Fakta Ini Dapat Membantahkan Mitos Terhadap Ilmu Psikologi dan Kepada PsikologSaat ini, psikolog dan ilmu psikologi memang sudah cukup berkembang, dilihat dari semakin banyaknya orang yang tertarik dengan ilmu psikologi, dan juga meningkatnya antusiasme pendidikan tinggi di bidang psikologi. Namun demikian, tak dapat dipungkiri bahwa masih ada stigma dan pandangan terhadap psikolog yang membuat banyak orang merasa “malas” dan “takut” untuk datang ke psikolog. Berikut ini adalah beberapa fakta yang bisa mengubah stigma dan pandangan anda mengenai psikolog dan ilmu psikolog :

  1. Pergi ke psikolog artinya saya gila

Ini adalah salah satu stigma dan pandangan yang paling banyak muncul di masyarakat. Ya, banyak yang beranggapan bahwa pergi ke psikolog artinya sama dengan mengakui bahwa dirinya gila dan memiliki gangguan kejiwaan. Padahal, psikolog tidak hanya menangani masala kejiwaan loh. Saat ini ilmu psikologi sudah mulai fokus kepada kebermaknaan hidup dan psikologi positif, yang jelas-jelas jauh dari yang namanya gangguan kejiwaan.

Sebenarnya mereka yang telah gila pun tidaklah tepat jika di bawa berobat ke para psikolog, karena jika sudah sampai pada taraf gila ia sudah menjadi wewenang para psikiatri bukan psikolog. Agar lebih memahami perbedaan antara psikolog dan psikiatri maka anda dapat membaca artikel sebelumnya mengenai PERBEDAAN ANTARA PSIKOLOG DAN PSIKIATER

Gila artinya adalah ada beberapa kondisi secara fungsi tubuh yang mengalami gangguan atau rusak fungsinya. Dan hal ini tentu saja membutuhkan serangkaian pengobatan dengan obat dan juga terapi. Khusus untuk pengobatan merupakan ranah bidang kedokteran. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa psikiatri merupakan jurusan pendidikan lanjutan dari cabang ilmu psikologi.

Selain itu ada juga kok ilmu psikologi industri yang fokus ke perusahaan, atau terapan psikologi lain yang jauh dari kata gangguan kejiwaan. Jadi, datang ke psikolog bukan berarti anda adalah gila dan memiliki gangguan kejiwaan yah.

  1. Psikolog hanya berkaitan dengan bidang klinis dan patologis saja

Banyak juga yang beranggapan bahwa ilmu psikologi dan juga psikolog hanya berada pada ruang lingkup klinis dan patologis saja. Padahal, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada juga banyak terapan ilmu psikologi, seperti misalnya psikologi sosial, industri, dan psikologi kriminal yang jauh dari kesan klinis.

Bahkan di luar negeri ilmu psikologi memiliki konsentrasi jurusan yang lebih menarik diantaranya adalah psikologi ergonomi, psikologiwarna dan lain sebagainya. Jadi, kalau anda tidak suka dengan psikologi karena anda tidak suka bidang klinis, maka anda salah benar dengan anggapan tersebut. Masih banyak jurusan psikologi yang mengasyikan untuk di pelajari dan juga di aplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.

  1. Pergi ke psikolog itu mahal

Nah, stigma lainnya yang sering muncul di kalangan masyarakat mengenai psikolog adalah tarif yang mahal. Banyak orang yang enggan pergi ke psikolog karena harganya yang mahal. Tidak psikolog itu memasang tarif yang mahal loh. Sama seperti praktek dokter atau tenaga medis, tarifnya bervariasi. Ada yang mahal tarifnya memang, namun ada juga psikolog dengan tarif yang murah dan terjangkau loh. Coba saja anda mencari di Rumah Sakit Daerah, atau di Puskesmas misalnya. Anda pasti akan mendapatkan tarif layanan konsultasi psikologis yang tidak terlalu mahal. Rata-rata umum tarif untuk datang konsultasi psikologi berkisar antara 50 ribu rupiah sampai dengan 500 ribu rupiah. Mungkin jika anda datang ke para psikolog yang telah memiliki nama besar atau psikolognya para artis yang sering muncul di layar kaca, tarif perjam untuk konsultasi di atas 5 juta rupiah hehe. Tapi toh semua psikolog sama saja, yang membedakan adalah pengalaman dan juga kecocokan kita untuk mempercayakan diri kita terhadap mereka.

  1. Psikolog ruang kerjanya sempit

Banyak juga yang beranggapan bahwa psikolog dan ilmu psikologi memiliki ruang lingkup pekerjaan yang sempit. Padahal, bidang pekerjaan seorang psikolog sangatlah luas. Dimana ada manusia, disitulah seorang psikolog dan juga ilmu psikologi bisa “bermain” dan berkontribusi.

Bidang – bidang yang dapat anda jelajahi untuk menjadi karir jika anda memiliki background psikologi di antaranya adalah, HRD, Pendidikan, Konseling, Triner, Konsultan, Riset Pemasaran, Training di perusahaan, Dosen, Psikolog, Pengusaha, dan lain sebagainya. Jadi, jangan salah ya

Masih banyak fakta – fakta yang dapat memberikan pencerahan daripada mitos yang selama ini berkembang mengenai bidang keilmuan psikologi yang selalu diidentikkan dengan membaca pikiran orang lain, mempelajari ilmu untuk menangani orang gila, hingga dianggap sebagai ilmu mistik bergaya khas modern masa kini.

Tak sedikit pula bagi mereka para mahasiswa psikologi yang menjadi “bahan ujian” saat mereka baru saja bertemu dan berkenalan dengan orang lain setelah mereka mengetahui bahwa anda merupakan mahasiswa psikologi. Ujian – ujian tersebut seperti tiba-tiba tanpa ba bi bu anda di minta untuk membaca karakter mereka, konsultasi “percobaan”, dan lain sebagainya.

Begitu pun dengan para psikolog yang tengah menjalankan praktek yang di anggap hanya mengobati mereka- mereka yang telah mengalami kegilaan. Padahal fungsi dari psikolog adalah untuk melakukan pencegahan daripada gangguan kejiwaan. Kata mencegah disini telah jelas, yang mana hal tersebut mereka yang berobat masih dalam kondisi kesadaran. Berbeda dengan mereka yang telah gila. Tentu mereka yang telah mengalami kegilaan, sulit sekali untuk di terapi oleh para psikolog yang mengandalkan observasi, wawancara di awal melakukan terapi.

Itulah  4 hal yang bisa membantahkan beberapa stigma dan pandangan masyarakat mengenai psikolog dan juga ilmu psikologi. Semoga hal ini dapat menambah wawasan anda menjadi lebih luas lagi mengenai ilmu psikologi ya. Untuk anda yang bercita-cita menjadi ingin kuliah di jurusan psikologi, tidak usah takut tak usah cemas tentang masa depan dan lapangan pekerjaan. Karena dengan anda masuk jurusan psikologi, justru lapangan pekerjaan akan semakin luas untuk anda. Selama ada manusia, selama itulah ilmu psikologi di butuhkan. Semoga anda berhasil. By: Eduardus Pambudi


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia