Hati-hati Dengan 5 Ucapan ini Karena Dapat Memperburuk Perkembangan Psikologis Anak

Hati-hati Dengan 5 Ucapan ini Karena Dapat Memperburuk Perkembangan Psikologis Anak

March 1, 2017 Off By admin

Hati-hati Dengan 5 Ucapan ini Karena Dapat Memperburuk Perkembangan Psikologis AnakPerkembangan Psikologis Anak – Anda adalah orang tua yang masih memiliki balita ? Atau ibu yang memiliki putri yang masih usia anak – anak ?

Pernahkan anda berkata sesuatu yang melukai hati buah hati anda ? Seperti apakah contoh kata – kata yang anda lontarkan ?

Awas, hati – hati. Hal ini bisa berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak.

Anak layaknya seperti cerminan diri kita. Beberapa sikapnya sebagian mirip dengan watak kita sebagai orang tuanya. Kadang ketika ia sedikit ‘nakal’ atau ‘keras kepala’, kita sebagai orang tua sebagian banyak yang menjadi kesal. Lalu kemudian spontanlah sebagian dari kita mengatakan kalimat yang sama sekali tidak ingin didengar oleh telinga buah hati kita.

Walaupun hal tersebut tidak baik bagi perkembanganya, namun sayang mulut telah terlanjur untuk mengutarakan hal-hal buruk pada si anak.

Perlu untuk anda ketahui, beberapa perkataan dan kalimat yang tidak mengenakan tersebut ternyata sangat berpengaruh bagi perkembanganya. Terutama bagi perkembangan psikologi anak. Dampaknya yang ditimbulkan cukup besar, bahkan hal tersebut akan dirasakan sang anak sampai ia tumbuh dewasa nanti. Seperti apa sajakah perkataan itu yang buruk tersebut ?

  1. Kenapa sih anak ibu seperti ini ?

Mungkin saat anda kesal, perkataan seperti ini tanpa sengaja akan terlontar didepan anak-anak. Sebenarnya, anda sebagai orang tua tidak bermaksud untuk mengutarakan hal tersebut. Namun bagi diri anak, hal ini di anggap dengan persepsi lain. Ketika anda mengatakan hal tersebut, maka anak merasa bahwasanya sang ibu telah menyesal sudah melahirkan dirinya ke dunia. Lantas anak pun akhirnya merasa bahwa dirinya tidak berguna. Kehadirannya justru menyusahkan orang tua saja.

  1. Membandingkan dengan anak orang lain

Hal ini pun memang sebenarnya adalah masalah yang sepele, bagi orang dewasa. Namun membandingkan diri anak dengan orang lain hanya akan membuat diri anak menjadi down dan tidak percaya diri. Dengan perkataan tersebut maka, hal ini akan dirasakannya sebagai sebuah pembanding yang membuatnya merasa tidak memiliki kelebihan, dan akhirnya anak jadi minder. Perlu anda ketahui, bahwa setiap anak memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Inilah yang harusnya dapat dimaklumi dan di pahami sebagai orang tua.

  1. Kamu bodoh. / Kamu tolol

Saat anak diajari sesuatu, kadang ia harus lama menangkap maksud dari anda. Bahkan anak susah sekali untuk paham dari pengajaran yang anda berikan. Lantas anda mengatakan bahwa anak bodoh atau tolol. Anak yang mendengar ini akan merasa bahwa dirinya memang tidak bisa apa – apa. Sehingga ia melabeli diri, bahwa dirinya adalah anak yang tolol, anak yang bodoh. Hal ini akan membuat anak semakin tidak PD

  1. Kamu nakal

Saat anak diminta tidur, ia malah bermain dengan temannya. Tanpa memperhatikan perintah orang tua. Lantas, anda menyebutnya sebagai ‘nakal’ karena tidak mau mengikuti perintah anda. Perlu anda tahu, memberi label anak nakal bagi anak adalah hal yang memalukan. Seperti ia adalah anak yang menyusahkan dan hanya bisa berbuat keonaran bagi orang tuanya. Setelah anak mendapat label ini, bukan semakin baik tapi malah menjadi lebih buruk.

  1. Memarahinya didepan umum

Pernahkah anda memarahi anak didepan umum ? Saat di sekolah, di rumah makan, di mall, atau ditempat umum manapun ? Bagaimana reaksi anak ? Apakah menurut ? Perlu anda perhatikan, bahwa memarahi anak didepan umum justru melukai harga dirinya. Anak tentu merasa malu. Hendak menangis, hendak menahan marah, dan sebagainya. Jika dibiasakan, ini akan menjadi buruk bagi perkembangan psikologis anak

Itulah beberapa perkataan yang bisa merusak harga diri anak. Usahakan jangan dilakukan dan dikatakan pada anak langsung. Anda akan melukai harga dirinya. Pasti anda ingin tampak baik didepan orang lain, tampak tidak ada masalah didepan orang. Sama dengan anak. Ia juga ingin tampak baik didepan umum dan tidak ingin dipermalukan.

Agar kita dapat menjadi orang tua yang lebih bijak, perlu untuk memahami perkembanganya. Salah satu hal yang bijak adalah saat kita memahami usia perekembangan anak dari sudut pandang psikologi. Anda dapat mendapatkan buku Psikologi Perkembangan dengan memesan di toko psikoma. Semoga Bermanfaat. Psikologi mania