Gejala Awal Gangguan Psikologis Pada Remaja

Gangguan psikologis pada remaja bukanlah suatu gangguan medis yang bisa dikategorikan sebagai penyakit ringan. Masa remaja merupakan fase awal bagi setiap individu dalam melewati setiap tahapan perkembangan dimana nantinya akan membentuk sikap serta kepribadian anak. Pada umumnya setiap anak akan mengalami perubahan sikap yang hanya bersifat sementara, namun perlu diwaspadai juga perubahan sikap tersebut bisa jadi merupakan gejala awal dari adanya gangguan psikologi pada diri remaja.

Gejala Awal Gangguan Psikologis Pada Remaja

Hal ini diperkuat dengan penelitian medis yang menyebutkan bahwa masa remaja merupakan salah satu masa yang rentan terhadap gangguan psikologi. Bahkan riset yang dilakukan oleh lembaga pencegahan penyakit di Amerika juga menyebutkan bahwa satu banding lima anak dinegara tersebut mengalami gangguan psikologis yang berdampak pada kondisi mental anak. Untuk itu, sangat penting bagi kita mengetahui apa saja gejala atau tanda-tanda awal remaja yang berpotensi mengalami gangguan psikologis berikut ini :

  1. Waspada Ketika Suasana Hati Mudah Berubah

Remaja pada umumnya masih sangat rentan mengalami perubahan suasana hati. Beberapa hal sepele bahkan mendadak bisa membuat seorang remaja merasa senang bahkan sedih seketika. Tidak dapat dipungkiri bahwa masa remaja masih belum mampu mengontrol diri dari perubahan suasana hati. Satu hal yang sangat perlu diwaspadai yakni ketika remaja mengalami perubahan suasana hati tanpa alasan yang jelas.

  1. Mudah Down atau Gembira Dalam Waktu yang Lama

Salah satu ciri atau tanda – tanda adanya gangguan psikologis yakni remaja seringkali mengelami perubahan suasana hati yang berlangsung cukup lama. Kondisi ini biasanya akan membuat remaja menjadi sangat depresi bahkan bahagia yang berlebihan tanpa adanya alasan yang jelas. Apabila gejala ini terus  berlangsung pada remaja, maka akan sangat berpotensi disebut sebagai gejala penyakit bipolar.

  1. Sulit Berkonsentrasi

Remaja yang mengalami gangguan psikologis biasanya akan tidak akan mudah untuk memusatkan perhatiannya pada suatu hal yang kurang menarik baginya. Bahkan seorang remaja yang kesulitan untuk berkonsentrasi pada hal – hal ringan dapat dikategorikan sebagai gejala depresi. Hal ini tentunya akan berdampak pada prestasi akademik yang menuntut adanya konsentrasi tinggi dalam memecahkan permasalahan secara teoritis.

  1. Merasa Ketakutan dan Selalu Cemas

Setiap anak tentunya mempunyai pandangan menakutkan mengenai suatu hal bukan? Tidak jarang kondisi ini juga akan terus berlangsung hingga anak menginjak usia remaja bahkan ada juga yang terbawa hingga dewasa. Orang tua harus lebih jeli dalam melihat ketakutan anak yang wajar dan kurang wajar.

Seseorang yang mengalami gangguan psikologis cendeung membangun ketakutannya sendiri dengan membayangkan hal-hal mengerikan dialam bawah sadarnya. Pada akhirnya ketakutan tersebut akan memicu munculnya rasa was-was atau khawatir secara berlebihan. Tentunya kondisi ini akan menyulitkan anak dalam bersosialisasi dengan lingkungan sekitar serta melaksanakan aktivitas seperti kebanyakan anak lainnya.

  1. Oppositional Defiant Disorder

Istilah diatas merupakan gejala yang menunjukan adanya perilaku membangkang dari setiap remaja. Pembangkangan ini pada umumnya merupakan suatu hal yang wajar dialami oleh setiap anak dalam fase perkembangan dan kematangan emosi. Namun apabila perilaku membangkang ini terjadi dalam kurun waktu yang lama maka sebaiknya orang tua segera membawa anaknya kepada psikiater untuk mendapatkan penanganan yang benar. Semoga Bermanfaat … By : Nurus Syarifatul ‘Aini