Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga TertinggiBunuh diri, atau percobaan melakukan bunuh diri dan keinginan untuk bunuh diri (suicide idea) merupakan salah satu gangguan dan juga masalah yang tidak hanya gawat secara psikologis, namun juga gawat apabila dilihat dari kacamata lain, seperti misalnya agama dan juga  norma sosial. Namun demikian, banyak yang “kecolongan” hingga akhirnya tindakan bunuh diri ini tidak dapat dicegah. Ternyata, dari rangkuman berbagai macam kasus bunuh diri, terdapat 13 faktor resiko tinggi percobaan bunuh diri. Apa saja 13 faktor resiko bunuh diri yang tinggi ini? Yuk simak penjelasannya.

Faktor Resiko Bunuh Diri

 

  1. Usia diatas 45 tahun

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Faktor resiko bunuh diri yang pertama adalah usia. Mereka yang berusia diatas 45 tahun diketahui memiliki faktor resiko bunuh diri yang tinggi. namun demikian, bukan berarti mereka yang berusia di bawah 45 tahun tidak beresiko melakukan tindakan bunuh diri.

  1. Ketergantungan Alkohol

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Alkohol adalah salah satu faktor resiko bunuh diri yang sangat tinggi. Bahkan dikatakan bahwa konsumsi alkohol bisa meningkatkan resiko bunuh diri sebanyak 50 kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi alkohol. Sangat mengejutkan bukan? Karena itu, jangan berlebihan dalam mengkonsumsi minuman beralkohol, karena bisa menyebabkan dampak yang buruk bagi tubuh anda.

  1. Kejengkelan, penyerangan, dan kekerasan

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Kekerasan dalam rumah tangga, jengkel terhadap orang lain, ataupun diserang orang lain dengan cara – cara yang mungkin tidak wajar bisa menjadi salah satu faktor resiko bunuh diri yang tinggi. Mereka yang mengalami hal ini bisa saja merasa depresi dan membuat mereka melakukan tindakan bunuh diri.

  1. Perilaku percobaan bunuh diri sebelumnya

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Faktor resiko bunuh diri tinggi yang lainnya adalah pengalaman seseorang dalam melakukan bunuh diri sebelumnya. Bisa jadi karena adanya faktor genetik di dalam keluarga, role model, ataupun karena adanya percobaan bunuh diri yang gagal pada waktu sebelumnya. Hal ini membuat seseorang akan kembali melakukan percobaan bunuh diri, dengan niat yang lebih kuat dari sebelumnya tentu saja.

  1. Jenis Kelamin

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Dari kasus bunuh diri dan juga penelitian mengenai bunuh diri, ternyata diketahui bahwa laki – laki atau pria adalah jenis kelamin yang memiliki faktor resiko tertinggi dalam melakukan bunuh diri dibandingkan dengan perempuan. Penjelasan ilmiah dari hal ini belum terlalu jelas, namun kemungkinan beban pria untuk menanggung biaya hidup bisa menjadi salah satu alasan kuat yang menyebabkan faktor resiko bunuh diri pada pria lebih tinggi dibandingkan perempuan.

  1. Tidak mau menerima pertolongan (helpless)

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Ketika seseorang berada dalam kondisi yang sangat down, maka mereka sangat membutuhkan pertolongan. Namun faktanya, tidak semua orang mau menerima pertolongan saat menghadapi situasi – situasi yang membahayakan ataupun situasi yang tidak nyaman. Kondisi ini ternyata menjadi salah satu faktor resiko bunuh diri yang tinggi bagi banyak orang.

  1. Episode depresif yang lebih kuat dan lama dibandingkan sebelumnya

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Seseorang yang pernah mengalami depresi, bisa saja sembuh dan kambuh kembali. Episode depresif yang kambuh kembali, dan memiliki intensitas lebih kuat akan menjadi faktor resiko yang sangat tinggi bagi seseorang untuk melakukan bunuh diri. Hal ini semakin menguatkan bahwa mereka yang pernah mengalami depresi bisa saja akan mengalami depresi lagi dengan intensitas yang lebih kuat.

