Dhasyatnya Metode Penyampaian Content Lewat Storytelling

Dhasyatnya Metode Penyampaian Content Lewat Storytelling

September 23, 2017 Off By Admin

Dhasyatnya Metode Penyampaian Content Lewat StorytellingStrategi dan Metode Penyampaian Content lewat Storytelling – Dahulu semasa saya duduk di sekolah menengah pertama saya gemar sekali membaca novel. Novel-novel karangan dari kang ebit (Habiburrahman) dengan cermat saya lahap, ditengah kehidupan asrama Pondok pesantren yang begitu padat. Ada sebuah rasa penasaran untuk menyelesaikan novel-novel karangan kang ebit tersebut, lembar demi lembar.

Dari situ saya penasaran, apakah hanya novel beliau saja yang membuat saya penasaran? Namun ternyata sensasi penasaran untuk menyelesaikan bacaan pada novel kang ebit tersbut, juga saya rasakan saat membaca novel Harrypotter karangan JK. Rowling.

Akhirnya saya pun disitu mengambil kesimpulan bahwa saya adalah seorang siswa yang gemar membaca. Yah bolehlah, setiap biodata yang menampilkan kolom hobi saya tulis dengan membaca. Selain asumsi saya memang gemar membaca, yah itung-itung biar makin terlihat ganteng maksimal gitu maksudnya.

Suatu saat, di hari-hari ujian kebetulan sekolah saya SMP IT Madina tahun 2005-2008 yang juga merupakan bagian dari pondok pesantren Darusa’adah mewajibkan setiap siswa/santri baik putra maupun putri untuk membawa buku kemana-mana. Peraturan ini di buat agar setiap siswa/santri mampu mempersiapkan diri dengan maksimal dalam ujian nanti. Memang inisiatif ini di munculkan oleh pengasuh asrama, yang mana hal tersebut juga disebar beberapa jassus (mata-mata) yang siap mencatat, siapa saja yang tidak membawa buku. Dan hukuman membersihkan halaman, wc, dan asrama sudah siap menanti mereka yang melanggarnya.

Dalam satu hari saya coba untuk tidak membawanya saja, namun juga membaca dan memahami buku yang saya bawa. Namun “naas” saya malah ngantuk dan bosan, membaca buku pelajaran. Isinya hanya fakta data, tanpa ada hal yang membuat saya penasaran.

Hal ini mengindikasikan bahwa rasa penasaran yang tercipta dari sebuah alur cerita mampu mengalahakan ungkapan informasi berbasis data dan fakta semata. Sungguh mencengangkan jika, alur cerita ini merupakan cerita hoax yang mampu membangkitkan provokasi di tengah masyarakat.

Pada bulan Agustus lalu tepatnya 3 Agustus 2017, saat mengisi pelatihan dengan tajuk “menulis di era millenials” bertempat di Universitas Mulawarman ada beberapa hal yang menarik yang bisa kita ambil pelajaran. Fakta bahwa saat ini banyak sekali buku-buku best seller yang seeringkali muncul dari jenis novel (fiksi) di bandingkan non fiksi memperlihatkan bahwa, orang lebih mudah mencerna sebuah cerita yang disandarkan pada alur, lalu kemudian data, dan fakta.

Namun hal ini juga tidak bisa menjadi dasar utama, karena hal ini masih sebatas pada asumsi, dan hasil observasi dari penulis. Meskipun begitu, namun beberapa tulisan yang viral di jagat maya pun tak sedikit yang prolog awalnya mengambil sebuah part model bercerita (storytelling). Yah seperti tulisan di awal itu :D.

Dalam pelatihan dengan durasi 1,5 jam tersebut saya memberikan sebuah rahasia berdasarkan pengalaman selama hampir 2 tahun menekuni dunia tulis menulis. Mulai dari menjadi penulis lepas, content writer, blog pripadi, hingga saat ini membangun situs psiklogi no 1 di indonesia PSIKOMA, bersama rekan-rekan psikologi lainya dari seluruh indonesia.

Tulisan saya pun bervariasi selama hampir 2 tahun menjadi penulis profesional, mulai dari tulisan model ceramah (sok intelek gitu) yang biasanya saya sajikan khusus untuk media cetak lokal maupun nasional hingga yang easy reading, seperti lelucon dan guyon yang saya tuliskan di media sosial, blog pribadi, hingga UC news. Khusus untuk psikoma, saya compare, agar selain kualitas namun juga tidak ngebosenin untuk di baca.

Dhasyatnya Metode Penyampaian Content Lewat Storytelling

Dhasyatnya Metode Penyampaian Content Lewat StorytellingStrategi lewat storytelling dalam menulis pun saya kupas tuntas dalam pelatihan tersebut.

Lantas apasih itu storytelling? dan bagaimanakan metode penyampaian content lewat storytelling?

