kerjasama tim, kolaborasi, kreativitas, dan pengetahuan yang memberikan nilai dan arti di dalam organisasi. Secara garis besar, OLC bisa dikatakan sebagai suatu proses belajar, yang tentu saja maknanya berbeda dengan proses manajemen.

Yusuf, Hamid, dkk (2012) mengatakan bahwa OLC dapat disimpulkan sebagai sebuah kebiasaan, perilaku, dan juga sistem yang dibangun atau dikembangkan untuk membuat, memperoleh, menerapkan, dan juga mengatur kemampuan dan pengetahuan seorang karyawan di dalam organisasi, dalam rangka menjaga kontinuitas dari suatu organisasi atau perusahaan.

Jadi, OLC memang merupakan sebuah sistem pembelajaran, seperti layaknya kita bersekolah, suatu perusahaan biasanya memiliki semacam institusi atau lembaga tersendiri yang fokus dalam membangun sistem tersebut. OLC memiliki makna yang jauh lebih kuat dibandingkan masa orientasi karyawan baru. OLC dapat menanam suatu nilai atau ciri khas dari suatu perusahaan di dalam karyawannya.

Nah, Yusuh, Hamid, dkk (2012)  dalam jurnal telah di terbitkan di IOSR Journal of Business and Management dengan judul The Antecedents of Employee’s Performance: Case Study of Nickel Mining’s Company, Indonesia telah membuat sebuah penelitian mengenai kinerja dari karyawan perusahaan tambang yang ada di Indonesia, dimana dalam penelitiannya tersebut memberikan sebuah kesimpulan yang dapat memberikan warna baru dalam faktor yang meningkatkan kinerja karyawan.

Penelitian ini menyatakan bahwa OLC (organizational learning culture ) atau budaya belajar di sebuah perusahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini berarti, adanya suatu budaya belajar khusus dari suatu organisasi atau perusahaan akan mampu mendongkrak kinerja karyawan, dan tentunya akan memiliki dampak yang baik terhadap kelangsungan suatu perusahaan atau organisasi.

Sebaliknya, ketika suatu perusahaan tidak mampu menerapkan suatu sistem pembelajaran yang baik, maka hal ini juga akan menjadi salah satu faktor yang membuat kinerja dari karyawan menjadi menurun. Hal ini bisa masuk akal, karena ketika seorang karyawan mengikuti sistem pembelajaran dari organisasi atau perusahaan, maka karyawan tersebut akan semakin mengenal dan paham dengan budaya organisasi di dalam perusahaan tersebut. hal inilah yang membuat si karyawan bisa “menyatu” dengan perusahaan, dan akan memberikan kinerja yang baik untuk perusahaan atau organisasinya.

Beberapa hal yang didapat dalam belajar akan selalu bermanfaat bagi kehdiupan manusia dalam proses berkembang, terutama dalam budaya perusahaan yang ada. Sebagaimana sumber daya manusia adalah salah satu aset terpenting dalam sebuah organisasi bisnis ataupun non bisnis, sumber daya kompeten yang ada tidak muncul secara instan. Melainkan ia hadir dikarenakan sebuah proses pembelajaran dan belajar secara mandiri.

Budaya belajar pun dapat ditanamkan sejak dini, dimana sejak para calon karyawan direkrut. Bagi para pemegang kebijakan di sebuah perusahaan, langkah yang dapat diadopsi adalah, memeberikan alokasi waktu, dimana para karyawan diminta untuk membaca beberapa penelitian dan perkembangan terkait informasi mengenai pekerjaan yang sedang menjadi fokus utama.

Budaya membaca dan berdiskusi pun sekali-kali waktu pun dapat menjadi solusi penting, dalam meningkatkan nilai para karywan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan.

Meningkatkan kinerja karyawan adalah sebuah proses panjang, ia mungkin dapat didapatkan secara instan dengan mengambil talenta perusahaan pesaing dengan mengiming-imingi bonus dan gaji yang lebih mumpuni. Namun mendidik para karyawan sendiri dengan beberapa pelatihan-pelatihan, selain dapat meningkatkan loyalitas, juga mampu membuat meningkatnya kinerja para karyawan sebuah perusahaan itu sendiri.

Untuk beberapa penawaran kerjasama atau pelatihan dapat menghubungi kontak di psikoma.com dan jangan lupa untuk mencantumkan data lengkap nomer yang dapat di hubungi dan maksud kerjasama.  Semoga bermanfaat. By: Muhamad Fadhol Tamimy