Ga diterima Di Perusahaan Eh Ternyata Malah Justru Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Nama : putra
Judul : standart orang dalam menilai
Isi Konsultasi : Jika seseorang tdk lolos berulang kali test psikologi dlm recruitment pkj, trus dia dongkol buat perusahaan sendiri sukses membuat perusahaan bahkn mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mengakt pengangguran yg byk,dia tdk pandai tp perushaan berkembang pesat, trus ukurn pandai dlm segi psikologi gmna ya, standart untuk bisa lolos test dan di katakan pandai..mohon pencerahan..ada contoh kasus soalnya…

Jawab: Untuk mas putra sebenarnya tujuan di adakannya recruitment pekerjaan adalah mencari calon karyawan yang cocok dan terbaik untuk di tempatkan di bidang perusahaan tersebut. Selain itu pula adanya tes psikologi dalam recruitment yang banyak di lakukan oleh perusahaan-perusahaan besar, adalah cara untuk mengukur kecocokan dengan pekerjaan yang akan di lakukan nantinya. Memang selain tes Intelegensi di dalamnya pun terdapat beberapa tes yang mana akan mengetahui seberapa cocok calon karyawan dengan perusahaan. Baik itu dari segi intelegensi maupun dengan karakter pekerjaan itu sendiri.

Sebenarnya untuk ukuran pintar dalam psikologi di lihat dari beberapa aspek terukur, dan pintar pun juga memiliki bidangnya masing-masing. Misalkan ia pintar di bidang musik, kemampuan spasial, motoric, matematik, dan lain sebagainya. Jadi untuk perusahaan pun juga akan mencari mereka yang cocok dengan apa yang akan di kerjakan nantinya.

Namun ada satu hal lagi yang mungkin sepele namun penting dalam mencari pekerjaan tersebut, yaitu koneksi, attitude, dan juga penampilan kita. Terlebih untuk koneksi, terkadang hal ini merupakan faktor utama penentu kita mudah untuk diterima di pekerjaan tersebut. Banyak dari kita yang seolah-olah menganggap hal ini tabu, padahal koneksi merupakan jembatan awal kita untuk mengangkat value di bandingkan dengan calon pendaftar yang lain. Selain itu juga kemampuan dalam hal komunikasi. Mereka yang memiliki kemampuan yang baik dalam hal komunikasi terbukti tak sedikit yang diterima bahkan menjadi salah satu pemimpin di perusahaan tersebut. Padahal jika di buktikan, justru malah bawahannya yang lebih pintar untuk mengerjakan pekerjaan di perusahaan tersebut.

Namun patut di banggakan bahwa sosok yang mas ceritakan/ mungkin itu adalah cerita mas sendiri, yang mana dengan kegagalannya masuk di perusahaan tersebut malah justru berhasil menciptakan lapangan pekerjaan baru. Hal ini lah yang memang di butuhkan oleh bangsa Indonesia, tumbuhnya para entrepreneur baru. Yang tak hanya bergerombol mencari lapangan pekerjaan baru, namun menciptakan lapangan pekerjaan baru itu sendiri. Semoga menginspirasi pembaca yang lain.