Gangguan Kepribadian schizotypal. Dari 3 bentuk gangguan kepribadian yang aneh atau bizarre, gangguan kepribadian schizotypal adalah gangguan kepribadian yang paling aneh. Gangguan kepribadian ini memiliki ciri mirip seperti gangguan psikotik skizofrenia. Yang membedakan, adalah gangguan ini merupakan gangguan kepribadian, yang artinya cenderung menetap. Gangguan kepribadian schizotypal ini sepertinya merupakan gangguan kepribadian yang paling jarang ditemui, karena data menunjukkan haya 3 persen dari populasi saja orang yang mengalami gangguan ini.

Kriteria diagnostic dari gangguan kepribadian schizotypal

Ini Dia Gangguan Kepribadian yang Paling AnehDSM memberikan beberapa hal penting yang menjadi kategori dari penegakan diagnostic atas gangguan kepribadian schizotypal ini. berikut ini adalah beberapa kategori dari gangguan tersebut :

  1. Ideas of Reference atau gagasan mengenai diri sendiri, mirip seperti yang muncul pada gangguan kepribadian paranoid
  2. Keyakinan yang aneh, atau pikiran magis yang mempengaruhi perilaku yang tidak sesuai dengan norma kultural, misalnya keyakinan akan dirinya sebagai orang yang memiliki telepati, indera ke-enam, dan sebagainya. Hal in iperlu dibuktikan dengan asesmen lebih lanjut mengenai kemampuannya tersebut.
  3. Pengalaman persepsi yag tidak lazim, seperti misalnya ilusi tubuh
  4. Pikiran dan juga cara berbicara yang aneh
  5. Ide ide paranoid yang sering muncul
  6. Afek yang tidak sesuai, dan juga terbatas
  7. Perilaku dan penampilan yang aneh, eksentrik, dan janggal
  8. Tidak memiliki teman akrab yang dipercaya
  9. Kecemasan sosial yagn berlebihan

Secara umum, memang mereka yang mengalami gangguan schizotypal sangatlah mirip dengan mereka yang mengalami gangguan skizofrenia. Yang membedakan hanyalah pada merekayagn mengalami gangguan kepribadian schizotypal tidak menunjukkan simtom – symptom yang mengarah kepada psikosis.

Bagaimana gangguan kepribadian schizotypal bisa muncul?

Ini Dia Gangguan Kepribadian yang Paling AnehSama seperti kebanyakan gangguan kepribadian lainnya, gangguan kepribadian schizotypal ini tidak memiliki penyabab yang pasti. Salah satu hal yang mencerahkan adalah, gangguan kepribadian schizotypal ini bisa muncul pada mereka yang memiliki gen atau garis keturunan skizofrenik. Selain itu, munculnya gangguan kepribadian schizotypal ini belum dapat dipahami lebih lanjut lagi.

Bagaiamana orang – orang melihat mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizotypal?

Orang – orang mungkin akan melihat mereka yang megnalami gangguan kepribadian schizotypal sebagai orang yang :

  1. Super duper aneh dan nyentrik
  2. Pembicaraan yang asal dan tidak nyambung sama sekali
  3. Sering berdandan yang aneh dan tidak biasa, misalnya menggunakan Koran untuk pakaian, atau menggunakan karet gelang si seluruh lengan dan kakinya
  4. Sering memiliki kecurigaan yang besar, seperti mereka yagn paranoid
  5. Sering mengaku – ngaku sebagai orang pintar, nabi, ataupun memiliki indera keenam tanpa adanya pembuktian yang sah. (saat ini, mereka yang benar – benar memiliki kemampuan mistis ataupun supernatural alias gifted sudah dapat dideteksi dan terlihat kemampuannya).
  6. Afek yang datar, misalnya tertawa, namun eksresinya sedih
  7. Suka berbicara sendiri

secara general, orang – orang baik awam, maupun yang memahami psikologi akan menganggap bahwa mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizotypal ini seperti orang yang mengalami gangguan skizofrenia, alias sering disebut sebagai orang gila.

Penanganan bagi mereka yang mengalami gangguan kepribadaian schizotypal

Ini Dia Gangguan Kepribadian yang Paling AnehSecara umum, banyak praktisi yang mengatakan bahwa gangguan kepribadian schizotypal ini merupakan premorbid atau awal dari munculnya gangguan skizofrenia. Mereka yang menderita gangguan kepribadian schizotypal, yang “tidak sampai” pada gangguan skizofrenia banyak melakukan bunuh diri , dimana 10% dari populasi schizotypal melakukan hal tersebut.

Terapi pada mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizotypal cenderung rumit. Penanganan perilaku bisa dilakukan sama seperti mereka yang mengalami schizoid. Namun untuk waham dan juga pikiran – pikiran “aneh” pada schizotypal harus dihadapi dengan sabar, mulai dari menerima pikiran – pikiran mereka (seperti tidak mentertawakan ritual – ritual tertentu yang dlakukan mereka), serta melakukan pemberian obat – obat antipsikosis untuk membantu menurunkan masalah pikiran tersebut. by: Eduardus Pambudi