Hakikat Orang Yang Berilmu

Hakikat Orang Yang Berilmu

December 11, 2017 Off By Admin

Hakikat Orang Yang BerilmuHakikat Orang Yang Berilmu– Di suatu waktu agu menghadiri diskusi yang digagas oleh salah satu televisi swasta. Dengan didampingi rekan yang kebetulan satu jadwal untuk diundang untuk mewakili suara dari sematan label yang dialamatkan terhadap mereka. Tentunya sebuah stasiun televisi memiliki beberapa pertimbangan sendiri mengapa memilih abu dan kawan-kawannya untuk di ikutkan dalam sebuah diskusi yang memiliki satu fram untuk menyatukan bangsa.

Jika ditarik kebelakang memang sosok agu sangat getol mengkritisi orang-orang yang tak sejalan dengan dirinya bahkan kelompoknya. Di media sosial kerap ia memberikan statement yang nyaris tanpa ampun, dan cendrung sesumbar untuk mengalahkan lawan-lawannya.

Tak cukup sampai disitu saja, dengan tingkah pongah yang di rekam dan di upload di media sosial ia dengan percaya diri menantang berdebat dengan salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak debat internasional dalam segi perbandingan.

Singkat cerita dalam debat yang dimulai dengan seru tersebut tibalah giliran agu untuk memberikan statement. Dengan berapi-api ia menyampaikan pendapatnya, dan tentu saja dengan gayanya yang khas dan konsisten mengkritisi yang tak sepaham dengannya. Ia sajikan opini, dan data yang entahlah ia mendapatkan dari mana. Yang jelas ia percaya diri.

Tiba giliran kubu yang sering ia kritisi dengan garang di media sosial untuk berbicara dan memberikan tanggapannya. Ia memulainya dengan tenang. Satu persatu disapa dengan tutur halus. Hingga pada suatu momen ia berhasil membuat seseorang yang mengritisinya dengan sesumbar tak berkutik karena di sodori fakta yang membantahkan apa dituduhkan kepadanya. Bahkan kesoktauan dari sosok yang sesumbar tersebut justru membuatnya semakin terlihat bodoh. Hingga ia hanya mampu mendelik bak orang kesurupan tanpa tau harus ngomong apa.

Hakikat Orang Yang Berilmu

Saudaraku yang budiman, kisah di atas layaknya menjadikan sebuah pelajaran bagi kita semua. Bahwa sesumbar terkadang menghancurkan. Ia menjadi racun tanpa kita tau ia kan mematikan. Belum-belumm ia menantang sang ahli debat perbandingan internasional, ia sudah keok dahulu melawan sosok lokal.

Diibaratkan sebuah senjata ia adalah senjata yang kelak kan membunuh tuannya sendiri. Tentu tidak ada orang yang menyenangi sosok yang sering mengumbar kesombongan dengan merendahkan orang yang lainnya. Bahkan seorang tokoh pun akan terlihat hancur manakala ia mulai merendahkan orang lain.

Maka ada pepatah yang mengatakan bahwa semakin orang memahami sebuah ilmu maka ia akan semakin merasa tidak tau. Begitu ketawad’uan nan rendah hati dari seorang berilmu menjadikan dirinya berhati-hati untuk berlaku sombong memamerkan keilmuannya.

Hal berbeda ketika ada seseorang yang memintanya diajari olehnya suatu masalah, tentulah sang berilmu akan dengan senang hati untuk membagikan apa yang ia tau. Karena orang yang berilmu akan memahami dalam konteks apa ia sebaiknya mengajarkan dan konteks apa yang mengharuskan mereka diam.

Begitu mulianya orang yang berilmu sampai filosofinya pun tercermin dalam sebuah padi. Dimana ia semakin berisi ia akan semakin merunduk. Dan kita perlu ingat bahwa hakikat orang yang berilmu akan bermanfaat bagi sekitar dan orang lain. Dan orang yang sesumbar hanya akan menyakiti orang lain. wallahualam bishawab. By: Muhamad Fadhol Tamimy