Conduct Disorder, Sebuah Perilaku Yang Mengacau Pada Anak-AnakConduct Disorder. Saat ini, kasus kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak semakin marak muncul di dalam lingkungan masyarakat. Seperti misalnya anak-anak yang mencopet, tawuran, melakukan tindak kejahatan, atau malah anak yang melakukan pembunuhan.

Ternyata, hal ini juga menjadi salah satu perhatian dari ilmu psikologi dan ilmu psikiatri. Ada kemungkinan anak-anak yang melakukan tindakan seperti itu, mengalami suatu gangguan secara psikologis, yang dikenal dengan nama conduct disorder. Apa itu conduct disorder? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Conduct Disorder?

Conduct disorder bisa dikatakan sebagai sebuah perilaku yang mengacau dan muncul pada anak-anak. Kemunculan gangguan conduct disorder atau gangguan konduksi ini bisa muncul dikarenakan berbagai macam faktor, mulai dari masalah pendidikan yang diberikan orangtuanya, hingga pengaruh lingkungan sosialnya.

Kemunculan gangguan konduksi ini bisa saja melebar, dan perilaku mengacau pada anak-anak ini bisa menetap dan menjadi sebuah bentuk gangguan kepribadian bernama gangguan kepribadian antisosial (DSM-IV TR).

Gangguan konduksi / Conduct Disorder atau yang merupakan perilaku mengacau pada anak-anak ini, biasanya muncul ketika anak-anak sudah berani untuk melakukan suatu tindakan yang dianggap menyimpang dari norma.

Berbohong adalah salah satu hal “kecil” yang bisa menunjukkan gangguan konduksi atau conduct disorder ini. Apa saja yang menjadi ciri-ciri atau perilaku yang bisa dikategorikan sebagai salah satu bentuk dari gangguan konduksi atau perilaku mengacau pada anak-anak? Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dan juga perilaku yang muncul pada gangguan perilaku mengacau pada anak-anak:

  1. Sering berbohong, memberikan ancaman, dan juga memberikan intimidasi kepada orang lain
  2. Seringkali menjadi biang keladi dan memulai munculnya perkelahian secara fisik
  3. Menggunakan senjata, baik tajam ataupun tumpul yang menyebabkan munculnya bahaya, misalnya pisau, pemukul, botol pecah, dan sebagainya.
  4. Kejam secara fisik kepada orang lain
  5. Kejam kepada binatang dan hewan yang tidak mengganggu, seperti menendang kucing yang sedang tidur.
  6. Mencuri dengan cara berhadapan dengan korban, seperti menjambret, merampok, dan sebagainya
  7. Memaksa orang untuk melakukan hubungan seksual (memperkosa)
  8. Sengaja menimbulkan kebakaran atau kerusakan serius pada barang dan properti orang lain
  9. Secara sengaja menghancurkan barang orang lain
  10. Maling, dan merampok ke dalam rumah secara paksa
  11. Berbohong untuk mendapatkan kemurahan hati orang lain
  12. Mencuri barang dalam nilai yang besar, seperti uang tunai, perhiasan, batu mulia, barang elektronik, kendaraan, dan sebagainya
  13. Kabur dari rumah semalaman
  14. Sering bermain di malam hari, padahal dilarang oleh orangtuanya
  15. Sering membolos dari sekolahnya

Itulah beberapa ciri dan juga perilaku mengacau pada anak-anak yang masuk ke dalam gangguan konduksi alias conduct disorder. Perlu diingat, ciri-ciri dan perilaku tersebut haruslah muncul sebelum usia 13 tahun, atau selambat-lambatnya muncul pada usia sebelum 18 tahun, agar seorang anak bisa benar-benar dikategorikan mengalami gangguan konduksi, alias perilaku mengacau pada anak.  Eduardus Pambudi