Dampak Perceraian Keluarga Terhadap Kondisi Psikologis Anak

Dampak Perceraian Keluarga Terhadap Kondisi Psikologis Anak

March 18, 2017 Off By admin

Dampak Perceraian Keluarga Terhadap Kondisi Psikologis AnakNama : xxxhus
E-mail : hxx.2000@gmail.com
Judul : PHOBIA SOSIAL (Dampak Perceraian Keluarga Terhadap Kondisi Psikologis Anak)
Isi Konsultasi : Salam sejahtera dari saya. Saya muhammad husnan 14 thn..Saya ingin bertanya,langsung saya ceritain ya waktu saya kelas 8 semester 2,awal mengalami gangguan aneh seperti (*takut berinteraksi pada org,*selalu berfikir bahwa orang selalu memerhatikan saya,*berfikir kalo orang sedang menjelekan saya,*keringat dingin selalu di punggung,*sgt takut untuk tampil didepan umum,) dan itu sama percis dengn phobia sosial.padahal nya dulu saya sebaliknya saya (berani,mudah tampil di depan umum,bahkan saya pernah menjadi pemimpin upacara 2 kali,DLL)..Sudah banyak cara yang saya lakukan,tapi tak membuahkan hasil?..mungkin salah satu penyebabnya adalah *saya selalu mengkonsumsi obat-obattan.karena saya terkena penyakit paru-paru basah..tapi sekarang sudah sembuh *orang tua saya bercerai dan merka sudh kawin lagi *tidak tinggal dgn orgtua,hnya tinggal brsm nenek,sedangkan orgtua saya diluar daerah *selalu di bully atau disuruh-suruh sama teman di sekolah. *kondisi ekonomi yang seadanya.. itu beban hidup saya..saya sgat sulit untuk curhat pada orgtua saya.saya gkpunya teman curhat sama sekali..penyakit phobia sosial ini sangat mengnggagu di usia remaja saya..seharusnya di usia saya 14 thn,bergaul dan selalu ingin mencoba hal- baru,tapi susah kalo ada penyakit phobia.,saya sudah menjalankan beberapa cara di google,tapi tak membuahkan hasil??,,gimana cara ngilanginnya,,saya butuh banget penyemangat dok untuk melewati hal sulit ini dok ini nomer saya 0831xxx,, (dampak perceraian keluarga)

Jawaban

Dampak perceraian keluarga – Hay hus, semoga kabarnya selalu baik ya. Apapun kondisinya pandanglah hal di sekitar anda dengan kepositifan maksimal. Sebelumnya saya ingin menjelaskan terlebih dahulu apa itu phobia sosial.

Phobia sosial itu sendiri di definisikan dengan sebuah gangguan rasa takut yang berlebihan terhadap objek ataupun situasi tertentu. Ketakutan yang berlebihan ini tak jarang membuat para penderitanya mengalami sebuah kecemasan hebat, kepanikan, hingga depresi yang sangat parah bahkan dapat membuat para penderitanya mengalami gangguan depresi. Para penderita Fobia sosial ini sangat menghindari kondisi dan situasi yang membuatnya bertemu orang lain, seperti pasar, restoran, supermarket, atau ruang-ruang public yang lainnya.

Selain dariapda gejala-gejala atau tanda-tanda yang dapat kita lihat terdapat pula kondisi fisik, hingga seseorang tersebut dapat dikatakan sebagai penderita fobia sosial, misalnya saja pusing dan sakit kepala ketika berada dalam keramaian, mengalami disorientasi atau kebingungan, mual, sesak napas yang diikuti dengan dada yang sesak dan nyeri, debaran jantung meningkat, tubuh gemetar disertai keringat, sensasi ingin buang air kecil, mulut tersa kering dan sebagainya.

Penyebab seseorang mengalami fobia sosial sampai saat ini belumlah diketahui secara jelas, namun beberapa orang yang mengalaminya kerap kali di masa lalunya pernah mengalami traumatis masalalu yang amat hebat, memiliki kerabat atau orang tua yang mengalami fobia (penderita fobia), memiliki tempramen yang tinggi. Namun hal ini masih butuh penelitian lebih lanjut.

