Cara Menghadapi Teman Yang Egois Dengan MudahTerkadang kita seringkali tidak tahu bagaimana cara menghadapi teman yang egois, dan mau menang sendiri, meskipun hal yang dia pertahankan adalah salah. Menghadapi teman yang egois terkadang menimbulkan suatu perdebatan yang panjang, dan menyebabkan munculnya gesekan-gesekan, baik secara verbal maupun fisik. Tentu saja anda tidak mau hal ini terjadi pada diri anda dan teman anda bukan? Karena itulah anda membutuhkan sedikit informasi mengenai cara menghadapi teman yang egois.

Cara Menghadapi Teman yang Egois dan Keras Kepala: Mengalah

Egois sendiri seringkali berkaitan dengan keras kepala, dimana seseorang ingin supaya pendapatnya didengarkan dan diterapkan, meskipun hal itu tidak mungkin, atau bahkan salah dan keliru. Nah, kalau anda memiliki teman seperti ini, hal yang paling mudah untuk anda lakukan adalah mundur dan biarkan teman anda menjalankan keinginan atau pendapatnya.

Tidak ada gunanya mendebat teman anda yang egois dan keras kepala seperti ini, yang ada malahan bertengkar dan berdebat tanpa ujung. Biarkan saja teman anda mempertahankan pendapat dan pemikirannya, jangan berusaha untuk merubah pikiran dan pendapat teman anda. Terima saja apa yang mereka pikirkan, toh kalau mereka tahu bahwa itu salah, mereka akan merubah pikiran mereka sendiri. Jadi, biarlah waktu yang merubah pola pikir dan pendapat mereka, kalau sebenarnya hal tersebut memang keliru dan kurang tepat.

Cara Menghadapi Teman yang Egois: Menyudahi Pembicaraan

Terkadang, seorang yang egois dan mau menang sendiri serta keras kepala akan sangat terlihat dari obrolan atau diskusi yang sedang berlangsung. Apabila anda berada pada situasi ini, maka tenangkanlah pikiran anda, dan sudahi pembicaraan anda dengan teman anda.

Namun, perlu diperhatikan dalam menyudahi pembicaraan. Anda jangan memberikan alasan yag menyinggung, seperti misalnya “Ah, males ngobrol sama kamu”. Usahakan agar kata-kata seperti itu tidak muncul dari mulut anda. Sudahi saja pembicaraan dengan basa-basi, seperti misalnya :

“Eh, sudah dulu ya, saya harus bertemu dengan klien/teman saya”

“Aduh, sudah jam segini nih, saya makan dulu yah.” Dan sebagainya

Bisa juga anda menyudahi pembicaraan dengan merendah. Misalnya saja teman anda ngotot tentang suatu hal, yang sebenarnya kurang tepat dan anda tahu hal itu. Daripada memberitahu hal yang sebenarnya dan memicu perdebatan, maka anda bisa merendah dengan mengatakan:

“wah, saya kurang begitu paham dengan hal tersebut.”

“Oh, masa iya begitu? Soalnya saya sendiri tidak mengerti tentang hal tersebut.” dan sebagainya.

Mengungkapkan hal ini bukan berarti anda tidak paham dengan topik, namun untuk menghindari perdebatan yang lebih panjang dan tidak selesai. Ingat, ketika anda bertemu batu, maka jadilah air untuk mengalirkan batu tersebut, bukan ikut menjadi batu yang hanya akan saling menghancurkan apabila beradu.

Jika memang ia tidak baik maka sebaiknya anda sejenak menyingkir dahulu, sehingga anda dan teman anda dapat berpikir masing-masing dahulu. Tak lupa pula sebaiknya anda untuk berteman dengan teman yang baik. karena Alasan mengapa kamu harus berteman dengan orang yang baik adalah banyak hal. Selain membawamu pada kebaikan, potensi konflik dan saling mengingatkan pun juga semakin besar

Jadi, singkat kata, mengalah ketika berbicara dengan orang yang egois dan keras kepala bukanlah suatu kekalahan, dan kelemahan anda, melainkan suatu cara menghadapi teman yang egois, supaya perdebatan tidak menjadi semakin kuat. Biarlah waktu yang akan membuat pola pikir teman anda berubah, karena faktanya, akan sangat sulit untuk merubah pola pikir yang egois dan keras kepala hanya dalam waktu singkat. By: Eduardus Pambudi


admin

Pencinta Psikologi, percandu kata, hidup Psikologi Indonesia