Informasi Seputar Hak Cuti Karyawan Yang Penting Untuk Diketahui

Informasi Seputar Hak Cuti Karyawan Yang Penting Untuk Diketahui

December 29, 2016 Off By admin

Informasi Seputar Hak Cuti Karyawan Yang Penting Untuk DiketahuiInformasi Seputar Hak Cuti Karyawan – Menjadi karyawan di sebuah instansi apa saja, tentu memiliki tantangan dan tekanan tersendiri. Selain tekanan yang di alami oleh para karyawan, tak sedikit pula karyawan yang jenuh dengan pekerjaan yang monton dilakukannya setiap hari.

Jika sudah seperti itu, tentu cuti merupakan salah satu jalan yang dapat di ambil untuk istirahat sejenak dan menenangkan pikiran untuk menumbuhkan kembali gairah dalam bekerja hingga meningkatnya produktivitas dalam bekerja.

Yang menjadi pertanyaan adalah, sudahkah tempat anda bekerja memberikan hak cuti sebagaimana mestinya? Sudahkah tempat anda bekerja telah adil dan menjalankan ketetapan yang di berikan oleh pemerintah mengenai hak cuti karyawan?

Informasi Seputar Hak Cuti Karyawan

Guna menjawab seputar pertanyaan hak cuti karyawan itulah, psikoma, merangkum beberapa informasi mengenai seputar hak cuti karyawan, sebagai bahan rujukan.

  1. Hak Cuti Tahunan

Setiap tenaga kerja memiliki hak memperoleh 1 hari cuti dalam sebulan atau dalam 12 hari di dalam setahun. Jenis cuti dari karyawan ini pun seringkali disebut sebagai cuti tahunan yang telah di atur di dalam pasal 79 dan juga 84 UUK No. 13 Th 2003. Berikut ini adalah beberapa hal pertanyaan yang kerapkali ditanyakan seputar hak cuti karyawan terkait cuti tahunan.

Apa Saja Syarat Untuk Mengajukan Cuti Tahunan?

Jika anda memperoleh sekurang – kurangnya 12 hari cuti tahunan adalah jika anda telah bekerja minimal 12 bulan atau 1 tahun secara terus menerus di dalam perusahaan tersebut.

  1. Hak Cuti Sakit

Jika anda sakit, maka anda pun berhak untuk mendapatkan cuti. Sakit yang dimaksud disini yaitu adalah sakit menurut keterangan dokter. Jadi saat anda mengajukan hak cuti sakit ini haruslah menyertakan surat keterangan sakit dari dokter.

Kelemahan daripada cuti dengan menyertakan surat keterangan sakit dari dokter adalah, rawan untuk di manipulasi, karena sakit ini hanya berdasarkan pada sebuah surat.

Selain itu, jika anda adalah karyawan wanita, anda berhak mendapatkan cuti sakit saat sedang menstruasi. Hak cuti untuk menstruasi ini pun sudah tercantum di dalam undang – undang ketenagakerjaan.

Apa Saja Syarat Mengajukan Cuti Sakit?

Apabila anda sakit baik itu dikarenakan menderita penyakit maupun kecelakaan di luar kantor atau pada saat anda sedang bekerja, maka anda berhak mengajukan surat permohonan untuk cuti sakit yang mana dilampirkan surat keterangan dari dokter. Lama masa cuti ini disesuaikan dengan waktu istirahat yang telah disarankan oleh dokter di dalam surat keterangan yang disertakan.

Berapa Lama Cuti Sakit Untuk Wanita Haid/ Menstruasi?

Dalam pasal 81 ayat 1 telah tertulis jelas bahwasanya karyawan perempuan did alam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan pada pengusahan, tidaklah wajib bekerja pada hari pertama dan juga hari kedua pada waktu haid. Namun memang dalam pelaksanaannya tetap saja di atur lebih lanjut dalam sebuah perjanjian kerja, peraturan perusahaan, maupun perjanjian kerjasama.

  1. Hak Cuti Bersalin Atau Melahirkan

Setiap karyawan perempuan memiliki hak untuk mendapatkan cuti bersalin/ melahirkan. Cuti ini biasanya diambil sebelum, saat dan juga setelah melahirkan. Hak cuti melahirkan ini diberikan agar karyawan perempuan dapat mempersiapkan diri sebelum ia menjalani proses kelahiran dan dapat merawat daripada anak dengan baik setelah ia melahirkan.

Informasi Seputar Hak Cuti Karyawan Yang Penting Untuk Diketahui

Berapa Lama Masa Cuti Melahirkan

Seperti yang tercantum dalam pasal 82 ayat 1 UU Ketenagakerjaan telah disebutkan bahwa karyawan perempuan berhak untuk memperoleh hak istirahat selama 1,5/ satu setengah bulan atau sesuai dengan surat keterangan dokter atau bidan.

Apakah Cuti Tahunan Mengurangi Cuti Melahirkan?

