Berjudi Bisa Menjadi Gangguan PsikologisAnda pernah berjudi? Atau minimal melakukan pertaruhan dalam jumlah yang kecil. Tahukah anda, ternyata berjudi bisa menjadi gangguan psikologis juga. Namun tentu saja berjudi yang tidak dilakukan setiap hari atau jangka waktu yang intens belum bisa dikatakan sebagai suatu gangguan psikologis.

Berjudi sendiri banyak dikatakan sebagai kegiatan bertaruh, bisa menggunakan uang ataupun alat lainnya. Berjudi banyak dilakukan di berbagai lokasi, dan berbagai negara, dan biasanya juga diikuti oleh berbagai rentang usia, kebanyakan usia dewasa.

Berjudi bisa menjadi gangguan psikologis

Judi Sebagai Gangguan Psikologis

Terdapat satu gangguan psikologis bernama judi patologis. Judi patologis merupakan istilah yang diberikan kepada perilaku berjudi yang masuk ke dalam kategori gangguan psikologis. Judi patologis adalah perilaku judi maladaptif, yang berulang dan terjadi secara terus menerus.

Jadi, mereka yang berjudi secara terus menerus, dan sudah menjadi kebiasaan hidup tanpa memperdulikan jumlah harta yang dihabiskan, bisa dikategorikan ke dalam gangguan judi patologis ini. Tentu saja di Indonesia, perilaku seperti ini cukup banyak terjadi, meskipun banyak yang tidak terdeteksi sebagai perilaku judi patologis.

Banyak orang hanya menganggap bahwa judi hanyalah judi, tanpa adanya gangguan psikologis di dalam diri orang tersebut. Namun ternyata, Inilah yang dikenal dengan nama gangguan psikologis bernama judi patologis.

Ciri-Ciri Dari Gangguan Judi Patologis

Tentu saja ketika anda melakukan judi, belum tentu anda langsung didiagnosa sebagai orang yang memiliki gangguan psikologis ini. Ada beberapa ciri khusus yang bisa membuat anda dianggap sebagai orang yang memiliki gangguan psikologis dalam hal berjudi. Berikut ini adalah ciri-ciri dari gangguan judi patologis :

  1. Terlalu fokus pada kegiatan berjudi, misalnya saja membayangkan perilaku judi di masa lalu, keinginan untuk berjudi di masa yang akan datang. Seringkali berpikir “Ah, besok harus ikutan berjudi nih” atau seringkali merencanakan dan memikirkan bagaimana cara mendapatkan uang untuk berjudi.
  2. Kebahagiaan dan juga harta yang diinginkan selalu diperoleh dengan cara melakukan judi, bukan dengan pekerjaan lainnya
  3. Meskipun ada niat untuk berhenti, niat tersebut selalu gagal dan sulit untuk dilaksanakan, sehingga mereka sangat sulit untuk berhenti berjudi
  4. Menggunakan judi sebagai pelarian dari masalah, misalnya sedang stress dan bad mood, atau sedang mengalami masalah pekerjaan
  5. Selalu mengejar kekalahan, dimana ketika mereka kalah dalam berjudi, maka mereka pasti akan datang kembali keesokan harinya untuk membalas kekalahan mereka dan berniat untuk menang pada hari itu
  6. Berbohong ketika ditanya keterlibatannya dalam perilaku berjudi kepada siapapun
  7. Melakukan tindakan ilegal dan melawan hukum supaya bisa mendapatkan uang dan harta untuk berjudi, seperti misalnya membunuh, berjudi, memalak, dan sebagainya
  8. Kehilangan dan mengorbankan banyak hal karena berjudi, misalnya seperti karir, keluarga, sekolah, pendidikan, kehilangan relasi dengan teman dekat dan sebagainya.
  9. Merasa gelisah dan tidak tenang apabila tidak melakukan tindakan perjudian.

Nah, itu adalah beberapa ciri – ciri dari gangguan berjudi patologis. Nah, ternyata, berjudi bisa menjadi gangguan psikologis juga ya. Hati – hati, jangan sampai anda mengalami hal ini, karena gangguan ini bisa berdampak buruk bagi kehidupan anda kelak.

By: Eduardus Pambudi