Dilema, Diantara Dua Pilihan Sulit Akan CintaNama : vin
E-mail : xxxnahera@gmail.com
Judul : dilema Cinta
Isi Konsultasi : Selamat pagi salam psikologi saya mau curhat ke sekian kali nya . Langsung aja ya . Jadi kan gini . Mantan saya kan ngajak balikan ngajak nikah saya tolak habis habisan . Karna dia sangat playboy . Saya cuekin dia banget . Eeh bbrapa bulan kemudian dia mau nikah . Saya gak rela dan sangat gak ikhlash saya masih cinta . Saya berusaha buat rebut dia kembali . Saya ngajak dia ketemu terus saya telaktir dia terus pokonya . Sampe sampe klo sya ketemu dia . Saya protektif sama dia . Contoh . Dia chat sama siapa pun saya pertanyakan dan gaboleh megang hp saat sama saya . Bahkan sesekali saya kasar fisik sama dia klo ketemu . Pernah sesekali saya ceck hp nya waktu dia di toilet dan mesra banget sama calon istri nya . Saya marahin dia habis . Tapi dia selalu nerimain sikap saya . Dan saat ini dia cuek sama saya . Mungkin dia ingin setia sama pacar nya tapi saya masih gak ikhlas apalagi dia sampe setia . Karna waktu sama saya dia selingkuh segala macem . Iya saya sadar . Dan sangat sadar . Karna klo dia sama saya . Dia pasti anggap nya saya itu gak pasti karna saya tidak pernah mau kenalin dia sama ortu ku temen temen ku . ( karna aleesan tertentu saya gamau kenalin ) dan ortu sya gak setuju . Nah tapi di sisi lain saya gak ikhlash cemburu berat sma calon istri nya , saya selalu ingin jadi perusak hubungan mereka :\’) saya gak rela pokonya . Tolong masukan nya apa yg harus saya lakuin skrng . Terima kasih 🙂

Jawaban

Apa yang anda alami saya turut prihatin, dengan hal tersebut. Tentu apa yang di alami saat ini menjadi sebuah dilema dalam kehidupan romansa anda.  Dimana hati anda masih mencintai dirinya, namun anda masih belum berani mengenalkan dirinya ke hadapan orang tua anda, karena orang tua anda tidak setuju di masa lampau.

Namun penting untuk kita renungkan kembali, seperti apakah hal yang membuat orang tua tidak setuju dengan lelaki pilihan kita, yang sangat kita cintai saat ini. Atau, benarkah ketidak beranian kita mengenalkan ke orang tua tersebut dikarenakan ketakutan orang tua, jika tidak setuju, atau hal tersebut hanyalah perasaan kita yang sebenarnya kebenaran tersebut belumlah terjadi. Di sisi yang lainnya ternyata selepas anda menolaknya habis-habisan untuk menikah ternyata orang yang anda cintai, menemukan cinta lain, dan naasnya pria tersebut telah meminang dan hendak memperistri orang lain, bukan anda.

Jika hal ini telah terjadi, maka alangkah bijaknya diri kita untuk merelakan ia yang telah menemukan kepingan mozaik hatinya. Karena apa, karena tentu anda sebagai seorang wanita juga akan merasakan sakit hati yang teramat mendalam, pada saat calon suami anda dekat dengan wanita lain.

Saya paham, saat ini anda juga merasakan rasa sakit hati, dan merasa tidak adil hidup ini. Namun percayalah  bahwa pada saat kita mengikhlaskan apa yang telah tiada untuk pergi, maka kebaikan berlipat-lipat pun akan memayungi diri kita.

Kebahagiaan untuk mengikhlaskan dan melepas cinta adalah kenikmatan yang tidak semua orang mampu untuk merasakannya. Dan keikhlasann tersebut hanya dapat kita rasakan , jika kita mulai untuk berusaha melupakan. Tak usah khwatir, tentang jodoh masa depan nantinya. Toh diri anda masih muda. Masih banyak hal-hal yang bisa di capai. Baik itu karir, study, maupun membahagiakan kedua orang tua.

Agar anda dapat melupakannya, anda dapat mengalihkan dengan kesibukan lain seperti, menekuni hobi, traveling, atau ikut kegiatan-kegiatan sosial di lingkungan anda. Karena pada hakikatnya, kesepian yang di rasakan dan rindu yang tak tertahankan adalah andil daripada kita tidak memiliki kegiatan yang akhirnya bayang-bayang mantan pun kian menghiasi angan-angan.

Semoga mba vin akan di gantikan dengan jodoh yang lebih baik di kemudian harinya. Psikologi Mania


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia