Disleksia : Ketidakmampuan Individu dalam Membaca Dengan Baik

Disleksia : Ketidakmampuan Individu dalam Membaca Dengan Baik

May 4, 2017 Off By Admin

Disleksia : Ketidakmampuan Individu dalam Membaca Dengan BaikDisleksia merupakan salah satu gangguan psikologis yang masuk ke dalam segmen gangguan belajar. Disleksia, atau yang dalam DSM-IV dikenal dengan nama reading disorder merupakan ketidakmampuan atau kesulitan seseorang dalam membaca, menulis, dan juga melafalkan suatu kata dengan baik. Gangguan ini umum muncul ketika seorang anak mulai masuk di usia sekolah. untuk dapat melihat dan memastikan seseorang mengalami disleksia atau tidak, ada beberapa kriteria yang harus terpenuhi, antara lain adalah :

  1. Kemampuan membaca yang kurang

Kemampuan membaca yang kurang bisa terlihat dari tes-tes membaca yang diberikan baik secara formal maupun informal. Beberapa subtes formal, seperti Stamford-Binet mampu melihat apakah seorang anak mengalami disleksia atau tidak.

Cara lainnya, anda juga bisa memberikan cerita sederhana kepada si anak, dan meminta si anak membacanya. Apabila terdapat kesulitan dan banyak kesalahan membaca yang tidak sesuai dengan usia kronologis anak, maka kemungkinan si anak bisa saja mengalami disleksia.

  1. Mempengaruhi nilai secara akademis

Mereka yang mengalami disleksia, akan mengalami masalah akademis yang cukup signifikan. Disleksia dapat didiagnosis sebagai gangguan belajar ketika masalah kemampuan membaca seorang anak membuat nilai-nilai akademis si anak turun drastis. Karena hampir semua pelajaran membutuhkan membaca, maka kemungkinan si anak memiliki nilai akademis yang buruk hampir di seluruh mata pelajaran.

  1. Disleksia akan semakin parah ketika terjadi gangguan sensoris

Ada kemungkinan seseorang mengalami disleksia disertai dengan gangguan sensoris, misalnya kelainan saraf. Ketika hal ini terjadi, maka gangguan belajar yang dialami akan menjadi semakin parah dan sangat terlihat.

Secara umum, disleksia biasanya muncul pada mereka yang secara fisik terlihat normal, seperti mata yang tidak minus maupun inteligensi yang berada di kisaran rata-rata. Seseorang tidak bisa dikatakan mengalami gangguan belajar disleksia ini apabila memiliki kondisi psikologis yang lebih dominan, misalnya ADHD, Autisme, ataupun Retardasi mental. Asumsinya adalah, seorang anak yang mengalami gangguan psikologis seperti ADHD, Autisme, ataupun Retardasi mental sudah memiliki kemampuan yang kurang di bidang akademis, dan pastinya akan mempengaruhi kemampuan masing-masing anak, termasuk di bidang membaca.

Gangguan membaca atau disleksia ini biasanya akan disimpulkan ketika si anak memiliki skor IQ yang normal, artinya sang anak memiliki nilai IQ yang rata-rata dan tidak memiliki masalah seperti mata minus yang menghambat seseorang membaca dengan baik dan benar.

Disleksia secara bertahap bisa “disembuhkan” dengan latihan terus menerus. Ketika seorang anak sudah dapat dibiasakan untuk berlatih membaca, maka secara perlahan tapi pasti, gangguan belajar ini akan hilang, atau paling tidak lebih baik dari sebelumnya. By: Eduardus Pambdi