Gangguan Kepribadian Dependent, Mereka yang Selalu Tergantung dengan Orang Lain

Gangguan Kepribadian Dependent. Sebagai manusia, tentu saja kita harus hidup saling membantu orang lain, dan juga saling membutuhkan orang lain. namun demikian, terdapat suatu kondisi dimana seseorang megalami ketergantungan yang sangat tinggi kepada orang lain, sehingga cenderung menetap dan menjadi gangguan kepribadian Dependent. Namun demikia, kita tidak seharusnya serta merta langsung men-judge bahwa seseorang mengalami gangguan kepribadian dependent ini yah.

Ada beberapa kategori diagnostic yang membuat seseorang bisa dikatakan memiliki gangguan kepribadaian dependent. Berikut ini adalah kriteria diagnostiknya :

  1. Mangalami kesulitan dalam mengambil keputusan setiap hari tanpa adanya nasehat ataupun penentraman dari orang lain
  2. Membutuhkan orang lain untuk menerima tanggung jawab dalam sebagaian besar bidang utama kehidupannya
  3. Memiliki kesulitan untuk mengekspresikan ketidak setujuannya
  4. Memiliki kesulitan untuk memulai proyek ataupun melakukan hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri
  5. Berusaha berlebihan untuk mendapatkan asuhan dan dukungan dari orang lain
  6. Merasa tidak nyaman dan juga tidak berdaya ketika sendirian, karena merasa takut tidak mampu untuk merawat diri sendiri
  7. Segera mencari hubungan dengan orang lain sebagai sumber pengasuhan, ketika ada hubungan dekatnya berakhir
  8. Secara tidak realistic terokupasi pada rasa takut ditinggal untuk merawat dirinya sendiri.

Dari 8 kriteria yang disebutkan, maka paling tidak, seseorang harus menunjukkan atau memenuhi 5 atau lebih kriteria, dan kebanyakan masalah gangguan kepribadaian dependent ini dimulai pada masa – masa dewasa awal, yaitu usia 20-an tahun

Bagaimana mereka yang memiliki gangguan kepribadaian dependent ini terlihat?

Gangguan Kepribadian Dependent, Mereka yang Selalu Tergantung dengan Orang LainMereka yang memiliki gangguan kepribadaian dependent menunjukkan perilaku yang tidak sejelas gangguan kepribadian antisosial, narcissistic, ataupun OCPD. Namun demikian, dalam beberapa hal, kita bisa menemukan perilaku – perilaku yang mudah diamati, seperti :

  1. Manja yang berlebihan, padahal sudah berusia dewasa
  2. Tidak pernah terlihat mengerjakan sesuatu sendirian, selalu memiliki partner yang berhubungan dekat
  3. Tidak bisa lepas begitu saja dari hubungan yang intim atau lekat
  4. Sulit mengambil keputusan sendiri
  5. Tidak yakin akan keputusan sendiri, dan ragu – ragu
  6. Cenderung menghindari posisi yang membutuhkan tanggung jawab besar, meskipun secara sosial ataupun pendidikan harusnya mampu. Misalnya sudah S2, namun tidak mau mengambil posisi leader atau manajer
  7. Lebih nyaman menjadi bawahan dan diperintah orang (terutama diperintah oleh mereka yang kepribadaiannya eksploitatif, seperti narcissitic)
  8. Pesifis, pasif, dan juga sering merasa takut dengan pilihan dan juga dirinya sendiri
  9. Submisif, alias tidak bisa menolak keinginan orang lain
  10. Sering dimanfaatkan oleh orang lain

Kira – kira, seperti itulah perilaku – perilaku yang muncul pada mereka yang memiliki gangguan kepribadian dependent. Hal ini membuat mereka yang memilki gangguan kepribadaian dependent cenderung pasrah dan tidak memiliki kekuatan untuk memanage hidupnya sendiri, dan sangat membutuhkan orang lain.

Namun demikian, dalam melakukan diagnosis apakah seseorang memiliki gangguan kepribadaian dependen ini cukup sulit. Kita harus mengetahui secara pasti bagaimana pola ketergantungannya muncul. Apakah muncul secara situasional, misalnya hanya karena sedang merasa terancam, atau sedang membutuhkan sesuatu saja, atau memang muncul secara persisten dan menetap, mulai dari kecil hingga akhirnya berkembang pada usia dewasa. Karena faktanya, kita juga memiliki ciri – ciri kepribadaian dependent, melihat kita sebagai makhluk sosial, juga pasti membutuhkan “sesuatu” dan juga tergantung dengan orang lain.

Bagaimana gangguan kepribadian ini muncul?

Gangguan ini lebih rentan muncul pada mereka yang pada masa kecilnya memiliki riwayat penyakit kronis, ataupun riwayat kesehatan yang membutuhkan asuhan yang ekstra. Misalnya seperti bayi premature yang lebih lemah daripada bayi normal, ataupun mereka yang mengalami kecacatan ataupun abnormalitas, dimana pada masa kecil, mereka sangat membutuhkan asuhan dari orang lain.

Pola asuh orangtua yang sangat memanjakan anaknya juga bisa jadi turut berperan dalam munculnya gangguan kepribadian ini.

Salah satu hal yang bisa dilakukan bagi mereka yang mengalami gangguan kepribadaian dependen ini adalah memberikan terapi berupa latihan supaya menjadi lebih tegas dan juga lebih mandiri. Tugas – tugas ringan seperti membersihkan rumah sendiri,s erta tugas yang membutuhkan tanggung jawab secara perlahan bisa diberikan untuk melatih mereka agar bisa lebih mandiri. By: Psikologi Mania