Gangguan Kepribadian SchizoidSchizoid merupakan salah satu gangguan kepribadian yang masuk ke dalam kategori aneh, yang mana merupakan satu kategori dengan gangguan kepribadian paranoid dan juga schizotypal. Gangguan kepribadian schizoid ini merupakan gangguan kepribadian, dimana mereka yang mengalami gangguan ini cenderung menarik diri dari dunia sosial dalam waktu yang lama. Penarikan sosial ini disebabkan oleh tidak adanya minat untuk interaksi sosial, dan bukan disebabkan oleh trauma ataupun karena fobia sosial.

Bagaimana mendiagnosa mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizoid?

checklist-1266989_1280

DSM mengklasifikasikan beberapa macam kategori yang menjadi pedomana dalam melakukan diagnosis terhadap mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizoid. Berikut ini adalah kategori – kategori tersebut :

  1. Tidak memiliki minat ataupun menikmati hubungan dekat, termasuk di dalamnya adalah menjadi bagian dari sebuah keluarga
  2. Hampir selalu memilih aktivitas seorang diri
  3. Memiliki sedikit, bahkan tidak sama sekali pengalaman se__ks__ual dengan orang lain
  4. Sedikit merasakan kesenangan
  5. Tidak memiliki teman dekat yang dipercaya
  6. Cenderung terlihat tidak acuh terhadap pujian ataupun kritik dengan orang lain
  7. Menunjukkan kedinginan emosi, dan juga afektivitas yang datar

Gangguan kepribadian ini muncul dan terutama bukan merupakan bagian dari kemunculan beberapa gangguan psikologis ataupun gangguan mental lainnya, seperti misalnya :

  1. Skizofrenia
  2. Gangguan mood dengan ciri – ciri psikotik
  3. Masalah mood dan afeksi
  4. Gangguan perkembangan pervasive
  5. Bukan merupakan efek dari penggunaan obat – obatan dan medikasi

Apa yang dilihat oleh orang – orang ketika bertemu dengan mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizoid?

Ketika bertemu dengan mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizoid, biasanya kebanyakan orang melihat bahwa mereka adalah orang yang :

  1. Penyendiri secara ektrem
  2. Tidak pernah mau bergaul
  3. Introvert
  4. Muda sakit dan lemah
  5. Mengucilkan diri sendiri
  6. Topik berbicara yang tidak lazim dan membingungkan

Meskipun sering dianggap sebagai orang yang penyendiri, namun bukan berarti mereka yang penyendiri adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian schizoid. Orang yang mengalami gangguan kepribadian yang schizoid adalah mereka yang sama sekali tidak memiliki minat terhadap aspek sosial. Dalam kata lain, gangguan kepribadian schizoid adalah jenis kepribadian introvert yang sangat ekstrim, dan tidak mau melakukan hubungan sosial (introvert yang normal masih memiliki minat sosial yang tinggi).

Gangguan kepribadian schizoid bukan merupakan bentuk dari fobia

Mungkin banyak yang menyimpulkan, kalau begitu, gangguan kepribadian schizoid ini sama dengan fobia sosial dong? Ternyata bukan. Gangguan kepribadian schizioid sama sekali tidak ada hubungannya dengan fobia sosial.

Fobia sosial merupakan sebuah kondisi kecemasan dimana seseorang mengalami rasa takut dan cemas yang berlebihan terhadap situasi sosial tertentu. Dalam hal sosialisasi, mereka yag mengalami fobia sosial mampu berinteraksi dengan baik, namun membutuhkan pendampingan ketika harus masuk ke dalam lingkup sosial yang lebih luas, misalnya berpidato, pergi ke stasiun ataupun tempat keramaian, dan sebagainya.

Berbanding 180 derajat, mereka yang mengalami gangguan kepribadian schizoid, sama saekali tidak memiliki minat terhadap interaksi sosial. Mereka menarik diri dari lingkungan sosial, bukan karena merasa takut dan cemas, namun memang murni karena tidak memiliki minat terhadap sosial. Mereka lebih cenderung mengurung diri, tidak keluar rumah dan malas dalam hal sosial.

Penanganan pada mereka yag mengalami gangguan kepribadian schizoid

Hal paling penting yang mampu membantu orang yang mengalami gangguan kepribadian schizoid ini lebih kepada terapi perilaku. Mereka yang mengalami ganguan kepribadian schizoid membutuhkan waktu yang lama untuk membiasakan diri dengan terapi. Usahakan terapi dilakukan oleh orang yan sangat dekat. Membangun rasa kepercayaan sangat penting dilakukan, sama seperti ketika melakukannya pada mereka yang memiliki gangguan kepribadian paranoid. Terapi mungkin tidak akan merubah kepribadiannya, namun mampu mengurangi symptom, misalnya minat sosialnya menjadi lebih baik. By: Eduardus pambudi