Deindividuation, Salah Satu Penyebab Seseorang Bertindak Buruk Penyebab Seseorang Bertindak Buruk. Pernahkah anda berpikir bagaimana seseorang bisa bertindak buruk, melawan norma, dan melakukan segala bentuk perbuatan yang berbentuk perbuatan antisosial, alias perbuatan yang melawan norma-norma dan juga aturan sosial yang ada di dalam masyarakat? Apabila dilihat dari gangguan psikologis, mereka yang cenderung sering bertindak mengacau mungkin bisa digolongkan mengalami gangguan kepribadian antisosial.

Namun demikian, tidak semua orang yang melakukan tindakan buruk, jahat, atau di luar norma yang berlaku adalah orang dengan kepribadian antisosial. Lalu bagaimana seseorang bisa bertindak buruk? Apa saja hal yang memungkinkan seseorang bertindak buruk?

Penyebab Seseorang Bertindak Buruk

Phil Zimbardo (2007) seperti yang dikutip oleh Glenn Geher (2016) dari psychologytoday mengatakan bahwa seseorang dapat menunjukkan perilaku antisosial, karena salah satu faktor yang dikenal dengan istilah deindividuation atau deindividuisasi. Apa itu deindividuisasi, dan bagaimana deindividuisasi menjadi salah satu hal yang memungkinkan seseorang bertindak buruk? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Apa Itu Deindividuisasi

Secara umum, deindividuisasi merupakan suatu kondisi dimana identitas seseorang, baik sengaja ataupun tidak sengaja disembunyikan. Identitas yang disembunyikan ini maksudnya adalah, ketika orang – orang tidak mengenali anda lagi di dalam situasi tertentu, maka anda akan mengalami deindividuisasi. Berikut ini adalah beberapa contoh situasi yang bisa membuat anda mengalami deindividuisasi :

  1. Di dalam grup chatting online, dimana anda bebas menggunakan nama alias atau nama samaran
  2. Permainan atau game online
  3. Media sosial, dimana anda bisa dengan mudah merubah identitas anda tanpa perlu repot
  4. Dalam kostum tertentu, misalnya pesta kostum seperti Halloween, dan sebagainya

Secara garis besar, dan secara harafiah, deindividuisasi merupakan kondisi dimana anda memang benar – benar tidak menunjukkan identitas anda sama sekali, dan tidak ada orang yang mengetahui bahwa itu adalah diri anda.

Bagaimana Deindividuisasi dapat Memunculkan Perilaku Buruk atau Tidak Pantas?

Lalu, bagaimana caranya kondisi dimana seseorang mengalami deindividuisasi ini bisa menjadi hal yang memungkinkan seseorang bertindak buruk? Ternyata, memang terdapat kecenderungan, dimana seseorang yang mengalami deindividuisasi ini dapat melakukan tindakan yang buruk atau tidak pantas. Mereka yang mengalami deindividuisasi lebih berpotensi melakukan penyerangan, menyakiti orang lain, berbuat curang, mencuri, bahkan melakukan pembunuhan di berbagai situasi.

Apabila anda tidak percaya, maka anda bisa melihat contoh-contoh situasi yang membuat seseorang mengalami deindividuisasi, salah satunya adalah ketika seseorang memakai topeng dan penyamaran. Topeng dan penyamaran, identik dengan perbuatan jahat, seperti misalnya pembunuhan, perampokan, pencurian, dan juga pekerjaan jahat lainnya. Penyamaran juga banyak digunakan dalam situasi peperangan, dimana para tentara harus mengalahkan musuh mereka di medan perang.

Itu adalah salah satu bukti, bahwa kondisi dari deindividuisasi adalah salah satu hal yang memungkinkan seseorang bertindak buruk atau melakukan tindakan yang tidak pantas. Semoga artikel mengenai deindividuisasi ini bisa menambah pemahaman dan pengetahuan anda mengenai perilaku buruk dan juga perilaku antisosial lainnya. By: Eduardus Pambudi