Cuti hami adalah perlindungan bagi para karyawan perempuan. Sedangkan pada cuti tahunan merupakan hak cuti bagi karyawan laki-laki maupun perempuan. Jadi cuti tahunan dan cuti melahirkan merupakan 2 hak yang mana seharusnya diperoleh oleh para karyawan perempuan. Jadi jika anda perempuan dan telah mengambil cuti tahunan, maka anda tetap dapat mengambil hak cuti melahirkan anda. Jadi seharusnya tidak ada pengurangan jatah cuti melahirkan ataupun tahunan.

  1. Hak Cuti Hari Besar

Cuti besar disebut juga dengan istirahat panjang. Istirahat panjang ini adalah cuti yang diperuntukkan bagi para yang telah loyal bekerja selama bertahun – tahun di dalam perusahaan yang sama.

Kapan Anda Mendapatkan Cuti Besar?

Setelah anda memiliki lama masa kerja selama 6 tahun, maka anda berhak untuk mendapatkan cuti besar atau istirahat panajng. Anda pun dapat mengajukan istirahat panjang di tahun ke 7 dan juga ke 8 masing masing selama rentang waktu satu bulan.

  1. Hak Cuti Karena Alasan Penting

Jika anda tak bekerja dikarenakan sebuah alasan penting, maka anda berhak untuk mengajukan cuti. Anda pun berhak aas cuti tidak masuk kerja dikarenakan halangan dan tetap akan mendapatkan hak untuk dibayar penuh. Alasan maupun keperluan penting yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut;

Pekerja menikah, dibayar untuk 3 tiga hari; menikahkan anak mendapat 2 hari; membaptiskan anak, dibayar untuk 2 hari; istri melahirkan atau mengalami keguguran kandungan, dibayar 2 hari; suami atau istri, orang tua atau mertua, anak atau menantu meninggal, dibayar 2 hari; anggota keluarga di dalam satu rumah meninggal, di bayar 1 hari.

  1. Hak Cuti Bersama

Hak untuk mendapatkan cuti brsama ini adalah hak cuti karyawan yang telah diatur oleh pemerintah untuk suatu keperluan masyarakat luas. Cuti bersama ini diberikan pada saat hari kurang efektif di antara libur, maupun akhir pecan atau hari raya besar keagamaan. Peringatan hari besar nasional.

Apakah cuti bersama berpengaruh pada cuti tahunan?

Dalam perhitungan cuti bersama pun telah diatur dalam sebuah suarat edaran dari mentri tenaga kerja dan transmigrasi No. SE.302/MEN/SJ-HK/XII/2010 Thn 2010 tentang pelaksanaan cuti bersama di kantor swasta. Di dalam surat edaran, telah dituliskan bahwa cuti bersama adalah bagian dari pelaksanaan cuti tahunan.

  1. Upah Atau Gaji Di Masa Cuti

Salah satu pasal yang telah mengatur tentang upah ataupun gaji karyawan terdapat di pasal 93 UU Ketenagakerjaan No. 13 Tahun 2003. Di dalam pasal ini pun disebutkan bahwasanya upah tidak dibayar jika karyawan melakukan pekerjaan.

Dalam Kondisi Anda Tetap Di Bayar Meski Tak Masuk Kerja?

Perusahaan akan tetap berkewajiban dalam membayar anda apabila sakit (berdasarkan keterangan dari dokter), sakit karena mestruasi. Selain itu, anda pun akan tetap di bayar meski tak masuk kerja dikarenakan alasan menikah, mengkhitankan, menikahkan, membaptiskan anaknya, istrinya melahirkan ataupun keguguran, suami/istri/menantu/anak/mertua/orang tua/anggta keluarga di dalam satu rumah meninggal dunia.

Jika anda telah menjalankan kewajiban anda terhadap negara, menyelesaikan tugas pendidikan dari perusahaan anda, melaksanakan ibadah, maka seharusnya anda tetap di bayar meskipun tak masuk kerja.

Upah Karyawan Yang Mengambil Cuti Sakit

Jika karyawan mengambil cuti sakit, maka perusahaan harus tetap membayar karyawannya. Untuk masa 4 bulan pertma, karyawan akan tetap di bayar 100% upah penuh. Namun jika masih sakit, maka upah akan di bayarkan sebesar 75% dari upah di masa 4 bulan kedua.

Jika karyawan tidak kunjung sembuh dalam waktu 8 bulan, maka karyawan tersebut tetap berhak memperoleh upah sebesar 50% upah penuhnya. Jika di bulan selanjutnya masih saja sakit maka akan di bayar 25% sebelum dilakukan pemutusan hubungan kerja oleh pengusaha.

Itulah beberapa hal mengenai informasi seputar hak cuti dari karyawan yang penting untuk di ketahui oleh para karyawan. Semoga dapat membuka wawasan anda dan dapat bersikap lebih bijak dalam menghadapi ketidak adilan di tempat kerja. By: Muhamad Fadhol Tamimy