Cara Mengatasi Gangguan Implusif Dalam DiriNama : ela xxxx
E-mail : lela.xxxx@gmail.com
Judul : mental disorder (Cara Mengatasi Gangguan impusif)
Isi Konsultasi : Assalamualaikum. Langsung intinya kak. Saya merasa ada yang aneh dengan diri saya.. kadang saya merasa senang dan sangat senang tetapi bisa berubah dalam waktu beberapa menit saja menjadi marah tak karu-karuan. Terutama dengan hal sepele. Terkadang saya merasa saya orang yang baik tetapi selanjutnya bisa berubah dimana saya merasa orang yang paling jahat sehingga watak keras dan marah saya tidak dapat saya tahan sendiri . Saya juga tipe orang yang pendendam, sangat susah untuk memaafkan kesalahan orang yang sudah menyakiti saya . Oleh karena itu ketika saya marah, saya merasa sangat tidak disukai oleh orang2 yang ada disekitar saya. Saya mudah mengeliminasi hubungan pertemanan ketika orang tersbut menyakiti hati saya. Tetapi di lain sisi, saya dikenali orang sebagai orang yang ramah dan periang . Saya bingung.dengan diri saya . Sebagai tambahan saya tidak memiliki kelainan ini di waktu kecil . Saya pernah mengalami trauma yang sangat parah dengan laki2. Mohon jawabannya.

Cara Mengatasi Gangguan impusif

 

Jawaban: Trimakasi untuk mba ela, apa yang anda rasakan tersebut, hal yang lazimnya terjadi pada beberapa orang yang mengalami gangguan implusif. Hal ini dapat terlihat dari beberapa gejala seperti emosi yang kerap kali berubah-ubah (penuturan anda). Contoh dari emosi yang berubah tersebut adalah seperti rasa senang yang anda miliki namun dapat berubah dalam beberapa menit saja menjadi marah tak karuan. Namun hal ini masih dibutuhkan assessment lebih lanjut untuk bisa di pastikan secara akurat dari sudut pandang psikologi.

Apa yang anda rasakan tersebut tentunya secara langsung maupun tidak, membuat menderita bukan? Terlebih kecendrungan untuk mudah dalam mengeliminasi sebuah hubungan pertemanan membuat anda terkadang mengalami kesepian pada momen-momen tertentu. Hal itu akan semakin dirasa manakala anda ketika anda mengingat momen-momen ketika anda menjalani keseruan bersama.

Akan lebih baik memang untuk mba ela mencoba melakukan beberapa metode terapi sederhana pengendalian emosi yang kerap kali berubah tersebut, seperti melakukan yoga, meditasi, dan relaksasi diri. Karena beberapa hal tersebut sedikit banyaknya dapat membantu dalam mengatasi sisi emosi yang anda rasakan.

Mencoba untuk memaafkan diri sendiri atas segala kekurangan maupun peristiwa masa lalu yang anda miliki, dan cobalah untuk selalu berfikir dari berbagai sudut pandang, saat anda dihadapkan pada sebuah permasalahan.

Yang terakhir jika hal yang anda rasakan tersebut sampai pada taraf mengganggu kegiatan sehari-hari anda, akan lebih baiknya untuk segera datang ke psikolog terdekat di tempat anda.

Psikologi Indonesia