  1. Terapi Psikiatrik Rawat Inap Sebelumnya

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Efek dari sebuah terapi psikiatrik bisa saja menjadi faktor resiko yang menyebabkan seseorang memiliki keinginan untuk melakukan bunuh diri. Hal ini berkaitan dengan kondisi – kondisi medis dan juga psikologis dari pasien rawat inap sebelumnya, yang mungkin mengalami masalah psikologis yang tidak terdeteksi pada tindakan medis / psikologis sebelumnya

  1. Kehilangan atau Perpisahan yang belum lama terjadi

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Kehilangan anggota keluarga, kehilangan kekasih dan pasangan, kehilangan dengan orang terdekat yang dicintai, baik untuk sementara, ataupun selamanya yang memberikan efek psikologis yang dalam bisa menjadi faktor resiko bunuh diri yang tinggi. Hal ini bisa terjadi pada mereka yang sangat meratapi kehilangan tersebut, bersedih, dan juga tidak mau menerima kehilangan dan perpisahan yang baru saja terjadi. Jadi, ketika anda atau orang terdekat anda mengalami kondisi ini, penghiburan adalah hal terbaik yang bisa anda lakukan untuk mencegah munculnya suicide idea.

  1. Depresi

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Depresi yang pertama kali muncul merupakan faktor resiko bunuh diri berikutnya yang bisa menjadi perhatian anda. Depresi yang pertama kali muncul mungkin tidak akan memberikan efek yang lebih kuat dibandingkan episode depresif yang berulang, namun tetap saja depresi adalah faktor resiko bunuh diri yang mengkhawatirkan. Ketika anda atau orang terdekat anda mulai terlihat mengalami episode depresi, maka harus segera ditangani dengan tepat, agar tidak memunculkan suicide idea / keinginan untuk melakukan bunuh diri.

  1. Masalah kesehatan fisik

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Masalah kesehatan fisik, misalnya penyakit kronis, ataupun hilangnya kemampuan fisik seseorang bisa menjadi faktor resiko bunuh diri yang tinggi. misalnya saja mereka yang mengalami penyakit kronis, seperti kanker ataupun HIV, atau mereka yang mungkin harus kehilangan kemampuan fisiknya karena kecelakaan (cacat fisik, dan sebagainya) adalah orang dengan faktor resiko bunuh diri yang cukup tinggi.

  1. Pengangguran, pemecatan, jobless

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Mereka yang tidak memiliki pekerjaan, padahal sudah berada dalam usia produktif, atau bahkan sudah hampir memasuki usia pensiun, namun masih bekerja serabutan tanpa penghasilan yang pasti sangat beresiko melakukan tindakan bunuh diri. Selain itu, PHK dan juga pemecatan bisa menjadi faktor resiko bunuh diri lainnya yang tinggi. Stress kerja dan juga tekanan pekerjaan pun bisa juga menjadi salah satu faktor resiko bunuh diri.

  1. Tidak menikah, perceraian, duda dan juga janda

Faktor Resiko Bunuh Diri Mulai dari Yang Terendah Hingga Tertinggi

Manusia sudah sewajarnya memiliki pasangan hidup. Kondisi tanpa adanya pasangan hidup, baik itu tidak menikah, mengalami perceraian, hingga menjadi duda ataupun janda adalah faktor resiko bunuh diri berikutnya. Mereka yang mengalami kondisi ini akan lebih mudah mengalami resiko melakukan bunuh diri dibandingkan mereka yang menikah, dan memilik keluarga yang harmonis, atau minimal bahagia dengan kondisi keluarganya saat itu.

Nah, itu adalah 13 faktor resiko bunuh diri yang bisa muncul pada siapapun. Bagaimana? Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda, dan anda bisa menjadi orang yang peka terhadap masalah bunuh diri di lingkungan sekitar anda.

By: Eduardus Pambudi