Cara Mendewasakan Diri Dalam Menjalani Hubungan Asmara

Cara Mendewasakan Diri Dalam Menjalani Hubungan Asmara

March 17, 2017 Off By admin

Cara Mendewasakan Diri Dalam Menjalani Hubungan AsmaraNama : Yessi
E-mail : yesxxi@xxmail.com
Judul : Cara Mendewasakan Diri Dalam Menjalani Hubungan Asmara
Isi Konsultasi : Selamat pagi Admin Konsultan Psikologi. Saya ingin bertanya dan berharap bisa mendapatkan solusi terbaik. Saya memiliki pasangan yang dewasa(umur & pemikiran). Sedangkan kepribadian saya masih dinilai belum dewasa baik sikap maupun tindakan padahal umur saya sudah 24thn. Kami selalu punya perselisihan setiap bulannya dan itu dikarenak diri saya sendiri. Awalnya jika saya salah dia selalu menuntun untuk menjadi benar sampai akhirnya dia menuntut saya harus seperti ini dan itu yg tujuannya untuk kebaikkan saya.  Saya dinilai kurang peka, belum bisa mengerti dan memahaminya serta kirang sigap pada keadaan. Saya berusaha keras untuk merubaj diri sendiri agar menjadi pribadi yg lbh baik tetapi tidak menghilangkan jati diri sendiri. Jadi min, bagaimana saya bisa bersikap dan bertindak tanpa harus membuat dia marah atau kecewa? Ada kalanya saya merasa lelah, tetapi yg ada diingitan saya adalah aku memilih untuk bertahan dan berusaha memperbaiki diri untuk kami.
Mohon solusinya.
Trims

Jawaban

Bagaimana cara mendewasakan diri – Trimakasih sebelumnya untuk mba yess, kedewasaan adalah sebuah proses dan cara pandang. Terkadang apa yang di pandang kita sebagai sikap yang dewasa belum tentu di pandang dewasa oleh orang lain. Begitu pula sebaliknya, apa yang sebenarnya kita anggap kekanakan, sebenarnya bisa jadi hal tersebut lebih baik atau bahkan juga sudah termasuk kategori sifat dewasa dalam pandangan orang.

Sekarang untuk mba yess, apa yang menjadi permasalahan anda tentu sangat tidak menyenangkan hati bukan? Hal ini memang seringkali terjadi dalam hubungan, dimana salah satu pihak yang menuntut ataupun menuntut, entah itu bertujuan baik ataupun hanya sekedar keinginan salah satu pihak yang akhirnya membuat pertengkaran-pertengkaran kecil. Akan tetai jika hal ini di biarkan juga dapat membuat selesainya hubungan cinta yang telah di bina selama ini.

Sebelumnya mba yess, anda mengatakan bahwa anda merasa bahwa anda belum peka, dan bertindak kekanakan, segala hal yang menjadi sumber permasalahan adalah karena diri anda. dari curhat tersebut, saya menyarankan untuk mba yess, lebih bisa memaafkan diri sendiri dahulu. Karena mba yess memiliki kecendrungan untuk lebih mudah menyalahkan diri sendiri.

Sebenarnya permasalahan yang timbul dalam sebuah hubungan tidak mesti selalu sumbernya dari diri sendiri yang salah, toh ada pula beberapa variable lain yang membuat perselisihan tersebut muncul. Baik itu dari orang lain atau dari pasangan anda sendiri.

Dari apa yang di konsultasikan pun juga memperlihatkan bahwa, sebenarnya anda sangat menyayangi pasangan anda, namun anda juga memiliki kekhawatiran yang tinggi jika harus kehilangan dirinya. Akhirnya hal tersebut menjelma menjadi pertengkaran dan tuntutan. Anda berusaha sekerasnya “menuruti” apa yang di mau oleh sang lelaki. Namun di sisi lain, anda pun tak ingin, apa yang anda usahakan selama ini berujung pada perpisahan. Akhirnya hal tersebut menjelma menjadi beberapa pertengkaran-pertengkaran.

Ditambah juga rasa tertekan dalam hubungan tersebut. Saya tidak mengetahui, tertekan dala hal apa, namun seolah-olah ada suatu tuntutan yang dirasakan dalam hubungan tersebut. Hal ini bisa di lihat dari adanya tuntutan untuk “menjadi ini dan itu”.

Cara mendewasakan diri – Saran saya yang pertama adalah, coba mba yess untuk sering berkomunikasi kepada pasangan anda, apa yang menjadi keresahan dan unek-unek Anda. Diskusikan dengan baik melalui komunikasi disertai dengan rencana yang “pasti” mengenai kelangsungan hubungan anda. Apakah hubungan ini di bawa ke jenjang pernikahan ataukah tidak. Karena bukti dari rasa cinta itu sendiri adalah dengan menguatkan komitmen dalam ikatan suci pernikahan.

Saran saya selanjutnya untuk mba yess sendiri adalah, perbanyak untuk memperhatikan sekeliiling. Belajar memahami dan juga belajar untuk legowo atas segala peristiwa yang terjadi pada diri. Dengan begitu kita bisa merefleksi diri, atas segala kekurangan yang kita miliki. Ubah cara pandang dalam menghadapi persoalan, stop untuk selalu menyalahkan diri sendiri. Akan lebih baik untuk mencari solusi.

Belajar bersabar, adalah langkah yang ampuh untuk memulai semuanya. Bersabar memang mudah di ungkap dan terlihat sederhana saat di pandang. Namun bersabar adalah langkah sulit yang akan semakin rumit saat di jalani dan di biasakan. Tapi ia bukan tak mungkin untuk di budayakan dalam diri setiap insan. Untuk itu semoga apa yang di hadapi mba yess dapat segera dimudahkan dalam mencapai hikmah. Psikologi Mania