Penyebab Munculnya Gangguan Defisit Atensi HiperaktivitasGangguan Defisit Atensi Hiperaktivitas (GDAH) atau dikenal juga dengan nama ADHD (Attention Deficit-Hyperactivity Disorder) adalah sebuah gangguan yang muncul pada anak-anak, dimana gejalanya adalah masalah atensi dan juga hiperaktif.

Masalah atensi dapat berupa anak yang tidak mampu untuk mempertahankan fokus terhadap apapun, misalnya pelajaran sekolah, omongan orang tua dan teman, dan hal lainnya yang berhubungan dengan fokus dan atensi dari anak. Sedangkan untuk hiperaktivitas adalah kecenderungan anak yang hiperaktif, tidak mau diam, sering berjalan-jalan dan banyak bergerak (padahal sedang berada dalam situasi yang mengharuskan dia untuk diam), dan sebagainya.

Di dalam lingkungan sekolah ataupun lingkungan sosial, anak-anak yang mengalami gangguan ini seringkali dianggap sebagai anak yang sangat nakal, tidak mau diatur, tidak mau memperhatikan, dan sebagainya. Dalam beberapa kondisi, anak-anak dengan gangguan ini juga mengalami masalah akademis yang cukup signifikan, karena ketidakmampuannya dalam fokus terhadap materi pembelajaran.

Gangguan defisit atensi hiperaktivitas merupakan yang muncul pada kira-kira 2 hingga 20% anak-anak di sekolah dasar. Menariknya, kebanyakan anak-anak yang mengalami gangguan defisit atensi hiperaktivitas tidak menunjukkan gejala-gejala fisik yang abnormal, dalam artian secara fisik mereka terlihat seperti anak-anak biasa pada umumnya.

Penyebab Munculnya Gangguan Defisit Atensi Hiperaktivitas

Hingga saat ini, banyak teori yang berkembang mengenai penyebab dari munculnya gangguan defisit atensi hiperaktivitas. Meskipun secara pasti belum diketahui penyebab utamanya, namun demikian, ada beberapa penelitian yang menunjukkan kecenderungan penyebab munculnya gangguan ini pada anak- anak (Kaplan, Sadock, Grebb, 1997),  yaitu :

  1. Faktor genetik

Penelitian menunjukkan bahwa ada faktor genetik yang menjadi penyebab munculnya gangguan defisit atensi hiperaktivitas. Sanak saudara dari mereka yang mengalami GDAH memiliki kecenderungan mengalami gangguan yang sama. Begitu pula pada mereka yang memiliki kondisi kembar monozigotik.

Dari sisi lain, orangtua biologis yang mengalami gangguan ini, juga berpotensi “menularkan” gangguan ini kepada anak-anaknya, sehingga membuat anak-anak dengan orang tua yang mengalami gangguan defisit atensi hiperaktivitas ini memiliki resiko lebih besar mengalami gangguan yang sama.

  1. Cedera otak

Cedera otak diduga menjadi salah satu penyebab dari munculnya gangguan ini. Namun demikian, di dalam beberapa penelitian, hal ini tidak terbukti secara signifikan, dimana gelombang otak dari anak-anak yang mengalami GDAH, tidak konsisten mengalami masalah trauma di bagian otak. Sehingga belum dapat dipastikan bahwa cedera otak adalah penyebab dari munculnya GDAH.

  1. Faktor psikososial

Faktor psikososial belum pasti menjadi penyebab dari munculnya GDAH. Hanya saja banyak ahli berpendapat bahwa faktor psikososial yang mempengaruhi kinerja otak bisa menjadi salah satu hal yang meningkatkan resiko munculnya gangguan defisit atensi hiperaktivitas pada anak-anak.

Dapat disimpulkan bahwa, hingga saat ini faktor utama yang menjadi penyebab munculnya GDAH belum ditemukan secara pasti. Yang ada hanyalah faktor yang kemungkinan dapat meningkatkan resiko, dan bukan menjadi penyebab utama.

Meski demikian, beberapa terapi menggunakan obat-obatan (farmakoterapi) dan juga psikoterapi telah berhasil mengurangi gejala-gejala yang muncul pada anak-anak dengan gangguan defisit atensi hiperaktivitas ini. By: Eduardus Pambudi