Dampak Psikologis Akibat Dari Perubahan Ekonomi yang TerjadiDampak Psikologis – Perkembangan ekonomi merupakan salah satu hal yang paling dinamis yang ada di dunia. Pastinya, perkembangan ekonomi di satu negara akan mempengaruhi negara lainnya, apalagi ketika perkembangan ekonomi terjadi secara global, alias secara menyeluruh. Hal ini pun tentu saja memberikan dampak di berbagai macam bidang. Selain dampak di bidang bisnis dan investasi, ternyata perkembangan ekonomi, seperti misalnya perkembangan ekonomi Indonesia juga bisa memberikan dampak psikologis, baik secara langsung, maupun tidak langsung.

Perkembangan ekonomi yang kian mengkawatirkan ini diperparah dengan beragam kabar tak sedap yang saat ini tengah beredar. Misalkan saja harga kebutuhan bahan pokok yang melambung tinggi, mulai diberlakukannya pajak kendaraan bermotor yang naik jumlahnya, timpangnya jumlah lapangan pekerjaan dengan angkatan kerja yang ada dan lain sebagainya.

Terlebih lagi permasalahan lapangan pekerjaan yang sangat mengkhawatirkan, di satu sisi masyarakat tengah gundah gulanah bersaing dan berebut lapangan pekerjaan yang tak mampu menampung seluruh angkatan kerja. Namun di sisi lain, ternyata bangsa indonesia juga sedikit kecolongan dengan serbuan pekerja asing negeri china.

Hal ini seperti di lansir dalam situs jawapost dimana mereka memberitakan bahwa, telah terjadi pergeseran mayoritas pekerja di salah satu proyek pembangunan smelter dimana kontraktornya adalah orang china dan pekerja kasarnya pun banyak yang asal dari negeri china (Jawapost.com Minggu, 01 Jan 2017 11:36). Pun di situs republika memberitakan bahwa ratusan pekerja illegal asal china ditangkap (Republika.co.id/ Sabtu , 29 October 2016, 15:00 WIB)

Beberapa hal tesebut tentu sangat berdampak pada kondisi masyarakat yang ada saat ini. Pengangguran yang begitu kian subur, di satu sisi harga kebutuhan bahan pokok pun ikut melambung tinggi tanpa terkendali.

Penasaran? Berikut ini adalah beberapa contoh dari dampak psikologis yang di akibatkan oleh perkembangan ekonomi kepada diri anda, yang mungkin tidak anda sadari:

  1. Stress dan depresi

Dampak yang paling mungkin muncul ketika terjadi suatu perubahan ekonomi adalah munculnya stress dan juga depresi. Seperti misalnya krisis moneter di Indonesia pada era 90-an kemarin. Hal tersebut memberikan sumbangan yang sangat kuat dalam meningkatkan stress dan depresi bagi banyak orang, terutama para pengusaha dan pemilik bisnis.

Tak hanya bagi para pengusaha terutama pengusaha pribumi, namun hal ini juga berdampak pada sebagian besar keluarga di indonesia. Munculnya stress diakibatkan oleh kekhawatiran akan kepastian dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga masa depan anak dan keturunannya kelak.

Jika hal ini terus menerus tidak di sikapi dengan bijak, maka potensi masyarakat indonesia mengalami lonjakan manusia stress dan pribadi depresi secara kolektif pun akan kian “terwujud”

Kita bisa melihat riak-riak kesetresan yang terjadi saat ini, dimana sebagian besar masyarakat meampiaskan pada hal-hal yang cenderung destruktif seperti update di sosial media tentang keluh kesah yang terjadi, saling hujat, dan terjadinya tindak kriminal yang kian meraja lela. Itu semua patut di duga sebagai akibat dari kesetresan akan ketidak pastian ekonomi yang tengah di alami.

Sangat di sayangkan jika kritik yang sebenarnya dapat menjadi bahan evaluasi pemerintah agar masyarakatnya terhindar dari dampak psikologis dan mengobati stress dan kecemasan yang di alami, justru di tanggapi dengan aksi pembungkaman, penangkapan, hingga tudingan berbuat makar.

