Ciri – Ciri Umum Anak Yang Mengalami Gangguan ADHD

Gangguan ADHD. ADHD atau Attention Deficit and Hyperactivity Disorder adalah sebuah gangguan psikologis yang banyak muncul pada usia anak – anak. ADHD biasanya sudah mulai terlihat ketika anak – anak mulai duduk di bangku sekolah, dan mulai bersosialisasi dengan orang lain, serta sudah memiliki suatu kewajiban untuk menjalankan tugas – tugas tertentu, seperti tugas sekolah, tugas rumah, dan juga sebagainya.

Apa Itu ADHD?

ADHD sendiri merupakan sebuah gangguan psikologis dimana memiliki dua gejala utama, yaitu adanya ciri – cri hiperaktif dan juga ciri – ciri sulit fokus pada suatu situasi atau tugas tertentu yang muncul pada anak – anak. ADHD bukanlah merupakan sebuah gangguan kepribadian, ataupun bagian dari kepribadian, namun masuk ke dalam gangguan perkembangan anak. Salah satu penyebab utama dari kemunculan ADHD ini adalah masalah genetik dan juga masalah biologis.

Bagaimana Pandangan Orang Biasa Mengenai Anak Yang Mengalami ADHD?

Untuk dapat mendiagnosa anak yang mengalami ADHD, seorang psikolog haruslah mengacu pada kriteria dari gangguan ADHD ini dengan berpedoman pada DSM (Diagnostic And Statistical Manual for Mental Disorder) yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Namun demikian, biasanya ada beberapa ciri – ciri dan juga perilaku khusus dan juga khas pada anak yang mengalami ADHD, yang biasanya sering terlihat dan mudah diidentifikasi oleh orang lain. Berikut ini adalah berapa perilaku dan juga pandangan orang – orang lain ketika menghadapi anak – anak yang mengalami gangguan ADHD :

  1. Seringkali di cap sebagai anak yang sangat nakal

Anak yang mengalami ADHD seringkali dicap sebagai anak yang sangat nakal, karena cenderung hiperaktif dan juga tidak bisa diam. Di dalam kelas, biasanya mereka yang mengalami ADHD seringkali gelisah dan juga berjalan – jalan di kelas, dan seringkali tidak mematuhi peraturan – peraturan yang diterapkan di dalam kelas. Namun demikian, cap nakal yang diberikan ini berbeda dengan cap nakal bagi anak – anak yang mengalami conduct disorder (gangguan perilaku yang cenderung mengarah kepada kekerasan).

  1. Tidak naik kelas

Anak yang mengalami ADHD sangat sering mengalami masalah yang satu ini. Mereka seringkali tidak naik kelas, bukan karena bodoh atau memiliki IQ yang rendah, namun karena mereka cenderung tidak mampu untuk fokus dalam pelajaran yagn diberikan, sehingga sulit memahami pelajaran, yang membuat nilai mereka akan menjadi jeblok. Ketika di tes, IQ mereka biasanya normal dan juga tidak mengalami kecenderungan retardasi mental

  1. Tugas sering tidak selesai, dan sering dianggap sebagai anak yang malas

Mereka yang mengalami ADHD juga seringkali tidak mampu menyelesaikan tugas mereka. Hal ini bukan karena mereka dengan sengaja mengabaikan tugas (seperti pada ciri – ciri conduct disorder), ataupun karena memiliki masalah inteligensi, namun terjadi karena memang mereka tidak mampu fokus dalam mengerjakan tugas mereka. Ketika tidak fokus, maka mereka akan sangat sulit mengerjakan tugas, dan akhirnya tugasnya sering tidak selesai.

  1. Keras kepala dan tidak mau mendengarkan orang lain

Keras kepala dan tidak mau mendengarkan orang lain, atau seringkali tidak memperdulikan nasihat orang lain juga seringkali dialami oleh mereka yang mengalami gangguan ADHD. Mereka tidak mampu untuk fokus pada satu hal, jadi misalnya ketika kita mengatakan “Nak, Tolong ambilkan kue di kulkas” maka mereka yang mengalami ADHD tidak mampu untuk memahami dan fokus pada perintah tersebut. hal ini menyebabkan anak yang mengalami ADHD seringkali dianggap tambeng, keras kepala, dan juga tidak mau mendengarkan orang lain.

Itulah beberapa ciri yang bisa terlihat secara jelas dan mudah diobservasi bagi anak – anak yang mengalami gangguan Attention Deficit and Hyperactivity Disorder. By: Eduardus Pambudi