Cara Menyikapi Diri Untuk Tidak Befikir Negatif

Nama : Fiq
Judul : Berpikir negatif
Isi Konsultasi : Saya sering benci dengan orang lain karna saya selalu berpikir negatif kepada mereka, didalam kepala saya saya selalu membayangkan mereka menganggap saya berlaku salah / mereka membenci saya . Ketika saya tidak tahan lagi berpikiran seperti itu biasanya saya langsung menangis. Ibu saya selalu memarahi saya kenapa saya menangis namun saya tidak bisa menjelaskan kenapa saya menangis karena diri saya sendiri menganggap saya orang yg aneh dan mengapa saya berpikiran begini.bagaimana cara saya supaya tidak membenci org lain / berfikir negatif terhadap mereka ?. Apakah ini termasuk gangguan jiwa ? . menurut saya, saya berprilaku begini kebanyakkan kepada org terdekat (misal keluarga namun bisa saja kepda org lain, tapi kebanyakan orang terdekat. Bahkan karna prilaku inilah saya kdng2 membenci seseorang seperti sepupu saya sendiri karena diri saya sendiri memikirkan bahwa “ah mereka pintar, aku engga, mereka pasti meremehkan ku” “aku jelek aku ngk mungkin ditemenin mereka” selalu begitu . Saya pada dasarnya pendiam jadi saya susah sekali untuk menemukan topik pembicaraan ataupun berbicara dilingkungan sekitar namun kadang2 dengan orang2 baru saya cukup mudah untuk dapat berteman dan dilingkungan baru saya juga merasa saya lebih mudah berinteraksi namun ada saja teman yang masih menganggap saya pendiam pdahal menurut saya saya sudah cukup bercakap2 dengan teman2 . ibu saya selalu memarahi saya kenapa saya tidak mudah beradap tasi. Intinya saya selalu berpikir orang lain membenci saya dan saya melampiaskan itu dengan menangis. Mohon pencerahannya, saya bingung bagaimana supaya saya tidak berpikiran begitu? dan lebih terbuka kepada orang banyak, dan tidak pendiam lagi.

Jawaban: Trimakasih untuk mba fiq, sebelumnya saya cukup prihatin dengan apa yang anda alami tersebut. Memang ketika pikiran kita cenderung negative, segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita akan terasa meyiksa. Kondisi yang sebenarnya biasa saja, namun dikrenakan kecendrungan kita yang berfikir negative justru membuat dunia di sekeliling adalah neraka hidup. Mungkin ada beberapa hal yang belum anda sampaikan mengenai pengalaman masa lalu anda, karena pada dasarnya kondisi psikologis manusia juga di pengaruhi oleh pengaman di masa lalunya. Ketika kita mengetahui secara detail masa lalu anda tersebut barulah kita bisa sedikit banyaknya mengetahui riwayat hingga pada akhirnya menentukan, sebenarnya apa yang sedang terjadi.

Namun perlu diketahui bahwa kondisi kejiwaan seperti pertanyaan di atas memiliki kritria yang harus terpenuhi seperti, jangka waktu anda mengalaminya, intensitas hadirnya, apakah sampai pada mempengaruhi fungsi-fungsi fisik, hingga apakah sampai pada taraf mengganggu kegiatan anda sehari-hari. Jika hal tersebut telah di ketahui bahkan di rasakan baru kita dapat mengambil kesimpulan bahwa anda mengalai gangguan kejiwaan. Dan memang di sarankan untuk langsung mendatangi psikolog terdekat.

Mungkin mba bisa mencoba untuk melatih berfikir positif. Cobalah dengan hal-hal yang sederhana dalam melatih untu berfikir positif. Anda pun dapat mulai melatihnya dengan membaca kisah-kisah inspirtif dan buku-buku metode berfikir positif. Baca dan hayati setiap makna dann penyampaian yang ada di dalamnya.

Berusaha untuk selalu tabah dalam menyikapi hidup, dengan begitu hati akan terasa lapang. Mungkin memang kata “sabar” merupakan kata termudah yang dapat di ucapkan, namun sulit untuk di realisasikan. Namun selagi kita memiliki tenaga dan waktu untuk melatihnya, maka cobalah untuk melatihnya.

Berdamailah pada diri sendiri, mungkin saja perasaan yang anda rasakan saat ini juga merupakan andil dari rasa penerimaan kondisi diri sendiri. Baik itu penerimaan secara fisik, raga, dan emotional. Dengan berdamai pada diri sendiri dan, maka rasa percaya diri dalam diri anda pun akan meningkat. Ketika rasa PD tersebut telah meningkat, maka dengan sendirinya berfikir positif pun akan mudah untuk di lakukan. Tetap semangat mba.