Bagaimana Cara Menghilangkan Trauma Masa Lalu?Nama : Riska xxx
E-mail : rwulxx@gmail.com
Judul : menghilangkan trauma masa lalu
Isi Konsultasi : selamat pagi,saya mau bertanya cara menghilangkan trauma masa lalu saya.saya menjadi korban bullying 11 tahun yang lalu.dan saya sangat sulit untuk menghilangkannya.sejak itu saya putus sekolah dan mengikuti paket b dan c.saya lulus paket c th 2016 kemarin dan sekarang sedang kuliah di sebuah universitas swasta.dan saya masih selalu teringat kejadian itu.setiap mau berangkat saya gemetaran dan pusing.bagaimana cara menghilangkannya?.saya sudah sangat lelah dengan diri saya.terima kasih.

Jawaban

Hay mba riska, trimakasih sebelumnya. Bully yang dilakukan teman memang selalu meninggalkan bekas luka psikologis yang mana hal tersebut terkadang menjadi problem sendiri di masa yang akan datang. Bagi mereka yang memiliki tingkat penyesuaian diri yang baik, tentu saja hal tersebut dapat teratasi dengan baik. Namun jika hal tersebut terjadi pada seseorang dengan tingkat penyesuaian diri yang cendrung agak lambat, maka hal tersebut akan menjadi masalah tersendiri.

Pengalaman traumatis masa lalu, dimana seseorang yang menjadi korban bully maka perlu beberapa hal yang harus dilakukan, agar kita lebih mampu menjadi lebih adaptif. Mengapa harus adaptif?

Karena jika korban bully mampu beradaptasi dengan baik, maka traumatis yang ada di dalam pikiran tersebut sedikit banyaknya akan membantunya dan mengurangi dampak negatifnya.

Cara kita agar lebih adaptif yang pertama adalah dengan niat dan meyakini diri bahwa kita mampu. Niat menjadi senjata paling utama yang harus dimiliki seseorang jika ingin mengubah nasibnya. Karena sesungguhnya Tuhan tidak akan pernah mengubah nasib seseorang jika seseorang tersebut tidak mengubahnya sendiri. Setelah yakinkan diri bahwa bully yang terjadi di masa lalu adalah bagian dari ketidak mampuan orang lain untuk menjadi seperti anda.

Pandang dari sisi positif dan singkirkan sudut pandang negatif. Pandang dari sisi positif tersebut misalnya saja, seseorang mengejek anda bahwa anda adalah orang yang “gemuk, jelek, kuper”. Dari situ lihat sudut pandang positifnya misalnya saja, rekan anda dahulu berkata seperti itu bisa jadi dikarenakan ia menutupi diri agar tidak di ejek orang lain, oleh sebab itu mereka melampiaskan ejekan tersebut kepada orang lain. Dan orang yang mengejek tersebut hanya ingin mencari pembenaran dengan membicarakan kejelekan tesebut dengan yang lainnya, sehingga orang lain di masa lalu ikut-ikutan membully anda.

Dalam hal ini berarti sebenarnya anda lebih langsing dari yang mengejek, lebih cantik dari yang mengejek. Dan lain sebagainya.

Beberapa hal di atas merupakan hal dasar yang sebaiknya dilakukan. Untuk memberikan hasil yang maksimal, memang sebaiknya anda bisa datang langsung ke psikolog terdekat, agar selain dari konsultasi ini bisa dilengkapi dengan beberapa perlakuan dari professional secara langsung. Semoga anda dapat menjadi lebih adaptif dan lebih sukses. Psikologi Mania