Inilah 5 Efek Dan Dampak Dari Video Game Bagi Perkembangan Anak

Inilah 5 Efek Dan Dampak Dari Video Game Bagi Perkembangan Anak

March 5, 2017 Off By admin

Inilah 5 Efek Dan Dampak Dari Video Game Bagi Perkembangan AnakPerkembangan Anak – Permainan apa yang kerap anak anda lakukan ? Bermain dengan temannya ? Bermain dengan buku – buku ceritanya ? Atau bermain game ? Baik itu menggunakan game watch, tamagochi, handphone, tablet, personal computer, atau laptop sekalipun. Lantas, game apa saja yang dimainkan ? Berbentuk online ataukah offline ?

Banyak sekali kontroversi mengenai permainan game yang dimainkan oleh anak ini. Baik itu adalah dampak yang bersifat positif maupun negatif. Dari berbagai sisi, baik itu aspek kognitif, kemampuan sosial dan emosi, kecendrungan semuanya turut memandang game sebagai sudut yang berimplikasi pada suatu hal baik dan buruk. Lantas bagaimana dengan pandangan anda ?

Cobalah sejenak lihat anak anda saat ia sedang bermain game, lihat kondisi wajahnya atau lebih tepatnya emosi yang ditampilkan wajah anak. Apakah anak tampak meluapkan emosi, seperti memenangkan game yang dimainkan kalah atau menang ?

Apakah sang anak justru hanya terfokus pada permainan saja, ataukah ia juga dapat mengerjakan hal lain?

Ataukah ia tetap memperhatikan dan merespon anda saat sedang asyik main game ?

Apakah sang anak saat bermain game berada ditempat terbuka, seperti ruang santai, ruang keluarga, atau ruang makan ?

Atau bermain ditempat tertutup seperti kamarnya sendiri, bahkan di dalam kamar mandi ?

Dampak Video Gem Bagi Perkembangan Anak

Beberapa pertanyaan diatas perlu dijawab, terutama bagi Anda sebagai orang tua. Hal ini pun sangat mempengaruhi pertumbuhan dan juga perkembangan dari seorang anak. Nantinya apakah ada gangguan dan hambatan saat ia menghadapi dunia nyata atau tidak.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ada banyak sekali perubahan yang bisa merangsang pertumbuhan anak. Seperti kemampuan perseptual, sensory, perhatian serta keruangan bagi anak.

Lantas apa saja efek video game bagi perkembangan anak ?

  1. Kemampuan visual dan auditory tetap baik sampai tua

Menurut beberapa penelitian menyebutkan, bahwa pemain video game memiliki kemampuan dalam mengendalikan antara kemampuan visual dan juga auditory. Efek jangka panjangnya yang akan di timbulkannya adalah anak mampu mengontrol antara kemampuan visual dan auditory secara langsung dan bekerja secara bersamaan. Bahkan sampai pada saat ia memasuki usia lansia. Dengan game dan disempurnakan dengan olah raga, hal tersebut dapat membantu untuk meningkatkan kemampuan kontrol dan kemampuan yang cepat dalam mengolah suatu informasi.

  1. Susah untuk diajak bergerak

Anak yang cendrung senang bermain video game, biasanya ia cenderung untuk susah diajak bergerak. Karena melihat video game ia sudah menonton benda bergerak dengan cepat dalam imajinasinya. Sedangkan tubuhnya tidak digerakkan. Lantas, pada saat  digerakkan anak cenderung lebih lama ritme pergerakannya. Bahkan mereka jadi malas untuk bergerak.

  1. Gigih dalam melakukan hal yang diinginkannya

Permainan video game tentu saja menuntut para pemainnya untuk menang. Namun, di permainan awal, untuk mencapai kemenangan tersebut bukanlah hal mudah. Oleh sebab itu, sebagian orang cenderung pantang menyerah untuk melakukan sesuatu agar ia menang.

Nah hal inilah yang jika positif dapat tertular ke dalam kehidupan nyata, Terutama untuk menggapai hal yang diinginkan dan disukainya. Dampak buruknya adalah pada saat para pecandu game menginginkan hal yang negative. Misalnya, ingin memenangkan game, namun terkendala vocher untuk membeli item berbayar dalam game, akhirnya ia menghalalkan segala cara untuk dapat membeli voucher yang digunakannya untuk membeli Item dalam permainan.

  1. Lebih senang sendiri dan bermain game daripada bersama teman

Pemain video game memiliki dunianya sendiri. Akhirnya sang anak yang bermain game, asyik dengan permainan yang sedang dimainkan. Maka tidak salah, jika ia lebih senang bermain sendiri. Karena hal tersebut dapat lebih fokus dan segera memenangkan pertandingan. Bisa juga mereka memiliki banyak teman dan suka bergaul. Namun waktu yang dihabiskan untuk bergaul dan bermain game, tentu saja lebih banyak untuk bermain game.

  1. Resiko agresi

Meskipun tidak semua pemain video merasakan dan mengalami. Akan tetapi seorang pemain video game, terutama anak laki – laki yang suka perang – perangan, tembak – tembakan, jotos – jotosan, dan yang berbau kekerasan cenderung memiliki pengaruh kurang baik. Salah satunya agresi yang mengarah negatif. Misal mempraktekkan hal tersebut pada temannya. Seperti menjotos teman, menendang, dan lain sebagainya.

Pembahasan video game tentu saja tidak ada matinya. Selalu ada pertentangan baik itu pro maupun kontra. Untuk pengaman bagi perkembangan anak itu sendiri maka sebaiknya selalu waspada dan awasi setiap game yang dimainkan oleh anak. By: Izzatur Rosyida