Secara harfiah saja itu artinya tulisan cerita, ya ga jauh-jauh dengan model tulisan bercerita.

Tulisan lewat bercerita, memberikan sebuah sensasi kepada para pembacannya, dimana sensasi tersebut adalah sensasi memantik rasa penasaran untuk membacanya hingga akhir. Senjata utama dalam tulisan mode storytelling adalah 3 bagian yang harus di percantik. Istilahnya dimakan habis. Yaitu awal paragraph pertama, pertengahan dan closing. Untuk paragraph pertama, dan story telling adalah ruh yang harus dimiliki.

Untuk itu, di ke 3 bagian tersebut, seyogyanya anda harus mempersiapkan dengan rangkaian kata yang menarik dan menggugah rasa ingin tau. Dalam ilmu psiklogi sendiri rasa ingin tau (kuriositas) merupakan sebuah rangkaian dari emosi yang membuat seseorang terdorong untuk memenuhi hasratnya dengan hal baru, baik itu pengalaman maupun informasi.

Artinya, membuat sebuah kontent tulisan juga perlu memahami aspek ilmu psikologi. Ketajaman ilmu psikologi dalam memahami manusia, membuat kita mampu menganilisa demografi pembaca yang hendak kita sasar. Urusan demografi lain yang membaca itu adalah sebuah bonus.

Dalam sebuah kontent tulisan yang memasukkan unsur storytelling di dalamnya dapat membuat sebuah teknik marketing sukses dijalankan. Sudah jamak diketahui bahwa sebuah marketing yang ditampakkan secara nyata, akan meningkatkan daya kritik seseorang. Daya kritik yang tinggi terhadap kontent marketing, membuat kontent marketing tersebut sulit untuk mempengaruhi sasaran audience marketing.

Kemampuan storytelling yang baik, saat ini sangat dibutuhkan oleh beberapa industri di era millenials to Gen-z. Dengan menggunakan storytelling, sebuah kampanye pemasaran yang kaku dan tradisional akhirnya mampu diterjemahkan dengan alur bahasa yang menarik nan ciamik. Storyteling yang sempurna bahkan mampu menghipnotis para pembacanya hingga mereka terpengaruh dan meyakini kebenaran dari kampanye marketing yang dilakukan sebuah brand.

Barangkali dahulu kala, sangat jarang yang memasang posisi storytelling di space open rekrutment dalam suatu perusahaan. Divisi storytelling biasanya masih simpang siur keberadaannya dalam divisi humas, maupun marketing. Namun saat ini meskipun divisi ini masih berada di bawah kedua divisi tersebut, akan tetapi ia menjadi sebuah bagian yang berdiri sendiri.

Kebutuhan Tenaga Storytelling Handal dalam Industri

Permintaan tenaga storytelling yang handal dalam industri dan bisnis saat ini, menjadi peluang yang besar sebagai salah satu bidang profesi yang menjanjikan di masa yang akan datang. Terlebih lagi, dunia yang kian terdisrupsi ke ranah digital membuat, kontent berbasis tulisan, gambar, dan video menjadi magnet pendatang keuntungan yang berlipat ganda. Asal anda handal membuat salah satu di antaranya, maka anda pundi-pundi rupiah akan mudah anda dapatkan lewat bisnis online.

Jika anda tak handal dalam membuat desain, maka anda dapat memperdalam kemampuan anda dalam membuat video dan juga tulisan. Begitu pun sebaliknya, jika anda tak pandai dalam membuat desain, dan juga video, maka cobalah mengasah skill menulis anda. Tentunya menulis yang bukan hanya asal menulis, sembari berkeluh kesah semata di media sosial seperti anak kemarin sore yang kurang kasih sayang dan perhatian.

Asah kemampuan menulis anda dengan storytelling yang mumpuni. Beberapa waktu lalu pun sempat saya melihat lowongan ini di beberapa perusahaan marketplace, dan media misalnya seperti tokopedia, bukalapak, dan juga media baru yang tengah naik daun yaitu kumparan.

Artinya jika anda menguasai kemampuan storytelling yang baik dan anda professional di dalamnya, maka jangan cemas bertarung di dunia lapangan kerja. Selama anda berdedikasi dan perluas jaringan dan konsisten dalam dunia menulis, maka anda akan dibutuhkan dan pekerjaanlah yang akan datang pada anda dengan penawaran yang maknyus bin top markotop.

Mungkin ucapan kan di lupakan, perbuatan akan menjadi sampiran, namun tulisan akan selalu abadi dan dikenang sepanjang zaman

 

Muhamad Fadhol Tamimy

Penulis adalah co-founder psikoma.com dan Psikologi Indonesia

Penulis buku Sharing-mu Personal Branding-mu

 

Untuk korespondensi dan mengundangnya dapat langsung menghubungi email beliau di: tamimyf@yahoo.com atau di kontak WA di link -> http://bit.ly/2u9t2ot