Efek Psikologis yang Berhubungan dengan ADHDKeadaan ADHD yang dimulai selama masa kanak-kanak dapat menyebabkan pasien memiliki masalah perhatian, perilaku impulsif, dan hiperaktif. Karena gejala ini dapat mempengaruhi hubungan di sekolah dan para penderita pun juga dapat menderita beberapa masalah psikologis. Efek psikologis terkait dengan gangguan ini yang dapat bertahan sampai dewasa adalah sebagai berikut.

Tingkat Percaya Diri Yang Rendah

Banyak pasien dengan ADHD mungkin menderita rendah diri sebagai akibat dari gejala gangguan ini. Rendahnya harga diri dapat berasal dari masalah di sekolah, yang dapat terjadi dengan semua gejala ADHD. Misalnya, dengan gejala kekurangan perhatian, akhirnya anak-anak tidak menyelesaikan apa yang telah ia mulai, ceroboh, dan mudah terganggu. Mereka juga tidak menyukai organisasi dan sekolah. Dengan gejala impulsif dan hiperaktif, anak-anak yang tidak bisa diam dapat mengganggu orang lain. Masalah di sekolah dapat mengakibatkan kegagalan di sekolah, hingga pada akhirnya dapat menyebabkan perasaan gagal yang lebih lanjut dari rasa rendah diri.

Depresi

Beberapa pasien ADHD mungkin mengembangkan depresi. Anak-anak yang depresi menunjukkan perubahan suasana hati, seperti kesedihan terus menerus dan perasaan tak berdaya. Mereka mungkin memiliki rasa bersalah yang tidak biasa, yang dapat membuat pasien merasa lebih buruk. Depresi juga dapat mempengaruhi perilaku pasien, seperti sulit tidur. Beberapa gejala depresi dapat memperburuk gejala ADHD, seperti masalah konsentrasi.

Kegelisahan

Universitas Illinois di Urbana Champaign menjelaskan bahwa beberapa pasien ADHD dapat mengembangkan kecemasan lanjutan. Sebagai contoh, tidak berhasil dalam beberapa hal  di sekolah dapat memicu kecemasan pada beberapa anak. Dengan kecemasan, pasien memiliki kekhawatiran yang  tidak terkendali dan dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk berpikir jernih. Anak-anak yang menderita gangguan ini juga mungkin mengalami gejala fisik hasil dari kecemasan, seperti jantung yang berdebar-debar, berkeringat, dan tremor.

Penyalahgunaan Obat-Obatan Terlarang

Beberapa praktek perawatan menunjukkan bahwa jika ADHD tidak bisa diobati, pasien dapat mengembangkan masalah lebih lanjut hingga penyalahgunaan zat atau obat-obatan terlarang. Dengan penyalahgunaan zat, pasien beralih ke alkohol atau obat-obatan yang bisa menimbulkan perasaan euforia atau untuk menutupi masalah-masalah yang dialami, seperti depresi, kecemasan, atau rasa rendah diri. Penderita ADHD yang memiliki gejala impulsif dapat menggunakan lebih banyak zat, karena mereka tidak dapat mengendalikan perilaku mereka. Beberapa pelajar remaja dengan gangguan ini mungkin mulai merokok selama sekolah menengah atau sekolah tinggi. Sayangnya, penggunaan obat-obatan atau alkohol juga bisa memperburuk gejala ADHD seperti kurangnya perhatian. By: Mirza Miranti