Apa itu Optimis, Ciri-cirinya dan Hubungannya dengan Kesehatan Mental

Ciri Orang Yang Optimis. Optimis adalah satu kata yang memiliki banyak makna. Optimis sangat berkaitan erat dengan harapan akan sesuatu yang lebih baik dibandingkan sebelumnya. Biasanya, optimis merupakan salah satu sifat seseorang yang diperoleh dari berbagai macam pengalaman hidup, dan tentu saja tidak mudah mendapatkan sifat optimis di dalam diri anda. Dengan menjadi orang yang optimis, maka hidup anda bisa menjadi lebih baik. Sudah banyak penelitian mengenai optimisme, yang ternyata memiliki banyak sekali pengaruh, salah satunya adalah di bidang prestasi dan juga makna hidup.

Apakah anda adalah orang yang optimis? Yuk, coba cari tahu, bagaimana ciri – ciri dari orang yang optimis, dan coba cocokkan dengan kepribadian dan juga sifat – sifat anda, apakah anda sudah menjadi orang yang optimis atau belum. Berikut ini adalah 5 ciri – ciri orang yang optimis :

1. Mampu menghentikan dan menahan pikiran negative

Ciri – ciri orang yang optimis pertama adalah mampu menahan dan juga menghentikan pemikiran negatif. Pemikiran negatif adalah salah satu penghambat untuk menjadi orang yang optimis, karena optimis adalah salah satu bentuk pemikiran yang positif. Karena itu, hentikan segala pemikiran dan emosi negatif anda, sehingga anda bisa menjadi orang yang lebih positif dan juga optimis.

2. Selalu merasa gembira dan bersyukur meskipun berada pada situasi sulit

Saat – saat yang sulit dan juga susah pasti akan datang menghampiri anda bagaimanapun caranya, kapanpun dan dimanapun. Orang – orang yang optimis akan menghadapi situasi seperti itu dengan cara yang benar, yaitu selalu merasa gembira dan selalu bersyukur atas apapun yang sudah diperoleh. Hindari mengeluh ketika berada dalam situasi sulit, dan selalu utamakan rasa syukur dan juga gembira saat menghadapi segala macam situasi, terutama yang sulit dan juga tidak menguntungkan anda.

3. Selalu yakin bahwa kesempatan terbuka lebar

Ciri orang optimis lainnya adalah selalu merasa yakin bahwa ada banyak kesempatan yang akan terbuka lebar untuknya. Mereka selalu yakin bahwa apa yang terjadi sekarang adalah sebuah pintu gerbang untuk kesempatan baru lainnya yang lebih besar dan terbuka lebar untuk mereka. Segala hal yang dihadapkan atau mereka hadapi adalah sebuah kesempatan baik yang harus mereka ambil dan mereka jalani.

4. Sering memberikan motivasi dan mendorong orang lain untuk berbuat sesuatu yang baik dan positif

Hal lainnya yang menarik dari ciri – ciri orang yang optimis adalah seringkali memberikan motivasi dan dorongan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu hal yang baik dan juga positif. Motivator bisa jadi merupakan salah satu profesi yang sangat cocok untuk orang – orang yang optimis. Orang yang optimis mampu memberikan dorongan, dan juga aura semangat yang positif bagi siapapun yang berada di sekitarnya, sehingga tentu saja akan sangat cocok untuk membangkitkan semangat dan juga harapan orang lain.

5. Mampu menerima hal yang sudah tidak bisa dirubah lagi

Banyak hal di dunia ini yang sulit, bahkan tidak bisa dirubah sama sekali. Nasib misalnya. Ketika anda mengalami suatu nasib sial, maka masa lalu itu sudah tidak akan pernah bisa dirubah lagi. Yang ada hanyalah masa kini dan juga masa depan. Nah, mereka yang memiliki ciri – ciri optimis, biasanya akan mudah untuk menerima hal yang sudah tidak bisa dirubah lagi, dan fokus pada apa yang akan dilakukan selanjutnya. Masa lalu biarlah berlalu dan tidak perlu diratapi, ditangisi, bahkan disesali. Terima hal itu apa adanya, dan tatap masa sekarang dan masa depan yang bisa dirubah, itulah ciri – ciri orang yang optimis.

