Bagimana Sih caranya melatih kedewasaan diri pada remaja?

Bagimana Sih caranya melatih kedewasaan diri pada remaja?

July 1, 2017 Off By Admin

Bagimana Sih caranya melatih kedewasaan diri pada remaja?Nama : Hafsa
E-mail : inisrinaraxx@gmail.com
Judul : Remaja
Isi Konsultasi : Bagimana caranya melatih kedewasaan diri pada remaja?

 

Jawaban

Hay hafsa apa kabar? Semoga baik-baik selalu. Pertanyaan yang menarik “Bagaimana caranya melatih kedewasaan diri pada remaja”

Untuk mendewasakan diri atau melatih kedewasaan diri seorang remaja, membutuhkan beberapa usaha dan ikhtiar. Saya akan memberikan saran untuk memperhatikan 4 aspek dahulu sebelum lebih jauh kepada subjek remaja yang dimaksud. 4 aspek tersebut adalah, aspek keluarga, lingkungan, pendidikan, dan Agama.

Keluarga

Keluarga adalah sebagai sekolah pertama bagi seorang anak yang baru lahir. Dari keluarga pulalah segala nilai-nilai sosial kemanusiaan hingga rangka dalam bersikap dan bertata krama terbentuk.

Seorang remaja yang memiliki kecendrungan kurang percaya diri salah satu penyebabnya bisa disebabkan karena aspek dari keluarga. Orang tua yang seringkali menuntut dan memaksakan kehendak akan membuat anak mengikuti hal serupa di masa yang akan datang. Selain itu jika kondisi orang tua yang terlalu mudah untuk menuruti segala kemauan dari sang anak juga tidak baik bagi anak, karena dapat berpotensi membuat anak kurang menghargai apa yang dimiliki. Baca artikel sebelumnya yang berjudul “Mengajarkan Bersyukur Pada Anak, Sebagai Penguat Karakter Di Masa Mendatang

Pola asuh keluarga yang efektif dan baik juga akan berdampak baik pada diri anak dalam upaya membangun kebiasaan dan kedewasaan dalam bersosial anak. Hal ini seperti di lansir dalam penelitian yang diterbitkan dalam European Academic Research yang berjudul Effect of Parenting on Emotional and Social Maturity among Adolescents tahun 2014 mengatakan bahwa pola asuh yang baik dan efektif akan berdampak pada kemampuan seorang remaja dalam membangun kedewasaannya di lingkungan sosial.

Lingkungan

Selanjutnya adalah lingkungan. Lingkungan yang baik akan memberikan dampak yang baik bagi anak, sementara itu lingkungan yang buruk juga akan membawa dampak yang buruk bagia anak. Baik itu perkembangan ataupun kondisi psikologisnya di masa yang akan datang.

Agar anak mampu bersikap lebih dewasa maka pilihkanlah lingkungan yang menuntutnya untuk bisa mandiri melakukan segala hal. Lingkungan ini bisa dalam bentuk pendidikan yang berjenis asrama atau pondok pesantren. Dengan begitu sang anak bisa langsung mencoba kedewasaan secara langsung lewat kemandirian dalam hidupnya.

Pendidikan

Peran pendidikan akan selalu ada dalam proses pendewasaan sang anak. Pendidikan yang memberikan kesempatan yang lebih banyak dalam bereksperimen secara langsung akan membuat anak lebih mampu memahami ilmu yang diajarkan. Memang tidak semua hal bisa diaplikasikan dengan cara bereksperimen setelah teori di berikan. Namun kesempatan secara lansung dengan mengaitkan ilmu pengetahuan di dalam kehidupan sehar-hari mampu memberikan pemahaman yang lebih baik.

Jika pemahaman sang anak lebih baik, maka ia akan dengan sendirinya memiliki kepercayaan diri untuk tampil menjelaskan jika sewaktu-waktu di minta. Dari kesempatan untuk menjelaskan itulah yang akhirnya dapat membuat anak mampu bersikap dewasa, minimal ia memiliki kedewasaan berkomunikasi di depan umum.

Agama

Dan yang terakhir adalah aspek keagamaan dalam kehdiupan remaja. Tidak ada agama yang mengajarkan untuk menjalankan kejahatan. Semua agama tentu mengajarkan kebaikan. Walaupun memang kita tidak menyamaratakan secara rata bahwa agama itu sama, hingga toleransi yang menyangkut keimanan dari para pemeluknya. Namun dengan pemahaman agama yang baik, maka sang anak akan memiliki kebijaksanaan yang akan membuatnya dewasa dan lebih memahami tentang arti saling menghargai perbedaan.

Itulah beberapa aspek yang bisa diperhatikan agar anak kita yang telah beranjak remaja dapat menjadi dewasa. Kedwasaan bukanlah sebuah warisan, namun kedewasaan adalah proses panjang dari sebuah pembelajaran dan pembiasaan. Psikologi Mania