Dampak Pola Asuh Di Masa Kecil Terhadap Masalah Psikologis Saat Dewasa NantinyaNama : ayu
E-mail : anatasiayahxxx@gmail.com (Dampak Pola Asuh)

Isi Konsultasi : Saya adalah seorang wanita berusia 24 tahun, selama ini saya memiliki sifat yang mudah marah, mudah tersinggung, moody, dan mudah depresi. Perubahan moodnyapun sangat drastis sekali. saya mudah sekali stress dan cemas hingga keringat dingin. saya selalu menyalahkan diri saya sendiri dan terkadang menyalahkan orangtua saya atas keadaan ini. Saya merasa orang tua saya terutama ibu saya terlalu tempramental sehingga sedari kecil saya terbiasa kena marah dengan kata2 yg mengunderestimat,memang orangtua saya sangat sayang pada saya, tetapi terkadang hal itu kerap terjadi pada saya. Sehingga saya sering memendam amarah. Entah ini karena orangtua sy ataukah karna memang dari diri saya sendiri. Yang jelas saya sangat tersiksa dengan perasaan ini. sekian terimakasih

Jawab: Dear mba ayu beberapa hal yang mba  sedang alami tentu sangat tak nyaman untuk diri anda bukan?. Perasaan yang sangat mudah untuk marah, tersinggung hingga moody terkadang menjadikan apa yang kita lakukan berimbas pada lingkungan sekitar kita. Namun berdasarkan apa yang anda ceritakan tentang masa lalu anda tersebut, memang bisa jadi diduga karena pengalaman masa lalu anda yang terbiasa menerima dampak tempramentalnya ibu anda tersebut.

Mungkin dahulu atau bahkan hingga sekarang, maksud dan tujuan ibu anda bersikap keras terhadap anda merupakan bentuk kasih sayang orang tua pada diri anda. Ia tak ingin melihat anda melakukan kesalahan, atau menderita akibat dari kesalahan yang menurut ibu anda dahulu akan fatal. Namun memang pada saat ini, masih banyak orang tua yang memiliki tujuan baik agar anak nantinya menjadi lebih baik daripada orang tuanya namun justru bertindak yang justru mendegradasi anaknya.

Hal ini juga dapat menjadi pelajaran kita semua sebagai orang tua dalam mendidik anak kita nantinya. Mencela apa yang di lakukan anak sebaiknya dihindari karena hal tersebut jutru dapat membuat anak minder atau mengikuti diri kita untuk tak menghargai orang ain. Padahal bisa jadi yang di lakukan anak kita akan bermanfaat nantinya di kemudian hari. Hindari pula untuk mengekang kebebasan anak “secara berlebihan” dalam usahanya mencoba menyalurkan kreativitas mereka, karena apabila hal tersebut dilakukan terus menerus dapat menimbulkan ketidakmandirian anak di masa yang akan datang.

Cobalah untuk berdamai terhadap masa lalu anda, maafkan segala apa yang terjadi sebelumnya. Dengan memaafkan dengan tulus ikhlas rasa amarah yang telah terakumulasi dan anda pendam selama ini, harapanya dapat tersalurkan dengan baik.

Ada beberapa saran yang dapat mba lakukan ketika rasa marah ataupun tersinggung tersbut muncul, mba dapat mencoba untuk mengatur nafas. Jika hal tersebut tidak mempan duduklah, jika masih saja belum mereda maka anda dapat membasuh wajah anda dan mengucapkan kata-kata positif menurut keyakinan anda diiringi dengan mengatur nafas anda. semoga dapat membantu untuk dampak pola asuh ini. Psikologi Mania