Nah, bagaimana? Apakah dari 5 ciri – ciri orang yang optimis itu, anda memiliki salah satunya? Kalau iya, selamat, maka anda bisa dikategorikan sebagai orang yang optimis. Kalau belum, maka jangan berkecil hati, karena masih banyak kesempatan bagi anda untuk bisa merubahnya.

Penelitian Ini Mengungkapkan Bahwa Optimis Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental Anda

Optimisme dan kesehatan mental merupakan salah satu bagian dari penelitian mengenai psikologi positif yang saat ini banyak dikembangkan. Banyak orang yang mungkin kurang tahu bahwa sebenarnya faktor kesehatan mental bisa dipengaruhi oleh situasi atau hal yang mungkin kurang diperhatikan.

Sebelum kita membahas mengenai tentang optimisme dan kesehatan mental mari kita bahas secara satu-persatu mengenai apa itu optimism dan juga apa itu kesehatan mental.

Optimisme

Menurut pengertian yang di berikan oleh Segerestrom (1986) optimisme merupakan cara berpikir positif dan juga realistis dalam memandang sebuah masalah. Berpikir positif merupakan bentuk usaha yang dilakukan untuk mencapai hal-hal baik dari pada keadaan buruk. Optimisme dapat membantu kita dalam meningkatkan kesehatan secara psikologis, memiliki sebuah peran perasaan baik, untuk melakukan penyelesaian masalah dengan cara yang logis, sehingga hal ini akan dapat meningkatkan pada kekebalan tubuh.

Lopes dan Synder (2003) juga berpendapat bahwa optimis merupakan sebuah harapan yang ada di dalam individu bahwasanya segala sesuatu dapat berjalan menuju ke arah yang baik. Perasaan optimis akan membawa individu pada sebuah tujuan yang diinginkan, yakni di dalam diri dan juga kemampuan yang dimiliki. Sikap optimisme ini dapat menjadikan seseorang keluar dengan cepat daripada permasalahan yang tengah di hadapi karena adanya sebuah pemikiran dan perasaan memiliki kemampuan.

Hal ini pun didukung dengan sebuah anggapan yang menyatakan bahwa setiap orang memiliki keberuntungannya sendiri sendiri.

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka optimis dapat disimpulkan sebagai sebuah kecenderungan yang dimiliki oleh setiap individu dalam memandang segala sesuatu hal daripada sisi dan juga kondisi keberuntungan secara sendiri-sendiri.

Kesehatan Mental

Menurut Zakiah Darojad kesehatan mental adalah terhindarnya individu daripada gejala – gejala gangguan dan juga penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, mampu memanfaatkan segala potensi dan bakat yang dimiliki secara maksimal hingga membawa kepada kebahagiaan bersama dan juga dapat membawa kepada kebahagiaan bersama serta mencapai keharmonisan jiwa untuk menjalani hidup.

Menurut zakiah pula, orang yang sehat secara mental, ia dapat menyesuaikan diri dan juga memanfaatkan potensi serta mencapai keharmonisan jiwanya. Jadi dalam hal ini maka yang bersangkutan mengalami keseimbangan atapun dalam keadaan equilibrium, tak goncang dan tak berat sebelah. Ia memiliki kestabilan emosi dalam menghadapi sebuah persoalan serta mendapatkan kepuasan untuk memenuhi kebutuhan rohani, metafisis, dan juga jasmaniah. Kestabilan ataupun keseimbangan masing masing individu adalah berbeda – beda, hal ini dikarenakan setiap individu memiliki pengalaman yang berbeda beda pula.

Optimisme merupakan contoh yang sebenarnya sangat berkaitan erat dengan kesehatan mental seseorang. Banyak orang yang menganggap remeh daripada optimism yang satu ini. Mungkin anda pun juga sering memikirkan “Ah masa sih, cuman berharap dan optimis, kita bisa berhasil?”

Namun demikian, faktanya adalah optimisme sangat mungkin mengubah hidup seseorang. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Rezaei, Mousavi, dkk (2015) mengatakan bahwa optimisme memiliki hubungan yang kuat dengan kesehatan mental. Mereka yang optimis dengan hidup mereka, akan memiliki kesehatan mental yang baik pula.

