Cara Menghadapi Anak Tantrum Dengan BijakNama : Gioxxx
E-mail : giovxxxx@gmail.com
Judul : Konsultasi psikologi anak perpuan 2.5 th (Cara Menghadapi Anak Tantrum Dengan Bijak)
Isi Konsultasi : Bagaimana cara menanggapi anak 2.5tahun, perempuan yg sering tantrum. Senjata adalah menangis, tak segan menangis lebih kuat apabila leinginan tidak terpenuhi. Hal tsb sampai terbawa pd jam tidur malam, sering terbangun pd dini hari utk menangis. Tks

Cara Menghadapi Anak Tantrum

Jawab:  trimakasih sebelumnya untuk mba gio, sebelumnya kita harus mengetahui dahulu penyebab dari anak menjadi tantrum sebelum melakukan langkah yang tepat untuk menyikapinya. Ada beberapa hal yang memang harus bunda maupun ayah ketahui mengapa anak menjadi tantrum, diantaranya yaitu sebagai sarana anak dalam mencari perhatian, ungkapan kekesalan, dan juga bentuk dari mencontoh orang tua ataupun lingkungan di sekitarnya yang seringkali berteriak dalam melakukan komunikasi.

Apabila kita sudah mengetahuinya tentu langkah selanjutnya adalah menghadapi tantrum sang anak. Ada beberapa hal yang dapat di coba untuk menghadapi tantrum sang anak, yang pertama adalah menghindarkan anak dari melakukan hal-hal berbahaya seperti melukai diri sendiri. Yang kedua adalah membiarkan dahulu sampai ia tenang.

Hindari diri dari tersulut emosi akibat tantrum sang anak, atau menuruti kemauan anak saat ia tantrum. Apabila mba menurutinya atau justru tersulut emosi saat anak menjadi tantrum, maka anak akan mengembangkan kebiasaan hal serupa. Ia akan menganggap bahwa, senjata paling ampuh untuk menarik perhatian dari orang tua dan sekitarnya adalah dengan tantrum.

Selanjutnya adalah dengan memeluknya, karena pelukan dari orang tua adalah tempat yang paling tepat untuk menenangkan sang anak. Beri ia pengertian bahwa, tak seharusnya meminta dilakukan dengan cara-cara yang demikian. Jangan menyerah saat anda memeluk justru anda di pukul, dengan kesabaran anda maka anak harapanya akan menyadari bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang sia-sia.

Jika memang tiba-tiba tersulut emosi, sebaiknya pergi sementara waktu untuk menghindar dari sang anak, agar emosi anda tak dilimpahkan pada sang anak. Setelah emosi anda reda, maka anda bisa kembali mengawasi anak anda.

Buka komunikasi dan pengertian, dan lakukanlah pemiasaan yang demikian. Memang hal tersebut tak mudah untuk di lakukan, namun jika kita memulainya akan semakin baik bagi tumbuh kembang anak kedepannya dalam bersikap.

Psikologi Mania