Untuk mas hus, apakah dari pemaparan di atas mas husnan mengalaminya? Karena untuk mendiagnosis ataupun melakukan vonis terhadap gangguan tidaklah dapat begitu saja. Perlu pendalaman lebih lanjut. Tapi memang bebrapa gejala di atas yang anda ungkapkan seperti “takut berinteraksi pada org,*selalu berfikir bahwa orang selalu memerhatikan saya,*berfikir kalo orang sedang menjelekan saya,*keringat dingin selalu di punggung,*sgt takut untuk tampil didepan umum” adalah beberapa di antaranya adalah ciri dari fobia sosial. Namun apakah benar yang dialami tersebut muncul dalam frekuensi yang sering atau selalu dalam situasi sosial? Orang yang mengalami phobia sosial tentu akan sangat takut jika harus keluar rumah. Namun anda juga sekolah. Untuk itu “dugaan” saya anda hanya mengalami kecemasan. Saya menduga salah satu akibatnya hal ini adalah dampak perceraian keluarga yang anda alammi. Namun akan lebih baik jika bisa secara langsung melihat, mewawancarai, dan observasi secara langsung agar lebih akurat.

Memang apa yang anda alami tersebut adalah salah satu peristiwa yang tidak menyenangkan di masa lalu, dan tentu hal tersebut sangatlah membekas di benak anda. Rasa minder dikarenakan kondisi ekonomi yang tidaklah menentu, di sempurnakan pula oleh tidak adanya teman curhat, yang padahal jika anda memiliki teman curhat tersbut dapat sedikit banyaknya meredakan rasa unek-unek di hati anda.

Manusia adalah makhluk sosial, sehingga saat manusia tersebut tak mampu untuk melaksanakan fungsinya sebagai makhluk sosial, tentu akan berdampak buruk bagi kondisi psikologisnya. Saat kondisi psikologisnya buruk, dan terakumulasi hal tersebut akhirnya akan menyerang kondisi fisik.

Saya simpulkan di sini penyebab yang membuat anda tidak percaya diri dan merasa seperti di perhatikan, di jelekkan orang lain, gugup saat harus tampil di depan umum diantaranya adalah;

  1. (Dampak perceraian keluarga) Perceraian Orang tua: Kondisi ini juga di alami oleh sebagian anak yang mengalai hal tersebut. Beberapa di antaranya merasa bahwa, kondisi perceraian dari orang tuanya adalah akibat dari kehadiran dirinya. Hingga akhirnya membuat dirinya menyalahkan diri sendiri. yakinlah bahwa yang menjadi dampak perceraian keluarga bukan salah anda.
  2. Kondisi Ekonomi: kondisi ekonomi juga membuat sebagian dari orang mengalami “minder” dalam berinteraksi dengan orang lain
  3. Perlakuan Buruk teman: perlakuan buruk teman ini adalah momok yang masih belum terselesaikan di dunia pendidikan saat ini. Padahal bully yang dilakukan oleh teman sekitar sangat berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak didik.
  4. Masalah kesehatan
  5. membutuhkan rekan untuk mencurahkan segala keluh kesah. (sahabat)
  6. Merasa sendiri

Saran Saya untuk mas hus

Cobalah untuk memaafkan diri sendiri, yakinlah bahwa apapun yang terjadi di masa lalu adalah takdir dan bukan karena diri Anda. Maafkanlah semua yang telah terjadi. Mulai saat ini pandanglah segala permasalahan dari sudut pandang yang berbeda. Kondisi ekonomi bukanlah penghalang untuk berteman. Jika memang kondisi ekonomi membuat anda di perolok oleh orang di sekitar anda, abaikan saja. Mereka yang mengolok dan membully anda sebenarnya tidak lebih baik dari apa yang diperoloknya. Jika anda sudah tidak tahan untuk di bully, mantap dan berusaha sekali saja untuk menanyakan, apakah ada yang salah dengan diri Anda, dan tanyakan pula solusi agar Anda dapat lebih baik kedepannya. Percaya dirilah karena kepercayaan diri mampu menguatkan aura positif yang membuat orang di sekitar anda merasa nyaman dan segan untuk membully anda. Saat anda lelah dan tidak ingin untuk disuruh, maka langsung saja katakan. jangan disimpan atau di pendam dalam hati.

Saatnya anda melatih dan mengasah hubungan interaksi dengan orang lain sekarang juga. “Tapi saya merasa gugup dan belum mampu” selama tidak mencoba, maka kita hanya akan berdiam diri tanpa berubah. Hindari menikmati keadaan anda saat ini. menikmati disini bukan kebahagiaan, namun menikmati yang saya maksud adalah Anda menikmati dan tidak ingin mencoba untuk keluar dari ketakutan anda dalam kesendirian.

Yakinlah, tidak semua orang membenci anda dan senang membully anda. Sebenarnya masih banyak yang ingin berteman dan menjadi sahabat anda. Kunci dari semua adalah yakin, niat, dan mencoba untuk berubah. Mulai dari diri sendiri, mulailah saat ini, dan rasakan perubahannya. Semoga berhasil mas husnan. Psikologi Mania