Mereka yang optimis juga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan strategi pemecahan masalah, atau yang dikenal dengan istilah coping strategies. Hal inilah yang kemudian ikut meningkatkan kesehatan mental seseorang, terutama ketika menghadapi suatu masalah. Hal inilah yang kemudian semakin menguatkan pernyataan bahwa optimisme memiliki dampak yang luar biasa terhadap kesehatan mental anda.

Tidak hanya kesehatan mental, kesehatan fisik pun bisa memiliki pengaruh yang luar biasa signifikan apabila dikaitkan dengan optimisme. Tengok saja penelitian yang dilakukan oleh Hernandez, Kershaw, dkk (2015).

Kesehatan fisik yang mempengaruhi sangat beragam, mulai dari kesehatan yang berkenaan dengan sebuah penyakit, hingga kebugaran yang anda miliki. Hal ini sesuai dengan sebuah penelitian yang telah dilakukan oleh Hernandez dalam jurnal yang berjudul Optimism and Cardiovascular Health:Multi-Ethnic Study of Atherosclerosis (MESA)

Hernandez dkk (2015) melakukan penelitian mengenai bagaimana pengaruh antara optimisme dengan kesehatan kardiovaskular bagi 5134 orang. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa mereka yang memiliki optimisme lebih tinggi juga memiliki kesehatan kardiovaskular yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki optimisme rendah.

Belum lagi berbagai macam penelitian lainnya yang jelas mendeskripsikan bahwa optimisme juga memiliki korelasi yang kuat dengan kesehatan fisik seseorang. Misalnya saja pada pasien penderita kanker, dimana banyak penelitian mengungkapkan bahwa penderita kanker yang memiliki optimisme tinggi memiliki tren kesehatan yang membaik dibandingkan dengan pasien dengan optimisme yang rendah.

Hal ini membuktikan, meskipun banyak disangsikan, optimisme mampu menjadi salah satu “obat” pendukung yang mampu menjaga kesehatan mental dan juga kesehatan fisik anda. Perlu anda ingat dan anda ketahui bahwa tubuh manusia merupakan suatu sistem, yang akan berjalan dengan baik apabila seluruh elemen nya bekerja dan berjalan sebagaimana mestinya.

Ketika anda sakit, meskipun sistem fisik anda mengalami masalah, namun akan menjadi lebih baik ketika sistem kesehatan mental anda tetap bagus. Salah satu tanda sistem kesehatan mental anda bagus adalah banyak memiliki emosi positif, seperti salah satunya adalah optimisme.

Tujuan Kesehatan Mental

Tujuan dari kesehatan mental sangat beragam diantaranya adalah sebagai berikut;

  1. Agar tiap manusia memiliki kemampuan mental yang sehat
  2. Guna mencegah timbulnya beberapa penyebab – penyebab gangguan mental dan juga penyakit
  3. Tujuan kesehatan mental yang ketiga adalah pada penyembuhan. Penyembuhan yang di maksud adalah penyembuhan diri dari penyakit gangguan mental yang dialami.

Tujuan kesehatan mental di atas mungkin dapat tercapai apabila cara – cara dalam melakukan penanganan dilakukan dengan cara yang benar antara lain menggunakan para ahli. Dan kesehatan mental tersebut dapat disempurnakan dengan berpikiran optimis

Itulah beberapa hal yang dapat kita ketahui tentang manfaat optimism dapat meningkatkan kesehatan mental.

Dengan kesehatan mental yang baik, maka harapannya kita dapat menjadi seorang manusia seutuhnya yang mampu memberikan sebuah manfaat bagi lingkungan sekitar. Menjadi sehat secara jasmani mungkin penting, namun memiliki kesehatan mental yang baik pun juga penting untuk dimiliki.

Dan ketika kesehatan jasmani dan kesehatan mental yang baik telah kita miliki, maka apapun yang kita lakukan akan berdampak baik dan positif bagi orang di sekitar kita dan lingkungan sekitar kita.

Jadi, bagaimana? Apakah anda masih ingin menjadi seseorang yang pesimis, atau memiliki optimisme yang rendah? Ataukah anda ingin menjadi orang dengan optimisme yang tinggi, supaya kesehatan mental dan kesehatan fisik anda bisa terjaga dengan baik? Silahkan, semua pilihan ada di tangan anda. Psikologi Mania

Share