Hal – Hal yang Perlu Anda ketahui mengenai Obsessive Compulsive Personality DisorderObsessive Compulsive Personality Disorder atau disingkat sebagai OCPD, yang dalam bahasa Indonesia dikeal dengan nama Gangguan Kepribadian Obsesif Kompulsif adalah sebuah jenis gangguan kepribadian, dimana individu yang mengalami hal ini cenderung terlalu perfeksionis dan sangat kaku dalam hidupnya. Diagnosa mengenai OCPD ini terdapat di dalam pedoman diagnostic, alias DSM, dimana terdapat beberapa kriteria yang menunjukkan bahwa seseorang memiliki gangguan OCPD. Berikut ini adalah beberapa kriteria yang membuat seseorang bisa didiagnosa mengalami OCPD :

  1. Preokupasi pada sesuatu yang rinci, daftar – daftar, urutan, susunan dan juga jadwal – jadwal dalam tiap aktivitas
  2. Menunjukkan perfeksionisme yang tinggi, namun perfeksionisme ini malah bisa menghambat tugas

Salah satu contoh yang paling konkret adalah ketika mereka yang mengalami OCPD harus menyelesaikan skripsi. Mereka yang memiliki gangguan OCPD ini akan terfokus pada detail – detail skripsi, mulai dari harus mencari bahan yang sesuai, harus memilki buku untuk daftar pustaka, mencari detail tahun penerbitan buku yang sama, nama tokoh yang harus sama. Hal ini akan membuat orang dengan gangguan OCPD akan membutuhkan waktu yang sangat lama hanya untuk melengkapi detail – detail seperti itu.

  1. Setia pada pekerjaan dan juga produktivitas secara berlebihan, dimana hal ini tidak disebabkan oleh kebutuhan ekonomi yang besar.

Ketika seorang karyawan lembur, maka motif karyawan selain karena tanggung jawab, juga karena mendapatkan uang lembur tambahan (dari absensi). Nah mereka yang mengalami OCPD, tidak peduli dengan uang tambahan, ada kalanya mereka membawa pekerjaan mereka ke rumah, dan mengerjakannya hingga selesai, tanpa mempedulikan orang rumah, ataupun tambahan uang yang akan diperoleh nantinya.

  1. Terlalu berhati – hati, tidak fleksibel, kaku, rigid, tentang masalah moralitas, etika, dan juga nilai – nilai
  2. Tidak mampu membuang benda – benda yang tidak memiliki nilai sama sekali, dan tidak berguna. Misalnya saja bolpen murahan yang sudah tidak bisa digunakan, akan tetap disimpan, bukan karena malas membuang, namun karena ingin menyimpannya saja.
  3. Enggan untuk melakukan pendelegasian tugas atau bekerja dengan orang lain, kecuali ada orang lain yang tunduk dan mau diatur
  4. Memiliki gaya belanja yang kikir, cenderung pelit dan menganggap bahwa uang harus ditimbun untuk rencana masa depan
  5. Cenderung kaku dank eras kepala

dari 8 ciri – ciri atau kategori tersebut, seseorang bisa disbut sebagai individu yang mengalami gangguan kepribadian obsesif kompulsif alias OCPD ketika mereka telah menjalani pemeriksaan (assesmen) dan menunjukkan 4 atau lebih dari 8 kategori tersebut. Apabila anda mungkin mengenal orang – orang dengan ciri tersebut, atau bahkan anda sendiri memiliki beberapa ciri dari kategori tersebut, namun belum mencapai 4 atau lebih kategori, hal tersebut bukan termasuk ke dalam gangguan OCPD (Obsessive Compulsive Personality Disorder). Anda atau orang tersebut mungkin hanya memiliki ciri – ciri kepribadian obsesif kompulsif, dan tidak sampai mengalami gangguan.

Selanjutnya ->