Gejala – Gejala SkizofreniaIndividu dengan Gejala Skizofrenia biasanya mendengar suara-suara yang tidak didengar orang lain. Beberapa penderita bahkan menyakini bahwa orang lain membaca pikiran mereka, mengendalikan bagaimana mereka berpikir, atau merencanakan hal yang jahat terhadap mereka. Pada pasien yang menderita skizofrenia akut, hal ini membuat mereka menjadi panik dan menyendiri.

Gejala dan tanda-tanda skizofrenia sendiri bervariasi, tergantung pada masing-masing individu. Gejala-gejala tersbeut diklasifikasikan menjadi empat kategori, yaitu gejala positif seperti delusi, gejala negatif seperti acuh pada orang lain, gejala kognitif seperti memiliki konsentrasi yang buruk, dan gejala emosional seperti tidak mampu menunjukan simpati.

Berikut ini adalah Gejala Skizofrenia:

  1. Delusi – Pasien skizofreni merasa teraniaya, sekaligus merasa tidak berdaya. Dia mungkin merasa bahwa ada aktor di luar sana yang mengendalikan segala Mereka juga mungkin berpikir bahwa mereka memiliki kekuatan dan bakat yang luar biasa. Beberapa pasien dengan skizofrenia dapat menyembunyikan perasaan dan pemikiran dari banyak orang untuk melindungi diri dari penganiayaan yang hanya ada dalam khayalan mereka.
  2. Halusinasi – mendengar suara-suara, melihat, merasakan, mencicipi, atau berbau hal-hal yang sebenarnya tidak ada atau tidak terjadi, tapi tampak sangat nyata untuk pasien.
  3. Gangguan berpikir – penderita bisa melompat dari satu hal ke yang lain tanpa alasan yang logis, yang membuatnya sulit untuk diikuti. Apa yang dikatakan pasien mungkin kacau dan membingungkan. Dalam beberapa kasus, pasien percaya bahwa seseorang memainkan pikirannya.

Gejala Skizofrenia lain yang mungkin meliputi:

  1. Kurangnya motivasi – pasien lupa melakukan kegiatan rutin, seperti mencuci dan memasak. Karena itu, sangat pentng bagi kerabat atau teman dekat untuk memahami bahwa hal ini terjadi karena sakit, dan tidak ada hubungannya dengan kemalasan.
  2. Miskin emosi – mereka salah menempatkan diri untuk menanggapi sagal sesuatu, seperti salah tempat untuk tertawa atau bersedih.
  3. Menarik diri dari lingkungan sosial – pasien dengan skizofrenia yang menarik diri secara sosial sering biasanya karena dia percaya bahwa seseorang akan menyakiti mereka. Alasan lain bisa diakibatkan ketakutan berinteraksi dengan manusia lain karena keterampilan sosial yang buruk.
  4. Tidak menyadari penyakitnya – halusinasi dan delusi tampak begitu nyata bagi pasien, banyak dari mereka yang bahkan tidak percaya kalau mereka sakit. Mereka mungkin menolak untuk berobat yang sangat bisa membantu mereka karena takut efek sampingnya.
  5. Kesulitan kognitif – kemampuan pasien untuk berkonsentrasi, mengingat hal-hal, merencanakan ke depan, dan untuk mengatur dirinya sendiri sangat menurun.  Baca Juga