Saat ini, siapa yang tidak kenal denga istilah narsis? Banyak yang mengatakan bahwa ketika kita sering bersolek dan juga mempercantik diri adalah suatu bentuk ke-narsisan. Tapi, apakah betul bahwa sering bersolek dan mempercantik diri adalah bentuk narsis dan masuk ke dalam gangguan kepribadian narcissistic? Mari kita lihat lebih dekat mengenai ciri – ciri dan juga kategori dari gangguankepribadian narcissistic :

  1. Memiliki rasa kepentingan diri yang besar, misalnya saja melebih – lebihkan kesuksesan diri sendiri, dan berharap agar dirinya terlihat wah dan superior dalam hal prestasi atau pencapaian
  2. Preokupasi dengan khayalan akan keberhasilan, kekuatan, kecerdasan kecantikan, atau cinta yang ideal
  3. Merasa yakin bahwa dirinya adalah khusus dan special, serta unik. Dalam hal ini, mereka menginginkan agar hanya dapat berhubungan dengan orang lain yang juga khusus saja
  4. Membutuhkan rasa bangga yang berlebihan
  5. Merasa bahwa namanya sangat besar, dimana mereka berharap akan diberikan perlakuan khusus, ataupun dipatuhi oleh orang lain
  6. Eksploitatif secara interpersonal
  7. Sering merasa iri pada orang lain, dan juga sering merasa orang lain merasa iri pada dirinya
  8. Menunjukkan perilaku yang congkak dan sombong

Apabila anda ataupun orang yang anda kenal memiliki paling tidak 5 dari 8 ciri – ciri atau kategori di atas, maka bisa jadi memiliki gangguan kepribadaian narcissistic.

Bagaimana orang dengan gangguan kepribadaian narcissistic ini terlihat?

Gangguan Kepribadian Narcissistic, Apakah Anda Salah Satu Diantaranya?

Apabila anda bertemu dengan orang yang mengalami gangguan kepribadian narcissistic ini, maka akan sangat mudah untuk terlihat, karena biasanya mereka yang memiliki gangguan kepribadaian narcissistic ini seringkali :

  1. Sombong dan tukang pamer
  2. Cenderung senang membual, misalnya kemarin habis jalan – jalan ke luar negeri, padahal tidak
  3. Seringkali menindas orang lain yang dianggap lebih rendah derajatnya
  4. Memilih – milih teman saja
  5. Merasa bahwa dirinya kaya
  6. Sering berbicara mengenai hal – hal yang tidak wajar, misalnya mendapatkan gaji ratusan juta per bulan tanpa bekerja
  7. Sering memamerkan barang – barang yang dimiliki

Kira – kira seperti itulah gambaran mengenai diri orang yang mengalami gangguan kepribadaian narcissistic.

Narcissistic = Histrionic?

Apabila adna telah memabca mengenai gangguan kepribadian histrionic, maka mungkin anda akan sedikit bingung karena kedua gangguan kepribadaian ini terlihat mirip. Gangguan kepribadian histrionic lebih berfokus pada diri sendiri sebagai pusat perhatian, sedangkan narcissistic lebih berfokus pada melebih – lebihkan sebuah pencapaian dan merasa bahwa dirinya hebat. Meski demikian, apabila dibandingkan, kedua orang yang memiliki gangguan kepribadaian narcissistic maupun histrionic dapat sangat terkesan menyebalkan dan cenderung mengganggu, karena yang pasti mereka banyak omong, dan seringkali kurang peka bahwa orang lain merasa terganggu dengan kehadiran mereka.

Dalam melakukan diagnosis, gangguan kepribadaian narcissistic ini memang seringkali disandingkan dengan gangguan kepribadian histrionic, meski tidak menjamin bahwa kedua gangguan kepribadaian tersebut pasti saling berkaitan.

Bagaimana penanganan terhadap gangguan kepribadaian narcissistic?

Secara umum, gangguan kepribadian ini cenderung sulit ditangani dengan mudah, karena terbilang kronis, dan sangat berhubungan dengan pola pikir ataupun kognitif. Berbeda seperti gangguan kerpibadian antisosial ataupun schizoid yang berhubungan dengan perilaku dan juga kecemasan, gangguan kepribadian ini agak sulit untuk diterapkan terapi perilaku dan juga kecemasan.

Pendekatan psikoanalisa dapat digunakan pada mereka yang mengalami gangguan ini, misalnya penerapan katarsis atau pelepasan emosi, sehingga mampu untuk menangkap apa yang sebenarnya ada di dalam diri mereka yang memiliki gangguan kepribadian ini. Psikologi Mania