  1. Motivasi kerja

Perkembangan ekonomi bisa jadi meningkatkan, atau malah menurunkan motivasi kerja pada diri anda. Misalnya, ketika perubahan ekonomi membuat banyak tercipta lapangan kerja baru, maka semangat kerja dan motivasi kerja anda akan meningkat. Namun, ketika ekonomi tidak berkembang, atau malah mengalami penurunan, maka hal ini bisa saja menyebabkan anda menjadi jenuh dan memiliki semangat kerja atau motivasi kerja yang rendah.

Sedikit banyakna jumlah pengangguran pun tak selalu diidentikkan dengan tidak cukup tersedianya lapangan pekerjaan yang ada, namun perubahan yang kian dinamis mengenai trend pekerjaan impian pun memiliki andil di dalamnya. Misalkan saja, dahulu di era sumber daya alam masih bergairah, mereka yang bekerja di sector kayu menjadi primadona, namun saat hutan mulai habis sector pertambangan menjadi primadona para pencari kerja.

Seiring perkembangan di era digital saat ini, akhirnya trend sedikit banyaknya mulai berubah, dimana masyarakat mulai melirik untuk bekerja di industry yang berbasis digital semacam, gojek, bukalapak, tokopedia, dann lain sebagainya.

  1. Optimisme

Perubahan dan perkembangan ekonomi juga dapat mempengaruhi optimisme anda loh. Ketika perubahan ekonomi mengarah kepada tren negatif, maka bukan tidak mungkin anda akan menjadi pesimis dengan kondisi anda. begitupun sebaliknya, ketika tren ekonomi mengarah ke positif, maka anda bisa menjadi lebih optimis dengan situasi anda.

Menjaga keoptimisan para pekerja hingga membuat dampak psikologis yang positif semakna dengan menjaga trend dampak baik ekonomi yang ada. Bergairahnya ekonomi harus di barengi dengan porsi yang adil untuk para pekerja dalam negeri terutama para pekerja bangsa indonesia. Jika alasan mereka di singkirkan saat ini dikarenakan skill yang kurang mumpuni di bandingkan dengan para pekerja asing, maka kebijakan-kebijakan untuk mendidik para pekerja dan meningkatkan skill adalah hal terbaik dan bijak untuk di lakukan.

  1. Semangat hidup dan makna hidup

Dampak psikologis dari perkembangan ekonomi selanjutnya adalah muncul atau tidaknya semangat hidup dan kebermaknaan hidup yang di alami. Selain semangat kerja, semangat hidup juga bisa saja dipengaruhi oleh adanya perkembangan ekonomi. Misalnya, ketika sedang terjadi masalah ekonomi, anda menjadi stress, dan otomatis anda bisa saja kehilangan makna hidup dan semangat hidup anda. begitupun sebaliknya, anda bisa memiliki semangat hidup dan makna hidup yang kuat ketika situasi ekonomi menjadi lebih baik dan juga stabil

  1. Masalah kesehatan mental

Selain dapat menyebabkan stress dan depresi, perkembangan ekonomi yang kurang baik akan menyebabkan munculnya banyak masalah kesehatan mental. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya masalah kesehatan mental pada mereka yang mengalami kegagalan dalam usahanya, misalnya bangkrut. Banyak orang mengalami skizofrenia karena usahanya bangkrut atau mengalami kegagalan. Hal ini juga secara tidak langsung merupakan dampak dari adanya perubahan ekonomi yang menurun. Sebaliknya, ketika ekonomi berada dalam tren yang naik, maka seseorang akan merasa lebih senang dan bahagia, yang akan membuat kesehatan mentalnya pun menjadi terjaga dengan lebih baik.

Nah, itu adalah beberapa contoh dari dampak psikologis yang bisa anda alami dari perubahan ekonomi, baik itu perubahan positif maupun perubahan yang negatif. Ternyata, banyak hal yang bisa mempengaruhi kondisi psikologis anda. Jadi, usahakanlah agar kondisi mental anda tetap terjaga dengan baik, sehingga anda “tahan banting” apabila terjadi sesuatu dengan diri anda.

Dan kita berharap bersama, untuk segenap elemen bangsa indonesia bersatu dalam menyelaraskan, menyeimbangkan kesejahteraan dalam bidang ekonomi, agar dampak psikologis yang di alami bukanlah dampak psikologis yang negative, melainkan dampak psikologis tersebut adalah dampak psikologis yang positif dan pada akhirnya kondisi kesehatan mental rakyat indonesia terpelihara dan terjaga. By: Muhamad Fadhol Tamimy & Eduardus Pambudi